LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 35


__ADS_3

Happy reading .....


▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪


“Tuan sendiri sudah pernah bertemu dengan Suster Gadis?”


“Iya sudah”


“Bagaimana menurut Tuan? Suster Gadis cantik sekali bukan?”


“Cantik itu relatif menurut saya” Ucap Putra bijak.


Suster Neni pun tersenyum.


“Tuan Putra, saya tinggal dulu sebentar ya”


“Tentu, silahkan”


Putra mempersilahkan Suster Neni yang sudah beranjak dari tempatnya karena ada seseorang yang datang ke meja saat pertama dia duduk tadi.


***


“I wonder, why you really like this nurse, Anth? (Aku penasaran, mengapa kamu begitu menyukai perawat ini, Anth?)"


Damian mengajak Anthony berbicara sembari menunggu kedatangan perawat yang amat disukai oleh bocah itu.


“Is she beautiful? (Apa dia cantik?)” Tanya Damian.


Anthony mengangguk. Damian juga menarik sudut bibirnya.


“Girlish!... (Genit! ..)” Goda Damian pada Anthony.


Anthony lagi – lagi tersenyum sementara Putra, Addison, Bruna dan Garret terkekeh kecil.


“And from who he learn that if not from you, Dam? (Dan dia itu belajar dari siapa kalau bukan darimu, Dam?)”


Putra menggumam seraya mengejek Damian yang kemudian membuat mereka  terkekeh lagi.


Tak lama Suster Neni kembali hendak bergabung dengan Putra dan lainnya.


Disaat yang bersamaan seorang perawat yang berada didalam ruangan dan sempat menyapa Anthony kemudian terdengar berseru.


“Diiiss! Udah ditunggu sama lima laki – laki tampan nih kamuu!!!”


Perawat itu sumringah sendiri.


“Ga-dis ....” Ucap Anthony seraya turun dari pangkuan Putra dan langsung berlari ke arah sosok yang ditunggunya itu sudah datang.


Membuat Putra yang terkesiap itu akhirnya menoleh ke arah Anthony berlari, begitupun empat saudaranya.


Lima orang yang menemani Anthony spontan berdiri.


Terdengar suara selembut beledu yang menyapa Anthony dari arah pintu masuk ruangan khusus para perawat yang terbuka lebar.


“My oh my .. (luar biasa ..)”


Damian sampai berdecak kagum ketika seorang perawat wanita datang ke tengah – tengah dirinya yang bersama empat saudaranya dengan menggendong Anthony dengan tersenyum cantik.


Addison, Bruna dan Garret sama terkagumnya seperti Damian, namun baru hanya memuji dalam hati. Tidak seperti Damian yang memang tidak pernah bisa menutupi sikapnya kalau dihadapan wanita cantik.


“Is she, Gadis? (Ini dia, yang bernama Gadis?)” Damian yang dengan cepat mendekat pada Putra itu langsung berbisik di telinga Putra dengan antusias dan mata Damian tak berpaling dari Gadis.


“Hem” Sahut Putra dengan cepat juga. “Behave (Jaga sikap)” Gumamnya pelan pada Damian yang kemudian terkekeh kecil. Sementara Putra menunjukkan senyum keramahannya pada Gadis.


Lain Damian, lain tiga orang lainnya yang kasak – kusuk tak jauh dari Putra dan Damian.


“Did you see what I see?. Or I have an disorder at my eyes? (Apa kalian melihat apa yang kulihat?. Atau aku memiliki gangguan pada mataku?)”


Garret berbisik didekat Bruna dan Addison.


“Is this just my feeling, or someone is falling? (Apa hanya perasaanku saja, atau seseorang akan mulai jatuh pada sesuatu?)”


Bruna yang berdiri di apit oleh Addison dan Garret itu berbisik. Ketiganya terkekeh tertahan. Damian yang sedikit heran pada tiga orang tersebut, mengkode ada apa dengan mata dan gerakan kepalanya pada tiga orang yang kasak – kusuk tak jauh darinya dan Putra itu.

__ADS_1


“Halo Tuan Putra, apa kabar?”


Gadis menyapa Putra dengan ramah.


“Tuan Putra?”


“Ehem!"


“Ah!.... Ya?”


Putra terkesiap saat Addison sengaja berdehem karena Putra nampak melamun.


Disaat yang sama Anthony menyentuh pipi Putra, lalu Putra menoleh padanya dengan tersenyum tetapi nampak Putra sedikit kikuk.


Tiga orang yang tadi kasak – kusuk itu masih menahan untuk tidak terkekeh, bahkan Bruna melipat bibirnya untuk menahan geli melihat sikap Putra yang nampak salah tingkah itu.


