
Happy reading ..
✨✨
Jika sebelumnya Damian yang menjemput Bruna untuk diantarkan kepada Ramone untuk didampingi berjalan menuju Altar, kini Garret yang kebagian tugas menjemput Gadis yang sudah siap dalam balutan baju pengantin vintage berlengan panjang dan berwarna putih dengan model yang simpel namun membuat Gadis nampak begitu anggun, selain cantik luar biasa.
“My oh my...”
Garret berdecak kagum sembari geleng-geleng saat ia melihat Gadis.
Gadis melemparkan senyumnya pada Garret dari balik cadar pengantinnya.
“How lucky Putra is! (Betapa beruntungnya Putra!)...” Ucap Garret dengan nada kekagumannya pada Gadis.
Gadis masih mempertahankan senyum dari balik cadar pengantinnya pada Garret.
“Are you ready, Mrs. Putra, wannabe? .... ( Apakah kau sudah siap, Calon Nyonya Putra? ) ..” Garret bertanya pada Gadis.
“Where is Anthony?.. ( Mana Anthony? )..”
Gadis bertanya disaat yang sama kala Garret bertanya.
“Anth is going to the rest room, he’ll be here to take you to his papa”
“( Anth sedang ke kamar kecil, dia akan kesini untuk membawamu pada papanya )”
Gadis pun manggut-manggut sembari tersenyum, kemudian ia menundukkan kepalanya.
“Nervous? .. ( Gugup? ) ..” Tanya Garret.
Gadis menghela nafasnya agak panjang, lalu mengangguk pelan. “Very.. ( Sangat )..”
Gadis menjawab dengan dengusan yang terdengar berat diakhir jawabannya pada pertanyaan Garret, yang orangnya sedang mengulum senyum itu.
“Still shocked? .. ( Masih syok? ) ..” Tanya Garret lagi.
“Yes .. ( Iya ) ..” Jawab Gadis dengan mengangguk juga.
“Forgive us, would you? ( Maafkan kami, ya? )”
Garret berucap lembut dan Gadis langsung menggeleng.
“No need to say sorry Garret, I’m happy, but still can’t believe it .. ( Tidak perlu meminta maaf Garret, aku bahagia, tapi masih tidak dapat mempercayainya ) ..”
“I’m sure about that .. ( Aku yakin soal itu ) ..” Garret manggut-manggut dengan tersenyum.
“But too bad that I can’t see Bruna and Addison wedding ceremony, and also..”
“( Tapi sayang sekali karena aku tidak dapat melihat upacara pernikahannya Bruna dan Addison, dan juga )..”
“What is it?... ( Ada apa? )...” Tanya Garret karena menyadari jika Gadis menggantungkan kalimatnya.
“I have a friend in my old place of living, someone who is very kind to me all this time”
__ADS_1
“( Aku memiliki teman di tempat tinggalku yang lama, seseorang yang sangat baik padaku selama ini )”
Gadis melipat bibirnya.
“She and her husband actually.. ( Dia dan suaminya sebenarnya ).. And I feel a little bit bad, because I have no chance to invite them ( Dan aku merasa sedikit tidak enak, karena aku tidak punya kesempatan untuk mengundang mereka )”
“Are they, that you mean?... ( Apa mereka yang kamu maksud? ) ...”
“Hu’um? ...” Gadis menggumam, lalu menolehkan kepalanya ke arah telunjuk Garret mengarah.
Dimana wajah Gadis langsung nampak sumringah, saat melihat dua orang yang ia sedang bicarakan dengan Garret tahu-tahu sudah muncul dan berjalan mendekatinya.
Gadis langsung memekik senang dan memanggil nama kedua orang tersebut, lalu memeluk wanita dari dua orang yang baru datang itu.
Ada senang berikut haru yang menyeruak dalam dada Gadis, dan dua orang yang Gadis anggap memiliki jasa yang besar pada dirinya selama ini.
Tak berapa lama Anthony muncul bersama Neni dan beberapa teman perawat Gadis dengan wajah sumringah berikut senyuman lebar mereka.
“How mean you to me ( Tega sekali kamu padaku ), Anthony” Ucap Gadis dengan nada candaan pada Anthony yang sudah berhambur memeluknya.
Anthony terkekeh geli saja pada Gadis, yang melempar senyumnya pada bocah tampan tersebut.
“But you not refuse to marry papa right now, right Gadis?.. ( Tapi kamu tidak menolak untuk menikah dengan papa sekarang, kan Gadis? ) ..”
