LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 332


__ADS_3

Happy reading....


**************


England,


“Is it clear ( Apa gambarnya jelas )?” tanya Yona pada Putra yang sedang memperhatikan layar monitor pada kubus elektronik yang tidak hanya satu itu.


Namun Putra tidak menjawab.


Dan karena pertanyaannya tidak dijawab oleh Putra itu, Yona pun langsung memfokuskan pandangannya pada Putra.


Dimana Putra berdiri dengan rahang yang sangat mengetat, dan menatap nyalang pada salah satu layar monitor. Dengan tangan Putra yang mengepal kuat disamping tubuhnya.


Didetik berikutnya terdengar gumaman lirih, namun juga menandakan kegeraman yang teramat sangat dari mulut Putra.


“Jaeden Zepeto...” geram Putra dalam geraman. “How eager I am stand in front of you right away, then hunt you just like cat that chasing rat, then played you to torture you until dead ( Betapa aku sangat ingin berdiri di hadapanmu saat ini, lalu memburumu seperti kucing yang memburu tikus, lalu mempermainkan untuk menyiksanya sampai mati )”


Gumaman Putra itu tetap di dengar oleh mereka yang berada di dekat Putra, dimana – terutama Garret, Hizkia, Yona serta Accursio – yang dapat melihat dengan jelas api kemurkaan berselimut dendam saat pria itu melihat sosok yang telah membunuh pria yang Putra hormati dan sayangi sebagai seorang kakak.


Yang juga telah membunuh istri dari pria yang amat dikasihi Putra selain ayahnya, serta telah memberikan kemalangan bagi Anthony yang juga hampir tewas karena ditenggelamkan dengan tubuh terikat – lalu Anthony sampai koma dan trauma, selain kehilangan orang tuanya dengan cara yang mengerikan dalam sekejap mata di hadapannya sendiri.


***


“Share with me how the way you will torture him.”


( Berbagilah denganku bagaimana rencanamu untuk menyiksanya ).


Accursio bersuara.


Putra hanya tersenyum miring menanggapi ucapan Accursio barusan.


Ucapan iseng Accursio saja sebenarnya, untuk membuat Putra kembali santai.


Walau pria yang dikenal sebagai seseorang yang tanpa ampun pada musuh-musuhnya itu tahu persis jika selorohannya itu tidak akan bisa mengurangi geramnya Putra saat ini yang melihat sosok seseorang yang paling ingin Putra enyahkan dari muka bumi.


Sambil Sio membayangkan apa yang akan Putra, yang terlihat kalem tampak luar ini - akan lakukan pada pria yang menjadi target api dendam Putra yang membara.

__ADS_1


Sio yakin sekali, jika orang – orang yang tidak mengenal Putra dengan baik seperti dirinya dan saudara – saudari angkat Putra yang lain tidak akan pernah mengira jika pria yang nampak kalem dari luar itu bisa melakukan hal kejam diluar nalar bila sudah murka. Berbeda dengannya yang sudah tampak bengis dari luar.


Hanya terkadang Sio suka geli sendiri pada penilaian orang-orang padanya yang mengatakan jika ia seorang yang bengis.


Padahal yang sebenarnya adalah-jika bicara soal kebengisan, pria yang seperti saudara kembarnya itu justru lebih bengis darinya dalam hal memberi hukuman pada mereka yang dianggap layak untuk dihukum.


Accursio memang tidak memberi pengampunan pada sesiapun yang mengusiknya.


Namun Accursio akan menyelesaikannya langsung dengan senjata, biar cepat – menghemat waktunya, yang penting musuh – musuhnya itu mati – itu sudah cukup bagi Sio.


Lalu pada beberapa orang, jasad-jasad mereka yang telah mengusiknya itu, akan Accursio pertontonkan sebagai peringatan. Entah di gantung di tempat umum, atau di sarang para pengusik itu.


Namun pria yang seperti kembarannya itu, yang adalah saudara angkatnya-yakni Putra.


Tidak sekalem kelihatannya-walau aura dingin ketat menyelimuti ekspresi wajah Putra.


Jika bicara soal bengis-bagi Accursio, Putra yang lebih tepat menyandang gelar ‘bengis’ itu sendiri.


Yang mana bukan tanpa sebab Accursio mengatakannya, karena Accursio mengenal betul seorang Putra Adjieran Vinson.