Sebagai cara untuk menahan kekehan, ketiganya mesam – mesem hingga membuat Damian yang penasaran mendekat pada Garret, Bruna dan Addison lalu langsung bertanya ada apa.


Disaat yang sama Putra yang terlihat kikuk itu menjawab sapaan ulang dari Gadis padanya. Addison lalu berbisik pada Damian tentang apa yang dia dan Garret serta Bruna bicarakan barusan.


“I guess you guys are right, look how awkward he is now (Kurasa kalian benar, lihat betapa kikuk nya dia sekarang)”


Damian terkekeh kecil.


Dan kali ini Putra sepertinya menyadari kalau empat orang saudaranya itu sedang kasak – kusuk, entah tentang hal apa.


Mata Putra sedikit menelisik pada empat orang yang sedang mesam – mesem itu, namun kemudian ia memperkenalkan keempatnya pada Gadis yang masih menggendong Anthony.


Putra meraih Anthony agar Gadis leluasa untuk berjabat tangan dengan ke empat saudaranya itu, kemudian mempersilahkan orang – orang yang bersama Anthony itu untuk dudu kembali dan Gadis ikut mengambil tempat di sofa single yang tadi diduduki Suster Neni.


“Maaf jika kedatangan kami mengganggu waktu kerja anda. Hanya saja Anth sangat ingin bertemu dengan anda, Nona Gadis”


Putra buka suara.


‘Sepertinya hari ini dia lebih cantik daripada hari lalu..’ Batin Putra sambil curi – curi pandang memperhatikan Gadis yang kini sedang memangku Anthony yang nampak sangat senang.


Gadis menunjukkan senyumnya. “Saya sama sekali tidak merasa terganggu, Tuan Putra” Ucap Gadis dengan suaranya yang selembut beledu itu. “Saya malahan merasa senang dapat bertemu dengan Anthony kembali” Sambung Gadis.


Gadis menoleh pada Putra lalu menatap sopan pada ke empat orang lainnya, kemudian beralih pada Anthony.


“Y-es I’m happy, Gadis (Iya aku senang, Gadis)” Sahut Anthony sembari menunjukkan senyumnya.


“Kamu benar – benar menggemaskan Anthony” Gadis meraih kedua pipi Anthony yang ia cubit dengan gemas lalu Gadis goyangkan pelan kemudian mendekatkan wajahnya pada Anthony hingga hidungnya sedikit bersinggungan dengan hidung kecil nan mancung milik Anthony.


‘Lucky Anth .. (Beruntungnya Anth ..)’ Batin Putra berkata dengan spontan.


“Ga-dis, beautiful.. (Ga-dis, cantik ..)”


Ucapan Anthony membuat Gadis tertawa kecil.


‘Even her giggles sounds crispy (Bahkan tawa kecilnya terdengar renyah)’


“Remember to blink Putra (Jangan lupa berkedip Putra)” Gumaman Damian yang didengar oleh Putra membuatnya terkesiap.


Hingga Putra langsung mendelikkan matanya pada Damian yang kemudian cekikikan bersama tiga orang lainnya yang cekikikan juga pada akhirnya.


**


“Sepertinya kami semua akan berpamitan”


Putra yang beberapa waktu terlibat obrolan bersama Suster Neni dan satu suster lainnya yang kemudian ikut bergabung untuk mengobrol bersama mereka, dengan Putra dan Gadis yang terkadang menjadi penerjemah pun bersuara.


“Baiklah Tuan Putra. Sayang sekali saya masih harus bekerja sampai beberapa jam kedepan, padahal saya masih ingin bermain dengan Anthony”


Putra menampakkan senyumnya. “Aku rasa pun Anthony juga merasa hal yang sama denganmu. Ehem. Dengan anda, maksudku ..” Putra membasahi bibirnya.


“Terima kasih sudah menyempatkan datang”


“Kami yang seharusnya berterima kasih padamu-anda, Nona Gadis”


Gadis pun menunjukkan senyumnya kembali. Senyum yang sudah mulai membuat satu relung hati mulai merasa tak nyaman.


Kemudian Gadis pun mengangguk dan Putra berdiri, hendak mengangkat Anthony dari pangkuan Gadis. Namun sayangnya Anthony menolak.

__ADS_1


“Anth, Gadis has to work. We disturb her (Gadis harus bekerja. Kita sudah mengganggunya)” Ucap Putra dengan lembut pada Anthony. Anthony tetap menolak dengan masih tidak mau beranjak dari pangkuan Gadis.


“Your Papa was right, handsome. I have to work (Papa kamu benar, tampan. Aku harus bekerja dulu)”


Gadis membantu Putra untuk membujuk Anthony yang kemudian menatapnya.


