LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 456


__ADS_3

Happy reading .....


🔵🔵🔵🔵🔵🔵


Indo ..


Hari dimana waktu pagi, telah tiba. ‘Syukurlah kalau kamu dapat tidur dengan pulas,Gadis ..’ dan Putra telah membuka matanya.


Bangun lebih dulu dari Gadis. Dengan Gadis yang masih tidur dengan posisi miring menghadapnya.


Lalu kini Putra sedang memandangi wajah Gadis yang masih tertidur itu.


Merasa lega, karena Gadis yang Putra yakini kurang istirahat karena pertengkaran mereka itu, bisa mendapatkan istirahatnya dengan baik.


‘Lebih baik aku biarkan saja Gadis beristirahat lebih lama. Akan aku bawakan sarapan untuknya ke kamar jika memang ia bangun sangat terlambat.’ Putra berkata lagi dalam hatinya, kemudian beringsut dari atas ranjang pribadinya dan Gadis dengan sangat hati – hati.


“Put – ra? ..” namun baru sedikit Putra bergerak, suara Gadis dengan serak khas suara orang bangun tidur itu terdengar.


“Selamat pagi, Gadis ..”


“Pagi, Putra –“


“Tidurlah lagi jika kamu masih mengantuk,” tukas Putra.


“Tidak mungkin aku lanjut tidur sementara kamu sudah bangun, Putra,” balas Gadis.


“Kenapa memangnya? Tak masalah bagiku jika kamu ingin melanjutkan tidur sementara aku hendak beraktifitas –“


“Iya memang.”


Gantian Gadis yang menukas ucapan Putra.


“Tapi almarhum ibu kandungku sering mengingatkanku dan bilang kalau seorang istri itu harus bangun lebih dulu dari suaminya, untuk menyiapkan segala keperluan sang suami.”


“Itu jika suami istri yang ibumu maksud tidak memiliki pelayan.”


Putra lalu membalas ucapan Gadis. Sambil tangannya terulur untuk membelai lembut puncak kepala Gadis.


“Sementara kita memiliki empat orang pelayan yang bertugas menyiapkan segala sesuatu didalam rumah, untuk semua orang bahkan –“


“Iya sih –“


“Tidurlah lagi jika memang masih mengantuk, hem?”


Gadis langsung menggeleng selepas mendengar ucapan Putra barusan.Sambil Gadis berkata, “Tidurku semalam sudah aku rasa sangat nyenyak –“


***


“Hendak kemana?” tanya Putra kala Gadis telah turun dari ranjang mereka, dan menggerakkan kakinya menuju pintu kamar.


“Menyiapkan sarapan, apalagi? –“


“Haish kamu ini.” Putra mendengus kecil dan berkesah.


“Kenapa? –“


“Cuci dulu wajahmu,” tukas Putra. “Serta ganti pakaianmu –“


“Oh iya, aku sampai lupa.”


Gadis menukas ucapan Putra yang menyadarkannya.


“Ayo, akupun ingin membasuh wajahku –“


“Kamu tidak ingin langsung mandi? –“


“Tidak.” Putra dengan segera menjawab pertanyaan Gadis. “Aku ingin jogging dulu –“


***


“Apa aku boleh ikut? –“


“Tidak.”


Putra dengan cepat menjawab pertanyaan Gadis.

__ADS_1


“Kondisi perutmu masih belum memungkinkan untuk berlari, meskipun hanya berlari kecil.” Putra kemudian menarik pelan Gadis yang tangannya sudah ia genggam, untuk masuk ke dalam kamar mandi.


“Aku kan bisa berjalan santai? –“


“Tetap tidak boleh. Sampai setelah kurang lebih dua minggu nanti.”


“Tapi berjalan santai kan bagus juga untuk kesehatanku?”


“Jika kamu dalam kondisi sehat memang bagus. Tapi kamu baru keguguran bahkan terjatuh dari tangga.”


“Tapi aku merasa sehat – hmph –“


Putra membungkam Gadis dengan menciumnya secara tiba – tiba.


“Sikat yang betul gigimu.” Lalu Putra menyodorkan sikat gigi yang memang milik Gadis pada istrinya itu. “Aroma mulutmu tidak sedap,” kata Putra lagi, yang membuat Gadis agak merungut.


“Iya, iya, sekarang aku sepertinya buruk saja di mata kamu, Putra ..” Gadis lalu menggerutu kecil.


