
"Far...." aku menyibakkan sedikit gorden jendela kamar ini, agar terlihat lebih jelas panggilan video ini.
"Hmmm...." aku meremang mendengar suara seksi itu.
"Masih di Brasil?" hanya gelap terlihat panggilan video ini.
"He'em." terdengar suara uapan begitu jelas. Sesaat kemudian, aku bisa melihat wajah Ghifar yang mengantuk. Sepertinya, ia baru saja menyalakan lampu ruangan di sana.
"Masih jam setengah tiga malam di sini." terlihat Ghifar mengusap wajahnya kasar.
"Maaf ganggu waktu tidur kau, Far." aku kira ia sudah pulang ke Bener Meriah.
"Tak apa. Gimana? Mau dijemput kah?" mata Ghifar terlihat sayu.
"Kau tak tidur di dalam, Far? Tungguin Kin, nanti nangis lagi dia kek kemarin malam."
Aku langsung menegang, saat mendengar suara neneknya Chandra.
"Kal rewel, tak mau dia barengan tempat sama maknya. Tidur dia di bawah, tuh!" aku bisa melihat Ghifar tengah menoleh ke arah kanan.
"Sama siapa kau itu?" aku bisa mendengar suara neneknya Chandra semakin dekat.
"Canda." jawab Ghifar. Sejurus kemudian, aku bisa melihat wajah neneknya Chandra tanpa mengenakan kerudung.
__ADS_1
Sepertinya Ghifar memberikan ponselnya pada ibunya mas Givan itu.
"Hai, Menantu terbaik. Tidur aja kah ngidam kau yang sekarang? Kek ngidam Chandra lagi kah? Gimana Givan urus kau? Pakai sufor khusus ibu hamil tak? Udah vaksin belum?" tanyanya beruntun.
Lidahku keluh, bagaimana aku harus menjawabnya?
Aku tidak tengah hamil.
Aku bisa melihat lagi wajah Ghifar yang sedikit kaku, sepertinya ia tengah tegang di sana. Aku yakin, Ghifar memiliki alasan untuk mamah Dinda.
"Ya biasa, Mah. Canda kan kalau hamil tidur aja, makanya Chandra sama Key sama aku. Aku kasian dia handle dua anak, maboknya serem juga soalnya, dia muntah-muntah tiap pagi, bang Givan aja kewalahan ngurusnya. Pernah sampai pingsan-pingsan dia. Kan aku pernah cerita sama Mamah." ungkap Ghifar kemudian.
"Hmmm..." Ghifar menjauhkan ponselnya, membuat aku bisa melihat dua wajah sekaligus.
"Sehat, Mah?" aku mencoba mencairkan suasana.
"Tak sehat." mamah Dinda menunjukkan siku dalam tangannya, di sana terdapat plester.
"Transfusi darah udah beberapa kali. Satu kantong dari papah, dua kantong dari Ghifar, satu kantong lagi dari bu Ummu."
Ya Allah, seburuk itu keadaan mamah Dinda di sana.
"Itu, Canda. Bu Ummu itu yang jaga anak-anak." tambah Ghifar kemudian.
__ADS_1
Aku mengangguk, "Sehat-sehat, Mah. Panjang umur, tuntun kita sampai benar." suaraku sampai bergetar saat mengatakannya.
Garis alis mamah Dinda melengkung, "Memang kau sama Givan kenapa? Mamah udah lagi sehat. Udah stabil sekarang, udah bisa aktivitas normal lagi."
Aku menghirup oksigen lebih banyak, "Aku sama mas Givan baik-baik aja, Mah. Aku cuma kangen peran orang tua aja, cuma Mamah sama papah orang tua terbaik yang pernah aku kenal. Aku kangen diteriakin Mamah buat sholat, aku kangen dimarahin papah buat makan."
Dasar, cengeng.
Air mataku sudah jatuh begitu derasnya.
"Duhhh... Jangan nangis lah. Mamah tak bisa kalau udah nyerempet perasaan kek gini." mamah Dinda menekan pojok matanya.
"Mamah usahain nanti pulang, buat neriakin kau buat sholat subuh. Doain Mamah sama papah sehat-sehat terus ya. Papah ada sedikit gangguan kesehatan kalau musim pancaroba. Gavin sama Gibran pun selalu sakit kalau angin lagi besar. Kalau di sini udah stabil, kita udah dapat orang kepercayaan, kita semua bakal pulang lagi. Mamah pengen bungsu-bungsu Mamah besar di Indonesia aja, biar keurus sama kakak-kakaknya juga kalau papah sama Mamah tak panjang umur."
Dasar orang tua, mereka selalu teringat akan umur. Padahal kematian, adalah hal yang paling dekat dengan kita. Kematian tidak memandang usia.
"Mah... Jangan ngomong kek gitu." tambah Ghifar kemudian.
"Kau pun jangan kek kemarin!!! Istri kurang apa? Anak udah dua, masih kurang berapa lagi? Bertingkah aja kau! Mamah kau ini pernah diduakan, jadi jangan pernah mengulas rasa sakit yang sama ke anak, menantu, cucu. Mabok lah kau dunia, kek Ghavi. Mending kek gitu, dari pada tak jelas rupa, kau kabar-kabaran sama yang di HP." suara nyaring mamah Dinda, tengah menoleh ke arah kiri dengan sorot mata murkanya.
"Aku...
...****************...
__ADS_1
Ada masalah rupanya sama rumah tangga Ghifar 🙄