LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 224


__ADS_3

Happy reading ....


And Enjoy!...


************


Putra dan Gadis dengan sabarnya menemani Anthony, yang meskipun bocah tersebut sudah berada di kamarnya.


Namun bocah tampan itu menolak untuk pergi tidur, karena Anthony bersikeras jika ia tidak mengantuk.


“Do you want me to read you a story book ( Apa kamu mau aku bacakan buku cerita ), Anthony?” tanya Gadis.


Anthony dengan segera menggeleng. “I already read and know the story book I have ( Aku sudah membaca dan tahu semua isi buku cerita yang aku miliki ), Mama.”


Jawaban Anthony itu membuat Gadis dan Putra mengulum senyumnya.


“I even memorized every part of it ( Aku bahkan hafal setiap bagiannya )..”


Anthony kembali berucap. Dan ucapannya kali ini membuat Gadis dan Putra mendengus geli.


“Then how about we’re looking another books in the workroom? (Lalu bagaimana jika kita melihat-lihat buku-buku lainnya di ruang kerja? ) ...”


Putra menawarkan.


Dan Anthony tersenyum lebar sembari mengangguk antusias.


Putra dan Gadis pun ikut tersenyum.


“You want me to get one for you, or you want to choose by yourself?”


“( Kamu ingin aku yang memilihkan nya untukmu, atau kamu ingin memilihnya sendiri?)”


Putra kembali menawarkan.


“I want to choose by myself (Aku ingin memilihnya sendiri), Papa..”


Anthony segera menyahut, dan Putra pun mengangguk mengiyakan.


“Alright ( Baiklah )..” ucap Putra.


“Ayo, Papa!”


Anthony segera meraih tangan Putra, dan mengucapkan ajakan dengan kata dari bahasa negeri yang ia tinggali.


“Ayo, Mama!”


Juga meraih tangan Gadis, agar kedua orang tua angkatnya itu ikut bersamanya.


“Wait Anth, we have to ask Mama whether she already feel sleepy ( Tunggu Anth, kita harus menanyakan Mama terlebih dahulu karena siapa tahu dia sudah mengantuk )”


“Ah you’re right, Papa..”


Anthony mengiyakan perkataan Putra.


Lalu Putra dan Anthony kompak menatap pada Gadis. “Are you feel sleepy already, Mama? ( Apa Mama sudah mengantuk? )..”


Anthony mendahului Putra untuk bertanya. Dan Gadis menggeleng seraya tersenyum.


“So you want to go with me and Papa to the workroom, Mama? ( Jadi Mama mau ikut denganku dan Papa ke ruang kerja? )”


Anthony bertanya lagi pada Gadis.


“Sure, why not? ( Tentu, kenapa tidak? )..”


“Tak apa jika kamu ingin pergi beristirahat duluan, Gadis. Tidak perlu memaksakan diri jika memang kamu sudah mengantuk ataupun lelah,” ucap Putra pada Gadis.


“Aku belum mengantuk kok, Putra,” sahut Gadis pada suaminya itu sembari ia tersenyum dan menggeleng tipis. Putra pun mengangguk kemudian.


“Ya sudah, ayo kalau begitu?..”


Putra meraih pergelangan tangan Gadis. Yang kemudian diarahkan untuk meraih tangan Anthony yang bebas.


Ketiga orang tersebut pun jalan dengan saling bergandengan dan bersisian menuju ruang kerja dalam Villa.


***


Di ruang kerja ternyata ada para orang tua angkat Anthony yang nampak sedang mengobrol disana, hingga membuat Anthony mencebik, merungut dan melayangkan protes kecilnya pada para orang tua angkatnya itu, termasuk juga Danny yang ada bersama Addison, Bruna, Damian dan Garret.


“You all ordered me to sleep, while you all are still wake up and chit-chatting ( Kalian semua menyuruhku untuk pergi tidur, sementara kalian sendiri masih terjaga dan mengobrol )..” protes Anthony, pada para orang dewasa yang kedapatan sedang bercengkrama di ruang kerja olehnya itu.


Dimana kesemua orang yang berada bersama Anthony saat ini pun langsung tersenyum lebar seraya mendengus geli pada si bocah tampan yang sedang merungut dan mengarah akan merajuk, dan mensedekapkan kedua tangannya itu.