Putra tersenyum geli saja melihat dan mendengar Gadis yang jadi agak merungut dan menggerutu kecil itu.


Dan lanjut lagi menggerutu dengan suara yang pelan, saat Putra pergi ke tempat buang air kecil untuk pria.


“Enak saja bilang mulutku bau. Padahal biasanya bangun tidur dia sendiri yang menciumku bahkan tidak sebentar.” Gadis masih terdengar menggerutu dalam suaranya yang terdengar menggumam.


Namun gerutuan Gadis dengan suara pelannya, tetap masih bisa didengar Putra yang kemudian terkekeh di tempatnya.


***


“Kamu tidak ingin pergi mandi saja, sambil menungguku pulang jogging?”


“Tidak ah .. aku masih merasa dingin di badanku. Dan airnya terasa lebih dingin dari biasanya –“


“Itu karena semalam kamu terlalu lama berada di balkon,” tukas Putra. “Aku bisa siapkan air hangat untukmu,” tawarnya kemudian pada Gadis.


Tapi Gadis segera menggeleng. “Terima kasih. Tapi nanti saja aku akan pergi mandi setelah menyiapkan atau setelah sarapan –“


“Ya sudah kalau begitu. Sana bergantilah pakaian duluan, aku akan melihat apa Anth sudah bangun atau belum. Dan tidak perlu menungguku jika kamu ingin segera pergi ke dapur –“


“Iya –“


***


“Gadis.” Putra memanggil istrinya yang sudah hendak keluar dari dalam walk in closet setelah ia dan istrinya itu sudah mengganti pakaian mereka.


Gadis pun langsung menoleh. “Iya?”


Dimana Putra sudah menghampirinya.


Lalu meraih tangan Gadis. Dan Putra menuntun istrinya itu untuk berjalan bersamanya.


“Ada apa? –“


“Tidak ada apa – apa.”


Putra menjawab cepat pertanyaan Gadis.


“Aku hanya ingat kalau istriku ceroboh. Jadi aku akan mengantarnya sampai dapur –“


***


Mendengar ucapan Putra yang bilang akan mengantarnya sampai dapur vila dari kamar mereka, meski terselip cibiran kecil dari mulut Putra untuknya, namun Gadis tetap saja tersenyum simpul.


Merasakan sikap Putra yang kembali hangat padanya meski sesekali kadang menyelipkan cibiran dalam tiap perkataannya, Gadis merasa bahagia. Yang bahagia itu, sudah Gadis rasakan dari semalam.


Karena memang Putra sudah melunak dan mulai terasa kembali sikap hangatnya pada Gadis, dari sejak ia masuk kamar selepas pergi ke ibukota. Bahkan Putra mendekap Gadis saat tidur. Dan sudah juga saling bertukar rindu lewat ciuman.


Sudah cukup membuat Gadis merasakan bahagianya pagi ini.


Jadi Gadis sudah juga merasa leluasa, untuk menyandarkan kepalanya dengan sedikit manja dilengan Putra yang sedang berjalan bersisian dengannya sambil saling menggenggam.


***


Merasakan sedikit kemanjaan Gadis padanya, tentunya juga membuat hatinya senang. Setelah istrinya itu sempat bersikap acuh tak acuh padanya, hingga menjadi begitu menyebalkan dan membuat rasa kesal hadir di hati Putra pada Gadis.


Lalu Putra memperlakukan Gadis, sebagaimana istrinya itu bersikap padanya.

__ADS_1


Acuh.


Malah sikap acuh Putra pada Gadis lebih parah dari sikap istrinya itu padanya.


Namun sudah Putra tuntaskan sikap acuh tak acuhnya pada Gadis itu, karena sebenarnya Putra juga sudah tidak tega melihat Gadis yang nampak begitu tertekan.


Yang Putra sadari betul, rasa tertekan Gadis itu, dialah penyebabnya.


***


Bagi semua keluarga yang ada di vila, pemandangan akurnya Putra dan Gadis kiranya membuat mereka juga merasa senang dan lega.


Pasalnya, semua keluarga yang kini menyandang nama Adjieran dibelakang mereka atas kesepakatan bersama menggunakan nama tengah Putra untuk menjadi identitas mereka---sebelumnya merasa dilema karena Putra dan Gadis.


Dilema karena tak tega pada Gadis.


Namun juga sungkan untuk menegur Putra agar tidak bersikap begitu sinis pada istrinya itu.