Anthony berucap seraya bertanya.
Gadis pura-pura berpikir. “Heemm”
“Even you refuse, I will still push you ..... ( Meskipun kamu menolak, aku akan tetap memaksamu ) .....” Sambar Anthony.
“Ah ya you are right..... ( Ah iya kamu benar ).....”
“Come, better we’re going now ..... ( Ayo, lebih baik kita pergi sekarang ) .....” Ajak Garret.
“Yes Gadis, come. Papa has been waiting for you ( Ayo. Papa sudah menunggumu )”
“Come ( Ayo )”
Gadis segera mengarahkan satu tangannya pada Anthony, setelah ia melingkarkan tangannya di lengan Garret yang sudah tertekuk, untuk mengiring jalan Gadis yang akan diserahkan pada Ramone yang akan mendampingi Gadis menuju Altar, seperti halnya yang Ramone lakukan pada saat mengantar Bruna menuju Altar untuk diserahkan pada Addison.
“Why there a lot of Bodyguards? .. ( Kenapa banyak sekali pengawal? ) ..” Tanya Gadis saat ia sudah keluar dari dalam ruang ganti pengantin dengan berjalan berdampingan bersama Anthony dan Garret serta para teman Gadis yang tadi berkumpul di ruangan tersebut.
Garret dan Anthony sama-sama terkekeh kecil.
“Papa afraid that you will escape ( Papa takut jika kamu melarikan diri )”
Dan Gadis tak bisa menahan kekehannya selepas mendengar ucapan Anthony barusan.
**
Terlepas dari bagaimana syok dan gugupnya Gadis saat ia diberitahukan bahwa dirinya akan menikah dengan Putra dihari yang sama dengan pernikahan Bruna dan Addison dengan tiba-tiba, dimana hanya tinggal menunggu waktu yang kurang dari hitungan jam, Gadis merasa sangat bahagia.
Kebahagiaan juga sedang menyelimuti Putra saat ini. Menunggu dengan sedikit gelisah di bagian tengah pada ujung ruangan tempat dimana ia dan Gadis akan dinikahkan. Dan saat sebuah dentingan piano dari mars sebuah pernikahan terdengar, Putra langsung menegakkan dirinya dan menoleh kearah selurusan matanya.
__ADS_1
Seperti saat momen kedatangan Bruna dengan didampingi Ramone tadi untuk diantarkan pada Addison untuk mengikat janji suci yang Putra telah saksikan beberapa saat yang lalu, mars pernikahan yang terdengar syahdu itu mengiringi langkah Gadis yang juga didampingi oleh Ramone selepas dijemput Garret dan Anthony tadi.
Kali ini tangan Putra yang akan menyambut tangan wanita yang sedang berjalan bersama ayah baptisnya menuju ke arah Putra berdiri. Seorang wanita yang telah memenangkan hatinya, yang Putra cintai dengan sangat mudah.
“Thank you ( Terima kasih ),” Ucap Gadis pada Ramone tanpa suara dari balik cadar pengantinnya setelah ia sudah berada didekat Putra. Ramone tersenyum lalu mengecup tangan Gadis, kemudian membawa tangan Gadis pada tangan Putra yang sudah siap menyambutnya.
“Apa yang membuatmu begitu lama? ..” Ucap Putra setelah ia menerima tangan Gadis dari Ramone lalu juga mengecup punggung tangan Gadis seperti halnya Ramone. Setelah itu Putra menegakkan tubuhnya dihadapan Gadis, dengan langsung membuka cadar pengantin Gadis dengan mata yang berkaca-kaca, namun bahagia begitu terpancar di wajah Putra.
Putra tak menunggu Gadis menjawab, dan ia langsung memberikan kecupan hangat dan sedikit dalam di kening Gadis yang memejamkan matanya dengan bahagia dan hati yang masih berdebar kencang.
Setelahnya Putra membawa Gadis untuk berdiri bersamanya di depan seorang Pemuka Agama yang akan menikahi mereka. Putra melirik Gadis sekali lagi dengan tersenyum bahagia, sebelum fokus mendengarkan segala ucapan dari si Pemuka Agama yang akan menikahi dirinya dan Gadis.
Satu teman Gadis yang menjadi kejutan untuk Gadis tadi dan Suster Neni, berdiri di belakang Gadis dan Putra bersama suami dari teman Gadis tersebut yang berdiri bersama Damian.
