
Happy reading ....
***************
Pada suatu waktu ..
Dimana beberapa orang sedang berbicara dalam sebuah ruang kerja sebuah Villa.
“Then, what’s your plan? ( Lalu, apa rencanamu? ) ..”
“Make him curious then he will very eager to come to Ravenna right away ( Membuatnya merasa penasaran dan dia akan memiliki keinginan besar untuk datang ke Ravenna dengan segera ).”
“How? ( Bagaimana caranya? )”
“Make him know that I’m still alive ( Membuatnya mengetahui jika aku masih hidup )”
“Us too? ( Begitu juga dengan kami? )”
“No. Just me ( Tidak. Hanya aku )”
“Then it means that you will accidently indicate yourself when we arrived at Ravenna? ( Itu berarti kau akan sengaja menunjukkan dirimu saat kita sampai di Ravenna? ) ..”
“Isn’t it quite risky?. Considering if that mot***fuc**r has put someone who be ready to chase you?.”
“( Tidakkah itu beresiko?. Menimbang jika keparat itu sudah menempatkan satu orang yang siap untuk mengejarmu? )”
“He is has someone that he put to watch Rery’s Mansion in Ravenna, since we killed Yanni ( Dia sudah pasti menempatkan seseorang untuk mengawasi Mansion milik Rery di Ravenna, sejak kita membunuh Yanni ) ..”
“I bet he is ( Aku yakin begitu ) ..”
“Only we don’t really pay attention about the person.”
“( Hanya kita tidak menaruh perhatian tentang orang yang ditempatkan untuk mengawasi itu )”
“Could be one of Dante’s is that mot***fuc**r’s man ( Bisa saja salah seorang dari anak buah Dante adalah orangnya keparat itu ) ..”
“Could be ( Bisa saja )”
“....”
“But as long as we never made any communications with Dante all this time\, even that mot***fuc**r’s man is near with Dante\, he won’t know that Dante is one of us.”
“( Tapi selama kita tidak pernah berkomunikasi dengan Dante selama ini, meskipun ada orang suruhan keparat itu yang berada didekat Dante, orang itu tidak akan tahu jika Dante bagian dari kita )”
“But if we came to Ravenna\, that mot***fuc**r’s person will soon know and he will fastly give that information to his Boss.”
“( Tapi jika kita datang ke Ravenna, orang suruhan si keparat itu akan tahu dan dia pasti akan secepatnya memberikan informasi pada si keparat Jaeden )”
“That’s what I want ( Itu yang kumau )”
“Thought that we will destroy all things that he already built and has in England first ..”
“( Aku pikir kita akan menghancurkan dulu segala hal yang telah dia bangun dan miliki di Inggris ) ..”
“That’s also what I want ( Itu juga yang aku mau )”
“???”
“How can we be in the same place at once? ..”
“( Bagaimana kita bisa berada di satu tempat dalam waktu yang bersamaan? )”
“Of course we can’t ( Tentu saja kita tidak bisa )”
“Then? ( Lalu? ) ..”
“We just will be in one place.”
“( Kita hanya akan berada di satu tempat )”
“....”
“England ( Inggris )”
“If you just create a rumour\, you think that mot***fuc**r’s man will tell Jaeden about your presence at Ravenna without seeing you?”
“( Jika kau hanya menciptakan rumor, apa kau pikir orang suruhannya akan mengatakan pada Jaeden tentang kehadiranmu di Ravenna tanpa melihat dirimu? )”
“He will ( Pasti dia akan memberitahu )”
“Without his guy seeing you\, I don’t think that mot***fuc**r will decide to come to Ravenna that soon ( Tanpa orang suruhannya melihat dirimu\, aku rasa si keparat itu tidak akan memutuskan untuk datang ke Ravenna dengan cepat )”
“He will fastly come to Ravenna ( Dia akan datang dengan cepat ke Ravenna )”
“What makes you so sure? ( Apa yang membuatmu begitu yakin? ) ..”
“Let me talk to Accursio and Hiz first, then I tell you guys everything about my plan ( Biar aku menghubungi Accursio dan Hiz terlebih dahulu, setelahnya aku akan memberitahukan kalian semua tentang rencanaku ) ..”
