LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 340


__ADS_3

Happy reading.....


******************


London, Inggris ....


Di salah satu bagian sebuah Hotel terkenal di London, dimana ketegangan antar orang seorang yang sedang saling berhadapan-berlangsung sudah sejak beberapa saat yang lalu. Dan masing-masing bersikukuh dengan argumen mereka.


Saling menyerang dengan ucapan santai namun sedikit tajam dan memojokkan, serta saling menguatkan pernyataan yang keluar dari mulut masing-masing yang didasari dengan bukti, dimana keduanya masing-masing mempertahankan argumen berdasarkan bukti-bukti yang mereka punya-yang mana baik bukti maupun keterangan yang dicetuskan oleh kedua belah pihak itu berbeda.


Satu pihak nampak tetap santai, sementara satu pihak lain sudah nampak tegang dan gusar. Setelah pihak lawan yang hanya terdiri satu orang namun nampak kemudian bermunculan orang-orang di belakangnya dengan perawakan seperti pengawal pribadi.


“.. Rery renew that will and pointed two person as his successor. His son, Anthony Christensen Kingsley Smith .... and Putra Patrick Vinson Junior which already legalized by having name of Kingsley Smith behind his name, officially.”


“(.. Rery memperbaharui surat wasiat tersebut dan telah menunjuk dua orang sebagai penerusnya. Anak lelakinya,  Anthony Christensen Kingsley Smith .... dan Putra Patrick Vinson Junior yang sudah dilegalkan memiliki nama Kingsley Smith dibelakang namanya, secara resmi )”


Pernyataan Hizkia dengan begitu yakinnya.


“And I have the real documents of that two wills ( Dan aku memiliki dokumen asli dua surat wasiat tersebut ) –“


Hizkia tersenyum penuh arti.


“Putra Patrick Vinson Junior was dead because he was live with Rery Kingsley Smith at Italy, which were slayed at there ( Putra Patrick Vinson Junior telah tewas karena dia hidup bersama dengan Rery Kingsley Smith di Italia, dimana ia dibantai disana )”


Lalu ucapan lantang keluar dari pria si pemilik acara, yang wajah gusar dan tak senangnya kian kentara.


Dimana pria itu menatap Hiz dengan sangat tajam, begitu juga gurat ketidaksenangan dan tak terima dari mereka yang berdiri di belakang pria pemilik acara konferensi pers tersebut.


Lalu suasana mulai lagi diselimuti keriuhan dari para jurnalis dan reporter, yang saling lempar tatap dengan rekan satu nama media ataupun dengan rekan sesama jurnalis dan reporter ---- lalu memperhatikan dua orang yang sedang adu argumen di hadapan mereka tersebut, dengan tangan yang sigap menulis hal yang dirasa menarik untuk menjadi berita utama dalam surat kabar tempat mereka bekerja.


***


“What left of Kingsley Smith’s family and colleague are everyone that present here, and rest of them will come soon ( Apa yang tersisa dari keluarga dan kolega Kingsley Smith adalah mereka yang hadir disini, dan sebagian lagi akan segera datang ) –“


Pria si pemilik acara itu berbicara dengan begitu meyakinkan sambil menatap para reporter dan jurnalis yang masing-masing sibuk mengambil gambar dan mencatat, lalu melirik pada Hiz.


“No one other them ( Tidak ada selain dari mereka )....”


Pria si pemilik acara itu menunjuk jajaran orang di belakangnya.


“Which that I will tell to London public, are part of Kingsley Smith family and colleague. Include, Putra Patrick Vinson Junior. Because he confirmed dead as Rery and all of his men who lives at Ravenna ( Yang akan aku beritahukan kepada publik London, yang merupakan bagian dari keluarga dan kolega Kingsley Smith. Termasuk Putra Patrick Vinson Junior. Karena dia telah dikonfirmasi tewas seperti halnya Rery dan semua orangnya di Ravenna )....”


Lalu dengan begitu yakinnya dengan ia tersenyum miring-merasa di atas angin, menatap pada Hizkia.


“I don’t think so ( Aku rasa tidak )..“ Namun didetik berikutnya kalimat interupsi terdengar, mematahkan pernyataan si Pria Podium tersebut.

__ADS_1


Dimana dengan spontan mereka yang mendengar suara tersebut, serta merta langsung mencari-cari sumber suara-lalu langsung memfokuskan pandangan ketika menemukan dua orang pria berjalan dengan santai dari arah dalam hotel pada sudut yang berbeda.


***


Sementara pihak jurnalis dan reporter berikut beberapa orang dari pihak si pria pemilik acara sedang kasak-kusuk perihal dua orang pria yang nampak berjalan bersisian dimana salah satunya adalah terduga orang yang menginterupsi barusan, si pemilik acara sendiri nampak memicingkan matanya.