Accursio tanpa ampun akan membantai semua musuhnya, namun dengan senjata api yang akan Accursio sematkan pelurunya di kepala atau jantung para musuhnya.


Saudara angkatnya itu, suka memberikan kematian yang lama bagi para musuhnya.


Dalam hal ini penyiksaan fisik yang membuat mereka yang melihatnya akan bergidik sangat ngeri. Karena Putra hobi sekali memotong lidah dan jari para musuh yang mencoba menyakiti Rery, berikut istri dan anaknya-sebelum Putra menghabisi mereka secara perlahan sampai para musuh itu meregang nyawa.


Itu saja sudah Putra lakukan saat Rery masih hidup.


Itupun dalam rangka Putra yang merasa bertanggung jawab pada Rery dan keluarga kecilnya.


Bagaimana sekarang setelah Putra memiliki dendam yang sangat berkobar di dalam hatinya karena Rery dan istrinya telah dihabisi sedemikian rupa?.


Bahkan anak Rery ditenggelamkan dengan kejam-dengan tubuh yang diikat kuat.


Accursio sampai mengusap tengkuknya, saking ia tidak bisa membayangkan apa yang akan Putra lakukan pada pria bernama Jaeden itu.


“I go now ( Aku pergi sekarang )” Suara Yona memecah lamunan Sio. “See you guys there ( Sampai bertemu disana )..”

__ADS_1


Yona yang sudah siap dengan tampilannya yang menyamar sebagai seorang jurnalis itu, kemudian melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan tempatnya berada.


Yona pergi dengan satu orang anak buah yang juga menyamar sebagai seorang jurnalis, dimana identitas keduanya sudah dibuat sedemikian rupa – hingga kartu tanda pengenal jurnalis pun Yona dan satu anak buahnya itu punya.


**


Putra kembali menatap tajam ke arah kamera pengintai yang sudah dipasang oleh orang – orangnya Sio yang menyamar sebagai petugas pemelihara kamera pengawas hotel pada banyak titik tersembunyi – yang bahkan tidak disadari oleh pihak hotel tempat Jaeden dan beberapa sekutunya sudah ada disana.


Mata Putra masih memperhatikan dengan tajam satu tabung kubus – dimana menampakkan Jaeden yang sedang berdiri berbicara dengan beberapa orang di sebuah area hotel.


“He looks calm ( Dia terlihat tenang ) ---“ ucap Garret yang ikut memperhatikan Jaeden di tabung tersebut seperti halnya Putra. “Seems that he still not realized that someone had took his important papers ( Sepertinya dia belum menyadari jika seseorang telah mengambil berkas – berkas berharganya ) ---“


Garret mencibir sinis, sambil tersenyum miring. Putra mendengus sinis nan ketus.


“Because he’s that stupid! ( Karena dia memang sebodoh itu! )”


Putra berucap sangat sinis.


“We’ll see him run into Kingsley’s Mansion after you showed up ( Kita akan melihatnya lari ke Mansion milik Kingsley setelah kau muncul )..”


Hizkia ikut berkomentar sinis.


Sisanya tersenyum miring setelah mendengar komentar Hizkia.


“That m*therfuck*r’s wife.. Where is she? ( Istri si keparat itu.. Dimana dia? ) ---“ ucap Putra seraya bertanya, selepas kepergian Yona dan satu anak buahnya - setelah juga Hiz selesai berkomentar.


“She was came this morning and never get out since she entered her husband’s room at that hotel ( Dia datang pagi tadi dan tidak belum keluar lagi sejak ia masuk ke dalam kamar suaminya di hotel itu )”


Salah seorang anak buah yang sedari tadi berdiri di dekat Putra itu menjawab dengan sigap pertanyaan Putra.


“Is there any surveillance camera around that m*therfuck*r’s room? ( Apa ada kamera pengawas di sekitar kamar si keparat itu? )”


“Yes, Boss ---“ jawab anak buah tadi lagi. “There’s a hotel’s surveillance camera near his room ( Ada satu kamera pengawas hotel didekat kamarnya )..”


“Go and clear those men inside the surveillance’s room of that Hotel. I want to meet Mrs. Jaeden ( Pergi dan urus mereka yang berada di ruang pengawas hotel tersebut. Aku ingin menemui Nyonya Jaeden )”


**

__ADS_1


To be continue..


__ADS_2