****
“Sio....”
“Ah Putra! Fratello Mio ( Saudaraku )”
--Percakapan berlangsung dalam bahasa Italia yang authornya Indonesiakan yawgh—
“Apa kabarmu, Sio?....”
__ADS_1
“Tentu saja baik, seperti selalunya!”
“Masih menjadi ba**ngan?”
“Hahaha.... tentu saja masih!”
“Hem, senang mendengarnya kalau begitu.”
“Hahaha....”
“Kau terdengar sangat senang sekali.”
“Tentu saja aku senang dapat berbicara kembali dengan saudara seperjuanganku!”
“Cih! Berlebihan sekali!”
“Hahaha....”
“Lagipula, aku ingin menyambung kembali tali persaudaraan kita, Putra.”
“Niatmu sungguh terdengar mulia.”
“Hahaha....”
“....”
“Ngomong-ngomong, bagaimana kabarmu sendiri, Putra?”
“Cukup baik untuk membunuh seseorang.”
“Ho, I Nero Fuoco sudah kembali berkobar, huh?”
“Selama ini masih berkobar, hanya sedikit meredup.”
“Rery berhasil menjadikanmu orang baik, ya?”
“.. tidak sebaik itu....”
“Bagaimanapun, aku turut berbelasungkawa atas apa yang menimpa Rery dan istrinya, juga orang-orang kalian yang tewas bersama keduanya di Ravenna....”
“Terima kasih atas belasungkawa mu, Sio.”
“Ya. Sama-sama.”
“....”
“Meskipun Rery tidak menyukaiku –“
“Rery bukan tidak menyukaimu, dia hanya tidak menginginkanku menjadi ba**ngan sepertimu.”
“Tapi beruntung anak lelaki Rery berhasil kau selamatkan dan bersama denganmu sekarang. Vader sangat mensyukuri itu.”
“Ya akupun begitu.”
“Jadi, apa yang bisa aku lakukan untukmu?”
“Bersemangat sekali untuk membantuku, huh?”
“Haha.... bagaimanapun kau kan saudaraku.... lagi pun aku berhutang nyawa padamu.”
“Kalau begitu, jika aku memintamu untuk mempertaruhkan nyawamu guna membayar hutangmu itu padaku, bagaimana?”
“Hmm....”
“....”
“Katakan kalau begitu, apa yang kau ingin aku untuk lakukan?”
“Pertama, aku butuh senjata. Dengan jumlah yang cukup banyak, senjata besar terutama.”
“Anggap saja itu sudah siap.”
“Persiapkan untukku semua itu di Salisbury.”
“Kau bukannya akan ke Ravenna dan menyambut saudara angkat Rery disana?”
“Aku belum selesai bicara....”
“Oke, oke, maafkan aku kalau begitu.”
“Kau masih ingat di Salisbury bagian mana kau akan menempatkan apa yang aku minta padamu bukan?”
“Tentu saja.”
“Baik. Lakukan pengiriman secepatnya dalam minggu-minggu ini, karena aku ingin semua senjata itu ada saat aku tiba disana.”
“Baik. Lalu? Butuh anak buah?”
“Tentu.”
“Berapa banyak?”
“Aku tidak butuh banyak, tapi kirimkan yang terbaik.”
“Oke. Lalu apalagi? Kau katakan tadi kau akan memintaku untuk melakukan hal yang mempertaruhkan nyawaku?”
“Mengenai hal itu, aku ingin kau....”
__ADS_1
***
“Hiz ...”
“Ah Putra!, I’ve been waiting for your call! (Ah Putra! Aku sudah menunggu telepon darimu!)”
“Any latest news Hiz? (Ada info terbaru Hiz?)...” tanya Putra.
“Not yet\, that mot***fuc**r seems still busy preparing the celebration that he wants to held (Belum\, si keparat itu sepertinya masih sibuk menyiapkan perayaan yang ingin dia adakan)”
“I see (Begitu ya) ....” sahut Putra.
“Hmm ...”
