
Terlihat Nadya berdiri di ambang pintu. Ia memandang kami yang pergi bersama begitu kesal.
"Istri kau, Mas." aku menepuk-nepuk pundaknya.
"Biarin!" ia tetap melanjutkan perjalanan kami.
"Kau cinta tak sama Nadya? Kok gitu betul sikap kau, Mas." aku merasa mas Givan keterlaluan pada Nadya.
Ditambah lagi, keluarga di rumah tidak mengulurkan bantuannya perihal makanan. Aku sebenarnya tak tega, saat Nadya keluar rumah di teriknya matahari dengan menggendong bayi dan menggandeng anaknya yang besar untuk membeli makanan. Tapi ada daya, ia tak pernah bersikap baik padaku.
"Aku udah mati rasa." jawabnya datar.
"Dari dulu ya?" aku sedikit mencondongkan wajahku ke bahu kirinya.
"Tak penting kau tau, Istri orang!" ketusnya membuatku tertawa.
"Gatal betul rupanya. Belum setahun ngejanda, udah nikah lagi aja." tambahnya kemudian.
"Iya lah, udah kepengen digaruk aku." tawaku begitu lepas.
"Dodol!" makinya lirih.
Kenapa mas Givan lebih asyik seperti ini, ketimbang menjadi suami. Sikap ketusnya, lebih terasa seperti gurauan untukku. Cukup seru untuk diisengi.
__ADS_1
Akhirnya, sampai juga di tempat yang bernuansa kuning dan merah ini. Chic-Chic adalah label makanan itu, seperti contohnya KFC. Hanya saja, ini cenderung seperti cemilan.
Tulisan pendukungnya saja, cukup memperjelas dagangan di kedai ini.
Ayam dan bebek, cepat saji, jajanan.
"Mas... Liat dulu uangnya." bisikku, setelah aku turun dari jok motor.
Ia mendengus kasar, lalu melirikku tajam dengan merogoh kantongnya.
"Harus gimana sih?!" ia menunjukkan mulut dompetnya.
Keren, keren. Isi dompetnya cukup tebal dengan warna biru.
Ternyata Haikal dan ibunya, membuka warung di rumah. Sedangkan warung nasinya gulung tikar, dengan tanah dan bangunan yang dijual pada papah Adi. Bekas warung nasi milik tante Shasha itulah, yang rencananya akan dibuatkan tempat berdagang untukku.
"Waduh, waduh. Masa kabur pulang sendiri sih?!" tante Shasha langsung menyambutku dengan ramah, lalu kami bercipika-cipiki ria.
"Iya, Tan. Mamah tadi mau main, tapi tak boleh sama papah." aku mengedarkan pandanganku.
"Apa lagi malam begini, siang aja kadang tak boleh. Jajan aja, kadang minta delivery. Bang Adi memang gitu, tak diekori ya tak diizinkan." sepertinya beliau paham betul dengan suami bestie-nya itu.
"Haikal mana, Tan?" mas Givan sudah berada di sampingku.
__ADS_1
"Main keknya, Van. Ngopi di keude kopi depan jalan sana biasanya." tante Shasha menunjuk ke arah timur.
Mas Givan hanya manggut-manggut, lalu ia duduk di satu kursi yang berwarna merah. Sedangkan aku, tentu aku langsung membaca menu jajanan yang ada.
"FWB papah kau mau nengokin cucunya katanya, Van." tante Shasha duduk di hadapan mas Givan.
Mas Givan tertawa sumbang, "Pastilah tuh mampir, tawarin perhiasan ke mamah. Udah hapal aku, papah juga langsung manyun aja uangnya lenyap di luar rencana." aku bisa mendengar obrolan mereka.
Aku membawa kertas yang dilaminating ini. Langsung aku mengambil posisi di sebelah tante Shasha.
"Rashinya mana, Tan?" aku menimbrungi obrolan mereka.
"Rebahan keknya. Krisis ekonomi melanda. Mana kan, jualan dia kurang ramai. Ulakan dua hari kemarin, sisa beberapa tepak, dibuang semua gara-gara lupa masuk freezer. Bisanya tante Sheila mau ke sini tuh, karena Rashi minta jemput. Coba bilang ke papah kau, Van. Minta Haikal masuk ke ladang lagi aja." krisis ekonomi ini memang rawan.
"Itu kah jualannya?" aku menunjuk beberapa tepak yang tertata rapih di meja sebelah gerobak berlogo Chic-Chic itu.
"Iya itu, seafood bakar, sosis besar.Jajanan anak-anak. Dia tak mau sebetulnya, capek, repot sama anak katanya. Itu Tante yang modalin, tante juga yang akhirnya ngelayanin sendiri dagangannya, meski uangnya tetep buat dia." jawab tante Shasha, yang konon katanya dia adalah mantan tunangan papah Adi.
...****************...
Ekonomi ini memang sensitif 😌 Dari cerita Rashi, dia kek kanak-kanakan, entah udah gak kuat, karena segala minta dijemput ibunya. Beda-beda ya, tergantung bagaimana sifat manusianya. Karena ada juga, yang malah istrinya banting tulang buat menuhin kebutuhan keluarnya.
Kalau modelan Author, cuma bisa nangis. Terus nyuruh suami keluar rumah, buat cari utang ke kawannya 🤣
__ADS_1