“We’re not just do a chit-chat, Prince. We’re talking about some serious thing, you know? ( Kami tidak hanya sekedar mengobrol, Pangeran. Kami sedang membicarakan masalah yang serius, tahu? )..” Itu Damian yang menyahut, menanggapi protes kecilnya Anthony barusan.


Anthony pun manggut-manggut dengan ekspresi lucu.


“I see..”


Membuat mereka yang bersamanya lagi-lagi mendengus geli karenanya.


“Alright then, I will let you all continue talking.. I will look some books, and will comeback to my room right after I find an interesting book ( Baiklah kalau begitu, aku akan membiarkan kalian lanjut berbicara.. Aku akan mencari sebuah buku, dan akan langsung kembali ke kamarku jika aku sudah menemukan satu buku yang menarik )”


****


“Have you find a book that make you interested? ( Sudah menemukan buku yang kamu anggap menarik? )”


Itu Garret yang bertanya, setelah Anthony telah kembali mendekat pada para orang tua dan satu paman angkatnya itu.


Anthony pun mengangguk antusias, dan Gadis yang tadi menemani Anthony memilih buku bersama Bruna, hanya senyam-senyum saja berdua dibelakang Anthony.

__ADS_1


“What book? ( Buku apa? )..”


Gantian Putra yang bertanya.


“This ( Ini )..”


Anthony segera menunjukkan buku pilihannya dihadapan Putra dan para ayah serta satu paman angkatnya, yang langsung terperangah melihat buku pilhan Anthony.


Dan didetik berikutnya mereka mendengus geli.


Bagaimana para orang dewasa itu tidak terperangah dan mendengus geli, serta dua ibu angkat yang senyum-senyum karena buku pilhan Anthony.


Buku yang menjadi pilihan Anthony karena bocah tampan tersebut menganggap buku itu menarik, adalah buku yang menuliskan tentang penggambaran untuk menjadi seorang pria sejati.


“Are you sure that you want to read this book? ( Apa kamu yakin kalau kamu mau membaca buku ini? )..”


Putra kembali bertanya pada Anthony yang langsung mengangguk tanpa ragu.


“Of course I’m sure ( Tentu saja aku yakin ), Papa!”


“Do you understand what kind of book is it? ( Apa kamu paham itu buku tentang apa? )..”


Putra kembali bertanya, dan Anthony kembali mengangguk antusias.


“Sure I understand! ( Tentu saja aku paham! )”


Anthony kembali menjawab dengan yakin.


“This book is writing about how to become a high quality man with specific fundamentals.”


“( Buku ini menulis tentang bagaimana untuk menjadi pria sejati dengan hal-hal penting yang mendasarinya secara detail )”


Anthony menjawab dengan lugas.


“And since I want to be a superior man, so I need to read this book. Then I won’t be an haphazard man in future! ( Dan karena aku ingin menjadi pria yang unggul, jadi aku harus membaca buku ini. Maka aku tidak akan menjadi pria sembarangan dimasa depan! )”


“Oh Wow!”


“Such an amazing boy! ( Anak yang luar biasa! )”


“I think he’s a mid year men who trapped in a boy’s body! ( Aku rasa dia pria diusia pertengahan yang terperangkap di tubuh anak kecil! )”


Decakan kagum, berikut selorohan langsung saja terdengar dari para orang dewasa yang berada bersama Anthony saat ini.


Setelahnya mereka mengulum senyum dan terkekeh mendengar cerocosan Anthony tentang ia yang ingin menjadi seorang pria sejati.


“Alright Gentlemen, Ladies, I have found what I’m looking for, so you all may continue to discuss, while I will read this book and planning my future.”


“( Baiklah Tuan-Tuan, Nyonya-Nyonya, aku sudah menemukan apa yang aku cari, jadi silahkan kalian semua melanjutkan pembicaraan kalian, sementara aku akan membaca buku ini dan merencanakan masa depanku )”


Anthony berucap dengan lagak sok tua.


Bahkan Damian begitu gemas padanya, hingga ia dengan segera meraih tubuh Anthony, kemudian ia dekap dan ia gelitiki dengan gemasnya, dan membuat riuh tawa melingkupi ruang kerja tersebut.