“Hiz, have you ever met or see Freya all this time? ( Apa kau pernah bertemu atau melihat Freya selama ini? )”
“No. Why? ( Tidak. Kenapa? )”
“I feel something not right about her ( Aku merasakan sesuatu yang kurang baik tentangnya )”
“You mean Jaeden being rude to her? ( Maksudmu Jaeden berlaku kasar padanya? )....”
“That’s what I want to know ( Itu yang ingin aku ketahui )”
“Well. It’s quite hard for me to see into Kingsley Mansion, you know?....”
“( Yah, itu sedikit sulit untukku masuk ke dalam Mansion nya Kingsley, kau tahu bukan? )....”
“Ya I know about it ( Ya aku tahu itu )”
“Are you going to safe her? ( Apa kau bermaksud untuk menyelamatkannya? )....”
“We’ll see about it ( Kita lihat saja soal itu nanti ), Hiz....”
“....”
“Whether I save her, even if I killed Jaeden, Freya will be automatically free. Or I killed her ( Antara aku akan menyelamatkannya, meski saat aku telah membunuh Jaeden, Freya akan bebas secara otomatis. Atau aku membunuhnya )....”
“You mean you feel suspicious on her? ( Maksudmu kau mencurigainya? )....”
“Kind of ( Kira-kira seperti itu )....”
“So, you will come to Ravenna, then make Jaeden come there, and you’ll put someone here to find out something about Freya?.... like that? ( Jadi, kau akan datang ke Ravenna, lalu membuat Jaeden datang kesana, dan kau akan menempatkan seseorang disini untuk menyelidiki tentang Freya?.... seperti itu? ) ....”
“Like that ( Seperti itu )....”
“Got it ( Aku paham ) –“
“But not exactly like that ( Tapi tidak tepat seperti itu )....”
“Now I can’t get what you said ( Sekarang aku tidak paham maksud perkataanmu )”
“Men I send to see about Freya, is on the way to England ( Orang yang akan aku suruh untuk mengawasi Freya, sudah dalam perjalanan menuju Inggris ) .... “
“....”
“And I want you, to prepare everything just like what I will tell to you, as capable as you are ( Dan aku ingin kau, menyiapkan segala hal yang akan aku katakan padamu, semampumu )....”
“Okay.”
“Because change plan ( Karena rencana berubah ) , Hiz....”
“Tell me ( Katakan padaku )....”
“I’m coming to England\, while that mot***fuc**r is coming to Ravenna ( Aku akan datang ke Inggris\, saat keparat itu pergi ke Ravenna )....
***
Beberapa saat kemudian ..
“So\, what's your plan consider if that mot***fuc**r’s man only hear a rumor about your presence at Ravenna without seeing you? ( Jadi\, apa rencanamu sehubungan jika orang suruhan si keparat itu hanya mendengar rumor saja tentang keberadaanmu di Ravenna tanpa melihatmu? )....”
“And make you feel so sure, if Jaeden will come fastly to Ravenna just because the rumor? ( Dan apa yang membuatmu menjadi sangat yakin, jika Jaeden akan segera datang hanya karena rumor itu? )”
“That mot***fuc**r’s is so naive\, I’m sure. He must be curious on me\, due the Rery’s will ( Keparat itu sangat naif\, aku yakin. Dia pasti penasaran padaku\, mengenai surat wasiat Rery )”
“And? ( Dan? )....”
“And I will not make just a rumor brothers! I’ll make that mot***fuc**r’s man see me at Ravenna while we’re off to England ( Dan aku tidak hanya akan membuat sebuah rumor wahai para saudara lelakiku! Aku akan membuat orang suruhan si keparat itu melihatku di Ravenna saat kita pergi menuju Inggris )....”
“How? ( Caranya? )”
***
Percakapan Putra dan Accursio sebelumnya, dalam bahasa Italia yang telah di Indonesiakan tentunya yah.
Harap maklum.
😁
“Kau katakan tadi kau akan memintaku untuk melakukan hal yang mempertaruhkan nyawaku?”
“Mengenai hal itu, aku ingin kau yang mirip denganku ini, menjadi aku. Lalu kau datang ke Mansion milik Rery yang berada di Ravenna....”
***
To be continue....
__ADS_1