“There are – a lot of sick people here, and I have to take care of them first (Ada banyak – orang sakit disini, dan aku harus mengurus mereka terlebih dahulu)”Gadis menjelaskan.


“I-can help .. (Aku-bisa membantu ..)”


Anthony memberikan tatapan ketulusannya pada Gadis yang membuat semua orang dewasa didekatnya makin gemas pada bocah tersebut.


“How sweet.. (Manisnya) ....”


Gadis kembali menangkup pipi Anthony sekali lagi dan menggoyangkannya pelan.


“I really appreciate it, thank you Anthony (Aku sangat menghargainya, terima kasih Anthony)”


“....”


“But, I already have a lot of friends of nurse here (Tetapi, aku sudah punya banyak teman perawat disini)”


“....”


“They can lose their job, if you help (Mereka bisa kehilangan pekerjaan nanti, jika kamu membantuku)”


“....”


“And... if their lose their job, they can’t have money for their family .. (Dan.. jika mereka kehilangan pekerjaan, mereka tidak bisa punya uang untuk keluarga mereka..)” Lanjut Gadis.


“....”


“Do you.. Do you.. (Apa kamu.. apa kamu..)”


Gadis menggigit bibir bawahnya sendiri, seperti sedikit menjadi salah tingkah dengan menunjukkan raut wajah yang nampak kikuk.


Lalu Gadis terdengar meringis.


“Fuh, bahasa Inggris aku ini masih terbatas”


Gadis terdengar menggerutu dengan pelan. Suster Neni dan satu rekannya terkekeh kecil karena Gadis kemudian menoleh pada mereka.


“Lama – lama lidahku terbalik nanti” Ucap Gadis sembari menunjukkan wajah konyol nan putus asa pada dua temannya itu. Lalu kembali lagi menoleh pada Anthony. “Untung saja kamu begitu menggemaskan Anthony”


“Y-ou haven’t finish talking to me Gadis .. (Ka-mu belum melanjutkan bicara padaku Gadis..)” Ucap Anthony.


Gadis membuka mulutnya, menarik sudut bibirnya sembari memandang pada  Anthony, dan sedang terkekeh geli sendiri dalam hatinya.


“Wh-at do you want to say? (Kamu mau bilang apa tadi?)” Tanya Anthony polos, tidak paham kalau sebenarnya Gadis sedang berusaha mengingat beberapa kata dalam bahasa Inggris dan mencoba merangkainya didalam otak cantiknya agar lidahnya bisa melanjutkan ucapannya yang terjeda itu.


‘Ya Tuhan, anak ini selain tampan, mengapa dia mampu mengingat kalau aku tadi hendak berbicara tapi tidak jadi?’ Batin Gadis. ‘Sepertinya sepulang kerja nanti aku harus mencari buku percakapan bahasa Inggris yang lebih lengkap di G Kolff & Co agar aku tidak malu sendiri seperti sekarang’


“Jika boleh tahu, tadi kamu hendak mengatakan apa pada Anthony?” Putra yang sedikit menangkap sepertinya Gadis sedang lupa perbendaharaan kata, mencoba menolongnya. Karena Anthony itu memang seorang pengingat yang baik.


Dan Putra mendengarkan keluhan Gadis pada dua rekannya tadi.


“Itu Tuan Putra .. aku mau bilang apa Anthony tega jika para perawat disini kehilangan pekerjaannya karena dia membantuku nanti”


Gadis terkekeh kecil dan menunjukkannya pada Putra. Perawat cantik itu sepertinya geli sendiri pada dirinya. Membuat Putra entah kenapa sering sekali menarik sudut bibirnya hingga menciptakan lengkungan senyum diwajahnya hari ini. Terlebih setelah bertemu dengan perawat bernama Gadis itu hari ini.


‘She looks so adorable if she chuckle like that (Dia terlihat sangat menggemaskan jika terkekeh seperti itu)’


Lalu Putra mengatakan pada Anthony apa yang ingin Gadis sampaikan pada bocah tersebut hingga akhirnya Anthony mengangguk.


“I’m sorry Anthony, I’m  not too smart, so my English is not good (Maaf ya Anthony, aku tidak terlalu pintar, jadi bahasa Inggrisku tidak bagus)”


“Pa-pa Putra can teach you Gadis (Papa Putra bisa mengajarimu Gadis)” Ucap Anthony dan Putra tersenyum saat Anthony menoleh padanya.


Gadis juga tersenyum sambil mengangguk pada Anthony.


“Pa-pa Putra likes you (Pa-pa Putra menyukaimu)”


“Uhuk! Uhuk!”

__ADS_1


*


To be continue ....*


__ADS_2