**


“Come, let’s go back to your room.. you may read this book at there, or I read that for you ( Ayo, kita kembali ke kamarmu.. kamu bisa membaca buku ini disana, atau aku yang akan membacakannya untukmu )..” ucap Putra yang hendak berdiri dari duduknya.


Namun Anthony menggeleng. “No, Papa..” sahut Anthony. “I will read this book by myself ( Aku akan membaca buku ini sendiri ) .. beside, Papa should stay here to talk something important with all Daddies and Uncle Danny, right? ( lagipula, bukankah Papa harus tinggal disini untuk membicarakan hal penting bersama para ayah dan Paman Danny, iya bukan? )”


“I will accompany you first ( Aku akan menemanimu terlebih dahulu ), Anth.. then I get back here ( baru nanti akan kembali lagi kesini )” jawab Putra. Tapi Anthony menggeleng lagi.


“No need, Papa..”


“Anthony benar, Putra..”


Gadis menginterupsi.


“Kamu disini saja, jika kalian memang ingin membicarakan hal yang penting.”


Gadis menyambung ucapannya.


“Biar aku saja yang menemani Anthony sampai dia tertidur nanti.”


“Apa itu tidak apa-apa untukmu?..”


“Tidak masalah..”


Gadis tersenyum kecil.


“Ya sudah jika begitu..” ucap Putra.


“Aku permisi kalau begitu ya?..”


Gadis pamit undur diri pada Putra, lalu pada semua orang.


Anthony juga melakukan hal yang sama, dengan menambahkan memberi kecupan selamat malam pada para orang tua dan satu paman angkatnya.


“I’m sorry I can’t accompany you right now ( Maaf kalau aku tidak bisa menemanimu saat ini ), Gadis..” ucap Bruna dengan sedikit menyesal, karena ia juga harus ikut serta dalam pembicaraan yang cukup penting bersama suami dan empat orang pria lainnya dalam keluarga mereka itu.


“It’s okay, Bru..”


Gadis menyahut seraya tersenyum pada Bruna.


“Well, we excuse us then ( Kami permisi kalau begitu )”


Gadis yang sudah memegang bahu Anthony itu kemudian berpamitan pada mereka yang ada dihadapannya.


“Have a good rest ( Selamat beristirahat ), Gadis.”

__ADS_1


Semua orang yang berada di ruang kerja berucap hal yang sama pada Gadis.


“You too ( Kamu juga ), Anth,” juga berucap pada Anthony yang langsung manggut-manggut antusias.


“Good night everyonee!! ( Selamat malam semuaa!! )” seru Anthony sambil lalu. Gadis juga mengucapkan kalimat yang sama pada semua orang yang ada dihadapannya itu.


Putra menyertai Gadis sampai ke pintu ruang kerja.


“Jika Anth ingin tidur di kamar kita, biarkan saja ya?..”


Putra berucap pada Gadis sebelum istrinya itu meninggalkan ruang kerja.


Gadis pun mengangguk.


“Dan jika kamu juga sudah merasa mengantuk sebelum aku datang, maka tidurlah duluan,” ucap Putra lagi.


Kali ini Gadis menggeleng.


“Aku akan menunggumu, Putra.”


“Beristirahatlah jika memang sudah kamu rasa tubuhmu letih, Gadis. Jangan memaksakan diri..” jawab Putra.


Gadis tersenyum tipis.


“Aku harus memaksakan diri, karena sekarang ini aku hanya punya waktu sebentar saja dengan suamiku.”


Tangan Gadis juga terulur ke wajah Putra yang ia sentuh dengan lembut. Membuat Putra menampakkan senyumnya pada Gadis, sebagaimana sang istri yang sedang tersenyum padanya itu.


“Aku tidak akan lama..”


Putra mengecup pipi Gadis setelah ia berucap barusan.


Gadis pun mengangguk dan tersenyum pada suaminya itu.


Setelahnya Gadis berlalu dari hadapan Putra, dan menyusul Anthony yang sudah lebih dulu berjalan mendahuluinya.


**


Putra segera kembali bergabung bersama Addison, Bruna, Damian, Garret dan Danny berada sepeninggal Anthony ke kamarnya, dengan Gadis yang menemaninya.


“I’ll call Hiz ( Aku akan menghubungi Hiz )” ucap Putra, setelah sedikit ia dan mereka yang bersamanya itu berbicara. “I just called Vader moment ago ( Aku hanya baru sempat menghubungi Vader )..”