Didetik berikutnya, bola mata si pria pembuat acara konferensi pers itu membesarkan matanya-karena perawakan salah satu pria yang sedang berjalan mendekati podium-dimana ada beberapa orang yang nampak seperti pengawal pribadi menyertai langkah kedua pria tersebut.


Dan di belakang kedua orang pria yang nampak mendekat itu, samar-samar terlihat dua orang lagi yang berada di belakang keduanya dengan sedikit berjarak.


Namun menghentikan langkah ketika dua orang di depan kedua pria yang berada di belakang keduanya itu, semakin mendekatkan diri ke area konferensi.


“I don’t think Putra Patrick Vinson Junior not dead just like what you said ( Aku rasa Putra Patrick Vinson Junior tidak tewas seperti yang barusan kau katakan )”


Pria yang tadi menginterupsi bicara lagi, dengan menghentikan langkahnya.


Lalu pria pemilik acara konferensi pers tersebut yang tadi nampak tegang


“You ...”


Pria itu nampak tergugu.


“My name is  ( Namaku ) Accursio ... Accursio Pemmone.”


***


Lalu Accursio tersenyum miring.


“I ---“


“Ah!”


Accursio menyambar.


“I think I ever saw you at Ravenna ( Aku rasa aku pernah melihatmu di Ravenna )”


Lalu berucap dengan penuh arti.


“Or maybe you following me, because you think I’m someone that you know ( Atau mungkin mengikutiku, karena kau pikir aku adalah orang yang kau kenal )? ...”


Pria pemilik acara nampak terkejut dan menelan samar salivanya.


“I don’t know what are you talking about ( Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan )”


Namun dengan cepat ia menguasai dirinya.

__ADS_1


Dan Accursio tersenyum miring sekali lagi, begitu juga pria disebelahnya-Garret.


***


“I ever heard about you, I guess. But I never know you as a person ( Aku pernah mendengar tentangmu, sepertinya. Tapi aku tidak pernah mengenalmu secara pribadi ) ---“


“Heem ...”


“But respond to your statement that Putra Patrick Junior is still alive, he is not ( Tapi menanggapi pernyataanmu jika Putra Patrick Junior masih hidup, nyatanya tidak )”


Lalu dia mengambil satu lembar berkas yang kemudian ia angkat tinggi di tangannya.


Accursio dan Garret melirik pada lembaran berkas yang dipamerkan oleh si pria pemilik acara tersebut.


“Here is list name of people that confirmed was dead with Rery at Ravenna ( Ini adalah daftar nama mereka yang tewas bersama Rery di Ravenna )” ucap si pria pemilik acara lalu mulai membaca tiap nama dalam lembaran kertas yang ia pegang tersebut. “Damian Lionel ...”


Nama Damian yang dimaksud adalah nama Damian yang memang merupakan Damian yang sama---yang sekarang hidup bersama Putra dan beberapa lainnya.


“And next ( Dan selanjutnya )...“


Pria yang sedang memamerkan daftar nama tersebut melirik pada Hizkia, Accursio yang bersama dengan Garret.


“Putra Patrick Vinson Junior...” ucap si pria pemilik acara konferensi dengan lantang. “And this was confirmed by the related parties at Italy ( Dan ini telah dikonfirmasi oleh pihak terkait yang berada di Italia )”


“Mention name of the person then ( Sebutkan nama orangnya kalau begitu )...“ sebuah suara lantang menginterupsi pernyataan si pria yang barusan bicara. “I want to know who’s the person who dare to confirmed that unlegal list ( Aku ingin tahu siapa orang yang berani mengkonfirmasi daftar ilegal itu )”


Suara orang yang menginterupsi terdengar lagi. Dimana Accursio dan Garret membelah jarak mereka dengan menggeserkan tubuh ke arah samping masing-masing, begitu juga dengan Hizkia yang sedikit menggeser tubuhnya dimana suasana konferensi menjadi hening sejenak.


“And announced that Putra Patrick Vinson Junior was dead which is not true ( Dan mengumumkan jika Putra Patrick Vinson Junior telah tewas yang mana itu tidak benar )”


Dia yang kini mendominasi pembicaraan kini telah kian nampak.


“Because I’m still alive ( Karena aku masih hidup )...”


Dan di detik itu, Putra menunjukkan dirinya di hadapan khalayak yang ada.


Putra berdiri dengan tegaknya.


“You made a public deception ( Kau telah membuat penipuan publik )...”


Lalu Putra menoleh ke arah podium, dimana pria yang berada di sana terlihat sudah pias.


“Jaeden Zepeto...”


***

__ADS_1


To be continue........


__ADS_2