
Happy reading.....
Indonesia....
“Can he try to make a fake of Rery’s will?. (Apa dia bisa memalsukan surat wasiat Rery?)” Bruna mengajukan pertanyaan.
“No. Rery was already enlist his will to the party concerned. Each already has a copy of it. Italy, Ravenna even England. (Tidak. Rery sudah mendaftarkan surat wasiatnya pada pihak yang terkait. Masing – masing sudah mendapatkan salinannya. Italia, Ravenna bahkan Inggris)” Jawab Addison.
“....”
“Jaeden power not that big to disturbing those concerned parties. (Kekuatan Jaeden tidak sampai sebesar itu untuk mengganggu pihak – pihak terkait tersebut). Not yet. (Belum)”
“But he won’t give up just like that. (Tapi dia tidak akan menyerah begitu saja)” Ucap Putra.
“Of course he won’t. (Tentu saja dia tidak akan menyerah begitu saja)”
Garret menimpali.
“But for now, I think he would quiet for a while for thinking the way according Rery’s will. (Tapi untuk saat ini, aku rasa dia akan diam untuk sementara waktu sehubungan dengan surat wasiat Rery)” Ucap Addison setelahnya.
“You were right, Ad. (Kau benar, Ad)”
“He must be more serious to his business for now. He can afford a bit money from there. He would not missed that”
“(Dia pasti akan lebih serius pada bisnisnya dulu saat ini. Dia bisa menghasilkan sedikit uang dari sana. Tak akan dia lewati)”
Damian bersuara, dan yang lain manggut – manggut.
“But still, he would not stopped to find the original of Rery’s will. (Tapi tetap saja, dia tidak akan berhenti untuk menemukan surat wasiat Rery yang asli)” Ucap Putra.
“Well, he must to feel mourn untill he die, because he will never found, nor get it. (Yah, dia harus berduka cita sampai dia mati, karena dia tidak akan pernah menemukan atau mendapatkannya)”
“And how if he cameback to Ravenna and try to break into Rery’s Mansion?. (Dan bagaimana jika kembali ke Ravenna dan mencoba untuk memaksa masuk ke Kediaman Rery?)” Tanya Bruna.
“Not this time. Dante protect Rery’s Mansion. I don’t know if Jaeden about who is Dante, but soon when he knows I don’t think he want try to mess up with Dante at Ravenna. (Tidak untuk saat ini. Dante yang melindungi Kediaman
Rery. Aku tidak tahu mengenai apakan Jaeden tahu siapa sebenarnya Dante, tapi segera setelah ia tahu kurasa dia tidak akan mau mencari keributan dengan Dante di Ravenna)”
“Hmm ..”
“Ya it’s true. Even Dante’s power only big at Ravenna, but if Jaeden came there and face him, the chance it’s fifty fifty for him to win. (Ya itu benar. Meskipun kekuatan Dante hanya sebesar Ravenna, tapi jika Jaeden datang dan menghadapinya, kemungkinannya adalah lima puluh lima puluh untuknya dapat menang)”
“And as we know, Jaeden such a coward who would not take that risk. (Dan seperti yang kita tahu, Jaeden adalah pengecut yang tidak akan berani mengambil resiko itu)”
“Yes, Indeed. (Ya, benar sekali)”
“He had a braveness came to Rery because he knows that he had a bigger power and backed up than Rery. (Dia punya keberanian mendatangi Rery karena dia tahu kalau dia punya kekuatan dan dukungan yang lebih besar dari Rery)”
“......”
“And now, the only backed up Jaeden’s has was dead! He only hold Yanni at Italy who backed him up. Maybe he will looking for another one at Italy to help him but still it takes more time”
“(Dan saat ini, satu – satunya dukungan yang Jaeden punya sudah mati!. Dia hanya punya Yanni di Italia sebagai sekutunya. Mungkin dia akan mencari lagi seorang sekutu di Italia untuk mendukungnya tapi tetap saja itu cukup membutuhkan waktu untuk Jaeden)”
__ADS_1
Putra dan empat orang lainnya manggut – manggut mendengarkan ucapan Addison.
“I am pretty sure that’s hard for him. People at Italy not that easy trusting ‘outside people’. Even Rery found that difficulties. (Aku sangat yakin itu sulit untuknya. Orang – orang di Italia sangat tidak mudah mempercayai ‘orang luar’. Bahkan Rery juga mengalami kesulitan itu)”
“Hmmm...”
“I will always look forward everything about Jaeden. But mean while, let us enjoy our new life here. (Aku akan selalu mengawasi segala hal tentang Jaeden. Tapi sementara itu, mari kita nikmati kehidupan baru kita disini)”
Addison merentangkan tangannya, mengajak para rekan yang kini adalah keluarganya, termasuk sang kekasih, Bruna, untuk mencoba santai sejenak. Termasuk juga si Manajer Restoran yang adalah salah satu orangnya Addison.
Kemudian mereka mengganti obrolan ke topik yang sedikit santai, sambil juga merencanakan apa yang akan mereka lakukan di tempat mereka sekarang ke depannya.
**
“Where were you all this time by the way Ad?. (Kemana saja kau selama ini, Ad?)” Tanya Putra.
“Ollolai” Sahut Addison.
“Why you didn’t come to Save House?. (Mengapa kau tidak datang ke Save House?)”
“I directly go to Ollolai right after I finish arranged funeral for Rery, Madelaine and the others. (Aku langsung pergi ke Ollolai tepat setelah aku mengurus pemakaman untuk Rery, Madelaine dan lainnya)”
“........”