Namun bukan juga sama sekali mereka tidak peduli pada Putra yang bersikap begitu sinis pada Gadis, dimana keegoisan memang juga tampak pada Putra atas sikapnya ke sang istri.


Damian, Garret dan Bruna, apalagi Ramone sudah sempat mengingatkan Putra agar tidak terlalu keras pada Gadis. Hanya saja, mereka yang paham betul tabiat Putra itu, hanya mengingatkan dengan sekedarnya---selain memandang jika perseteruan antara Putra dan Gadis adalah hal yang dapat dikatakan ranah pribadi.


“Got your allotment eh? Looks so care to your wife now (Kau sudah dapat ‘jatah’ ya? Terlihat begitu perhatian pada istrimu sekarang)” adalah Damian yang meledek Putra, kala ia dan Putra serta anggota keluarga lainnya yang ada di vila telah duduk bersama di ruang makan untuk sarapan, setelah Putra melakukan jogging bersama Anthony dan Devoss.


“Allotment my a$ --*“


“Papa, you said a very bad word (Papa mengucapkan kata yang sangat tidak baik)” tukas Anthony saat ia mendengar Putra mengumpat.


“Oh my. Very sorry.” Putra pun langsung menimpali ucapan Anthony yang mengingatkannya itu, dengan ekspresi merasa bersalah, karena Putra memang langsung menyadari kesalahannya, meski ia spontan saja mengucapkannya.


“Do not repeat, okay Papa? Or I will give you a punishment, if I hear you saying the bad words again (Jangan diulangi,ya Papa? Atau aku akan memberikan Papa hukuman, jika Papa mengatakan kata-kata yang sangat buruk lagi)” timpal Anthony, sambil menunjuk pada Putra dengan sikapnya yang menggemaskan.


Hingga semua orang yang berada di sekeliling Anthony dalam ruang makan itu, jadi terkekeh karenanya---termasuk Putra, yang langsung berkata dan bersikap menggelikan. “I will remember that My Young Lord (Aku akan mengingatnya wahai Tuan Mudaku)” jawab Putra pada Anthony.


Dengan Putra yang menempatkan satu tangannya di dada. Lalu Putra yang menjawab ucapan Anthony itu, bersikap macam Putra adalah seorang bawahan yang sedang bicara pada rajanya---dimana Anthony langsung lagi menjawab Putra.


“I forgive you this time my Knight Papa, because I love you that much (Aku memaafkan dirimu kali ini Papa Ksatriaku, karena aku sangat menyayangimu)”


Dengan sikap Anthony yang sekali lagi membuat gemas orang-orang di sekitarnya yang sekaligus merasakan geli juga di perut mereka, karena bocah tampan kesayangan mereka itu bersikap lucu di mata mereka.


“Remember that, okay Papa? (Ingat itu, ya Papa?)”


Anthony menambahkan ucapannya.


“Okay My Young Lord. I will remember that –“


“I got my eye on you (Aku akan senantiasa mengawasimu)”


Anthony berkata lagi, sambil dua jarinya ia gerakkan dengan kode yang sesuai dengan perkataannya.


Menunjuk matanya sendiri, lalu Anthony menggerakkan dua jarinya itu ke arah wajah Putra dengan ekspresi Anthony yang sekali lagi terlihat lucu dan menggemaskan.


Dimana hal tersebut membuat orang-orang dewasa yang sedang berkumpul di ruang makan bersama Anthony itu, sontak langsung terkekeh bersama. Termasuk juga Putra, yang juga menyempatkan mengacak gemas rambut Anthony yang duduk di sampingnya itu.


***


“By the way, Putra ..”


Bruna lalu berkata selepas ia dan lainnya selesai terkekeh karena Anthony.


“What is it, Bru?”


Putra pun langsung menyahut.


“Ad was called last night, and he said all things doing well (Ad menghubungi semalam, dan dia bilang semua hal berjalan lancar) –“


“Is good, then –“


“And he asked are you going back to England right away, or let that everything at there to him? (Dan dia bertanya apakah kamu akan kembali ke Inggris secepatnya, atau menyerahkan semua hal disana padanya?)”


“I’ll come there right away (Aku akan kesana secepatnya)” jawab Putra atas ucapan Bruna. “Rectify (Ralat) ..” kata Putra lagi. “Not only me, but all of us will fly over to England right away (Tidak hanya aku, tetapi kita semua akan terbang ke Inggris secepatnya) ..”


🔵🔵🔵🔵🔵🔵


To be continue .......

__ADS_1


__ADS_2