“And after that, I think we need to discuss more about who’ll go with you ( Dan setelah itu, aku rasa kita perlu membicarakan lagi mengenai siapa yang ikut denganmu ), Putra..”


Addison berbicara.


“There’s nothing more we should talk about it ( Tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan mengenai itu ), Ad..”


Putra menyahut.


“But I don’t want just to sit here ( Tapi aku tidak ingin hanya duduk diam disini )” ucap Addison.


“As I ever said, What you are going to do here while me, Dami and Garret go, is for the life sustainability of this family ( Seperti yang sudah aku katakan, apa yang akan kau lakukan disini sementara aku, Dami dan Garret pergi, itu demi kelangsungan hidup keluarga ini )..” tukas Putra.


“Indeed ( Benar )”


Damian dan Garret serta Danny pun mengiyakan apa yang Putra ucapkan barusan.


Termasuk juga Bruna, yang manggut-manggut lalu merangkul bahu suaminya.


Sementara Addison sendiri akhirnya berkesah, menghela nafas pasrah.


“All of us obviously will try to make our life stay in our body. But, we also must on the qui vive ( Kami semua tentu akan berusaha untuk membuat nyawa kami tetap berada di tubuh kami. Tapi, kita juga tetap harus berjaga-jaga ) ..”


Putra lanjut berbicara.


“Remember, Anth, and this family ( Ingat, Anth, dan keluarga ini )”


Putra menegaskan.


Addison pun mengangguk pada Putra yang menatapnya, dimana Addison paham maksud perkataan Putra.


“Now, I will call Hiz ( Sekarang, aku akan menghubungi Hiz )”


Putra kemudian bangkit dari duduknya untuk masuk ke dalam ruang rahasia, dimana ada telepon ber-saluran rahasia juga yang memang sudah diadakan dari sejak Villa itu dipersiapkan ketika mereka masih di Ravenna, dan Rery masih hidup.


“Are you going to call Accursio too? ( Apa kau juga akan menghubungi Accursio? )..” tanya Garret dan Putra terdiam sejenak. Tak lama Putra mengangguk pelan.


“Ya I will call him too ( Iya aku juga akan menghubunginya )” ucap Putra. “I’ll call him first then I call Hiz after ( Aku akan menghubunginya terlebih dahulu baru kemudian aku akan menghubungi Hiz )..”


Putra kemudian hendak melanjutkan langkahnya, namun urung lagi karena Damian bersuara.


“Isn’t Rery ever warned you about that guy from Sicilia? ( Bukankah Rery pernah memperingatkanmu tentang pria dari Sisilia itu? )..” ujar Damian, dan Putra segera mengangguk.


“Rery just warned me for not getting to close with him, since he’s a brutal man when he vanished all people who he thought that obstruct his way. Once he came to a place where his enemy are there, he won’t feel hesitated, to vanish all people who in the same place with his enemy. Indiscriminate. And Rery don’t want me to become too brutal like Accursio. Also Rery didn’t like him for his drugs business. But however, he’s still my brother under Vader, same as loyal as me to him. And for now, he can count on.”


“( Rery hanya memperingatkanku untuk tidak terlalu dekat dengannya, karena dia adalah orang yang brutal dalam menghabisi semua musuh-musuhnya yang ia rasa menghalangi jalannya. Tanpa pandang bulu. Sekali dia datang ke sebuah tempat dimana ada musuhnya disana, dia akan menghabisi semua orang yang berada di dekat musuhnya itu. Tanpa pandang bulu. Dan Rery tidak ingin aku menjadi sebrutal Accursio. Juga Rery tidak menyukainya atas bisnis obat-obatan terlarang yang Accursio lakukan. Tapi bagaimanapun, dia tetap saudaraku yang sama-sama dididik oleh Vader, sama setianya padaku ke Vader. Dan saat ini, kita dapat mengandalkannya )”


Putra bicara panjang lebar.


“He might brutal outside, but I know him as person. He’s a loyal brother for me however ( Kelakuannya mungkin sangat brutal , tetapi aku mengenalnya secara pribadi. Dia saudara yang setia pada kenyataannya terhadapku )”


**


To be continue..


Jangan lupa tinggalkan jejak pada karya ini jika memang berkenan.


Terima kasih masih setia.

__ADS_1


__ADS_2