Canda Pagi Dinanti

Canda Pagi Dinanti
CPD145. Lendra kelelahan


__ADS_3

"Perumahan gitu, yang kanan kirinya tetangga semua." aku tidak muluk-muluk dalam hal hunian impian.


Yang penting aku memiliki tetangga, agar aku merasa tidak sendirian dan tidak takut. Ditambah lagi, pasti seru memiliki tetangga yang bisa menjadi saudara.


Bang Daeng manggut-manggut, ia tengah mengenakan kaosnya sekarang.


"Nanti ya, mungkin belum sekarang."


Saat ia mengatakan hal itu tadi. Aku kira, aku akan segera diberikan rumah. Ternyata ia hanya bertanya saja.


"Ok, Bang. Abang mau makan apa?" aku duduk di tepian tempat tidur, yang paling dekat dengan pintu.


"Huuu.... Gayamu! Kek yang bayarin aja." ia duduk di dekatku.


Aku tertawa geli, lalu menarik lengannya untuk aku ganduli. Aku rindu laki-laki ini, laki-laki yang selalu mengerti inginku.


"Abang mau nasi liwet. Lepas order itu, bikin orderan baru Dek. Abang mau piscok varian rasa nangka, nama warungnya kalau gak salah Cemil-Cemil. Adek juga cari jajanan di warung itu aja sekalian, biar satu ongkirnya." ia melongok ke layar ponselku.


Banyak yang mengganjal di hatiku. Aku ingin menanyakan ini dan itu, tapi bang Daeng membuatku melupakan sejenak tentang permasalahan yang ada di benakku.


Beberapa saat kemudian, kami sudah berebut makanan yang datang. Si Hitam gagah ini begitu kelaparan rupanya. Nasi liwet satu bakul kecil, ia habiskan sendiri.

__ADS_1


"Dek... Abang beli obat kuat. Abang pun, ada belikan buat Adek." ujarnya, saat asap rokok telah dihembuskan olehnya. Ia sudah menyelesaikan acara makannya.


"Buat apa sih?" aku masih mengunyah cemilan yang tersisa.


"Buat Adek lah. Abang kan gak kuat lama, kan pengen juga sekali tempur berapa gaya gitu kan." ucapnya kemudian.


"Durasi gak penting, yang penting kita udah sama-sama keluar." aku tak suka se*s yang memakan waktu.


"Nanti kita coba gelnya aja dulu." ucapnya kemudian.


"Barangnya yang di plastik putih itu kah?" aku sempat memindahkan plastik tersebut dari dalam ransel, lalu aku taruh di dekat rak play station miliknya.


"Iya, gelnya import. Vi*gra juga buatan USA."


Lebih baik aku menguatkan diriku, agar menahannya untuk menggauliku dulu. Aku masih pusing dengan Putri itu, aku masih penasaran kenapa Putri bisa memeluknya.


Padahal jelas, bang Daeng tengah bekerja dan tengah menggunakan wearpack lengkap.


"Dek... Kok ngelamun? Abang udah di depan mata Adek ini, kok masih murung aja?" ia menarik daguku.


"Besok ya lasernya? Abang udah ada uangnya. Kalau mau perawatan tambahan pun gak apa, keknya uang Abang cukup. Filler-filler gitu, gak apa kalau Adek pengen. Yang dagu, hidung disuntikkan cairan itu nah. Aman aja tapi kan itu, kita cari tempat yang terpercaya." lanjutnya kemudian.

__ADS_1


Aku tidak melamuni perawatanku.


"Abang dari mana aja?"


Alisnya mengkerut, sesaat kemudian ia langsung mematikan rokoknya. Bang Daeng menutup pintu, lalu menarikku ke tengah ranjang. Ia bersandar pada tembok, dengan aku yang langsung bersandar pada dadanya.


Aku bisa mendengar deru nafasnya. Aku pun bisa mendengar detak jantungnya.


Ia masih hidup. Namun, entah dengan perasaannya. Aku tiba-tiba galau, karena aku meragukan perasaannya. Nyatanya, ia masih dekat dengan Putri.


"Nangis?" bang Daeng mengusap-usap kepalaku.


"Kenapa sih kok moodnya gampang berubah? Tadi makanannya banyak, seneng betul bisa ketawa-ketawa. Makanan habis, langsung aja galau." ia membuang nafasnya, "Boboan yuk. Badan Abang pada lebam, capek gak dirasa. Ternyata susah kek gini cari uang halal, capek, panas. Berdiri pun sampai ketiduran, karena ngantuk ditahan terus." ungkapnya kemudian.


Bang Daeng langsung menggeser posisinya, ia rebahan di atas bantal. Aku pun langsung mengambil posisiku, aku berbantal lengannya dengan memeluknya.


"Cerita, Dek. Gimana Adek di sini sendirian."


Hei, harusnya aku yang memintanya bercerita.


"Aku chatan sama kak Anisa, sama bang Dendi. Mereka LDR-an, sama kek kita kemarin. Banyak yang kami bahas, sampai masalah tentang pekerjaan Abang yang sekarang. Terus, kak Anisa ngirim.....

__ADS_1


...****************...


Sebentar lagi upnya insyaallah bisa agak panjangan... Doain ya, semoga good mood terus, bumi aman terus. Dijauhkan dari bencana, Kesehatan yang berlimpah. Amiin 😁


__ADS_2