“I met Dante there and told him everything. I believe you both will save Anth, even I feel worried that time. But what Rery was said when we planned to move here, he always want to preserve his Mansion at Ravenna”
“(Aku menemui Dante disana dan mengatakan semua padanya. Aku percaya kalian berdua akan menyelamatkan Anthony saat itu, meskipun aku juga merasa khawatir. Tapi Rery mengatakan kalau ia mau mempertahankan Kediamannya di Ravenna sebelum kita pindah kesini)”
“........”
“(Aku harus membuat diriku berada di bawah permukaan, berjaga – jaga jika mereka mengingatku. Bagaimanapun Yanni, saat itu, pernah melihatku di Pabrik. Jadi, aku minta Dante pergi ke Ravenna dan tinggal di Kediaman untuk mencari tahu segala hal sementara aku melakukan hal yang lain dan berpindah ke banyak tempat untuk menghindari resiko jika aku mengerjakan hanya dari satu tempat)”
“........”
“I cut out contact with Ravenna from few moments. And when I want to comeback at Ravenna, to check Save house also to pick you up, My Dear. Dante sent me message for not coming there because Yanni was came to take the Rery’s Mansion. And I went to Ireland, finding some people there who knows Rery and willing to help. Then I flight over here”
“(Aku memutuskan hubungan di Ravenna selama beberapa saat. Dan saat aku hendak kembali ke Ravenna untuk mendatangi Save House juga untuk menjemputmu, Sayangku. Dante mengirimkan pesan padaku untuk tidak datang kesana, karena Yanni hendak mengambil alih Kediaman Rery. Lalu aku pergi ke Irlandia, menemukan beberapa orang disana yang mengenal Rery dan bersedia membantu. Baru kemudian aku datang kesini)”
Addison berbicara panjang lebar.
"Hoping that I can meet again with all of you, also Anthony. (Berharap kalau aku dapat bertemu kalian lagi juga Anthony)"
“Then why didn’t you straigthly come here?. (Lalu mengapa kau tidak langsung datang kesini?)”
“Only me, Dami and Rery know about this place. (Hanya aku, Dami dan Rery yang tahu tentang tempat ini)”
“Hmmm...”
Bruna yang bertanya pun manggut – manggut.
“Uhum, I just remember the town name, and the country was his mom home land. . (Aku hanya ingat nama kotanya, dan negara ini adalah tanah kelahiran ibunya)”
Addison menunjuk Putra.
__ADS_1
“But where it exactly, No. Untill he informed me that he saw all of you. (Tapi dimana tepatnya, tidak. Sampai dia memberi informasi padaku kalau dia melihat kalian)”
“So you been stayed here right after you came to Indo?. (Jadi kamu sudah menetap di sini setelah kau sampai ke Indo?)” Tanya Damian.
Addison menggeleng.
“I just stayed for a week here, at one Hotel at town. (Aku baru tinggal disini satu minggu, di salah satu Hotel kota)”
“And before?. (Dan sebelumnya?)” Tanya Damian lagi.
“This country capital. (Ibu kota negara ini)”
Damian dan lainnya manggut – manggut.
“And how do you find us here?. From what I remember, me and Garret didn’t see any vehicle behind us when we cameback here from town”
“(Dan bagaimana kau menemukan kami disini?. Seingatku, aku dan Garret tidak melihat ada satupun kendaraan di belakang kami saat kami kembali dari kota)”
“Have you forgot that I’m smart, hem?. (Apa kau lupa kalau aku ini pintar, hem?)” Celoteh Addison.
“Cih!” Damian berdecih.
Addison terkekeh.
“I asked Con to write down your cars plate number and I searched where those cars were bought so I can get this address. (Aku suruh Con untuk mencatat plat nomor mobil kalian dan aku mencari tahu dimana mobil – mobil itu dibeli lalu aku mendapatkan alamat ini)”
“I admit you are that smart. (Kuakui kau memang sepintar itu)”
“No wonder why Rery put pen inside your pocket not a gun. (Tak heran itulah sebabnya Rery menyimpan Pena dalam kantungmu bukan senjata)”
“Hahahaha!!!”
**
Hari perlahan mulai larut, dan mereka yang tadi bercengkrama pun kemudian membubarkan diri untuk beristirahat. Pak Abdul dan keluarganya sudah disuruh lebih dulu beristirahat oleh Putra.
Addison ikut menginap di Villa, sementara orangnya yang bernama Con kembali ke kota bersama dua supir dan satu orang lainnya yang tadi datang bersama Addison.
Semua orang sudah bergegas menuju kamar mereka masing – masing.
“Control your voice Bruna. (Kendalikan suaramu Bruna)” Ledek Damian pada wanita muda itu, karena Addison akan tinggal di kamar yang sama dengan Bruna.
Dan ledekan Damian itu membuat Bruna serta tiga pria yang sudah bisa dibilang saudaranya itu terkekeh, karena mereka paham maksud godaan Damian pada Bruna, yang juga dimaksudkan pad Addison.
****
Putra sudah menggenggam knob pintu kamarnya untuk segera masuk, karena matanya juga memang sudah mengantuk.
Namun mata Putra kemudian terbuka lebar setelah memasuki kamarnya dan memastikan pandangannya karena lampu sedikit temaram.
Putra menyalakan lampu kamarnya agar lebih memastikan pandangannya.
Dan benar saja, Anthony tidak ada diatas ranjang dalam kamar Putra kini seperti saat sebelum ia meninggalkan Anthony tertidur disana.
__ADS_1
**
To be continue ..