Sisanya, mereka yang berseragam baik wanita dan pria, berdiri di sisi Gadis dan Putra. Sementara Anthony yang tadi melakukan tabur bunga di setiap langkahnya mengiringi Gadis menuju Altar, sudah melipir bersama Ramone, untuk duduk didekat Bruna dan Addison yang sudah resmi menjadi sepasang suami istri beberapa saat lalu, dengan tetap mengenakan pakaian pengantin mereka.
Jantung Putra dan Gadis sama berdebarnya saat kedua tangan mereka saling menggenggam dengan sebuah kain yang diletakkan oleh sang Pemuka Agama diatas tangan Putra dan Gadis yang saling menggenggam itu, hingga saat ikrar suci pernikahan diucapkan oleh Putra dan Gadis.
Sampai akhirnya degup jantung Putra dan Gadis yang sedang berdebar cepat itu mereda, saat ikrar telah dilantangkan dengan sempurna oleh Putra dan Gadis.
Setelahnya, Putra menyematkan sebuah cincin pernikahan di jari manis Gadis dan begitu pun sebaliknya saat sang Pemuka Agama telah memberkati pernikahan Putra dan Gadis.
“I love you Gadis ..”
“I love you too Putra..”
Sebuah ciuman bahagia pun mendarat di bibir Gadis dari Putra, dengan iringan tepuk tangan kebahagiaan dari mereka yang menyaksikan upacara pernikahan Gadis dan Putra, meskipun hanya dihadiri oleh keluarga kecil dan orang-orang terdekat mereka saja.
****
Author's POV ...
Kini, mereka yang baru saja menikah, berikut orang-orang yang menghadiri pernikahan dari dua pasangan yang sedang berbahagia saat ini sudah berada di tempat jamuan kecil-kecilan selepas upacara pernikahan dari Putra dan Gadis, serta Addison dan Bruna selesai.
Acara jamuan memang dikatakan kecil-kecilan, karena hanya segelintir orang saja yang menghadiri jamuan pernikahan dua pasang pengantin tersebut. Namun tidak dapat dikatakan sederhana juga, karena dekorasi yang ditata sedemikian rupa untuk jamuan tersebut tergolong mewah, selain indah.
Tidak hanya keluarga yang dapat disebut dengan nama Adjieran yang menghadiri jamuan tersebut, tapi juga teman-teman Gadis yang sejauh ini keluarga tersebut kenal, yang juga dilibatkan dalam acara pernikahan Putra, Gadis, Addison dan Bruna, selain memang Ramone yang sudah menjadi bagian dalam keluarga yang menyematkan nama tengah Putra di belakang nama mereka sekarang.
Namun pihak dari Rumah Ibadah tempat digelarnya acara pernikahan juga turut diundang dalam jamuan tersebut, termasuk tiga asisten rumah tangga utama di Villa milik Putra dan keluarga yang sudah datang untuk membantu persiapan pernikahan dua pasang majikan mereka.
Selain ikut mengambil bagian, atas kebahagiaan dalam keluarga tempat mereka mengabdi selama ini dan sedang sangat berbahagia itu.
Segala hal dari dua pernikahan yang telah dilangsungkan dihari yang sama dalam jeda waktu tersebut telah berjalan lancar sebagaimana yang telah direncanakan dan disusun rapih hingga saat pelaksanaannya tiba.
Setiap hal sudah dibuat dan disiapkan dan dilangsungkan dengan apik oleh semua yang terlibat, hingga tidak ada sedikitpun kendala yang mengganggu jalannya upacara pernikahan nan sakral hingga sampai ke jamuan santai dan sampai acara pernikahan yang tidak digelar secara besar-besaran itu selesai.
Acara jamuan tentunya diselimuti senyuman lebar serta riak tawa atas kebahagiaan yang sedang melingkupi semua orang yang berada dalam jamuan tersebut tanpa terkecuali.
Aura kehangatan terasa menyebar diantara mereka walau bukan dalam sebuah jamuan besar dengan pesta yang meriah. Sebuah pesta memang sudah direncanakan akan digelar untuk merayakan kebahagiaan dari dua pasang anak manusia yang beberapa saat lalu sah menjadi suami-istri, hanya belum ditentukan waktu pasti untuk pelaksanaannya.
Yang jelas, pesta perayaan pernikahan itu nanti, juga akan menjadi sebuah pesta dimana Putra akan menunjukkan ‘keberadaan’ keluarganya itu ke khalayak dalam kalangan tertentu untuk dikenal dalam negeri yang mereka tinggali saat ini.
Author's POV off ...
__ADS_1
****
To be continue..