
Aku hanya mengscroll acak sosial mediaku. Karena telingaku fokus untuk merekam percakapan mereka.
"Aku gak cinta sama Putri, Ya. Kau gak ada pahamnya betul!" bang Daeng pun sepertinya terpancing emosi.
"Terus kau cinta sama siapa? Aku bukan maksa kau cepat menikah. Hidup kau ini lurus, tapi seolah banyak masalah betul. Masalahnya sih dibuat sendiri, aku paham kau ngarep proyek walet itu buat apartemen kau. Rejeki itu datang dari mana aja, Len. Gak pasti dari walet aja." kak Raya sudah ngotot-ngotot. Ditambah lagi logat Medannya, kak Raya terlihat memiliki sifat yang keras.
"Aku cinta sama Canda. Dia punya trauma perceraian, dia punya trauma himpitan ekonomi. Kalau aku nikahin dengan keadaan aku kek gini, udah pasti traumanya berumah tangga pasti nambah kuat. Aku pengen stabil, biar rumah tangga aku gak nambahin traumanya." suara bang Daeng begitu menggelegar.
Aku teringat papah Adi ketika marah.
"Kau ini bodoh-bodohnya orang, Len!!! Jangan jadi penj*lat! Paham Canda ada di sini, tapi kau terang-terangan mesra-mesraan sama Putri tadi. Tau Canda punya trauma ekonomi, rumah tangga, harusnya kau tak perlu nambahin list traumanya. Otak kau di mana?" suara kak Raya ditekan dengan emosi yang kuat. Saat aku menoleh, ternyata mereka tengah berdiri di hadapan dengan telunjuk kak Raya terarah padaku.
"Aku tak pengen dia sengsara! Aku tak pengen dia ngerasain kekurangan ekonomi lagi! Kau harus paham itu, Ya!" suara bang Daeng penuh penekanan.
"Terserah kau, Len!" kak Raya melangkah pergi dengan membawa ponselnya.
__ADS_1
Melihat penampilannya, pasti kak Raya hanya ingin menenangkan diri sembari berjalan-jalan di taman hotel.
Penj*lat itu apa?
Apa kak Raya tahu, sebelumnya bang Daeng pernah menj*lati intiku?
Kalau memang begitu, kan aku jadi malu.
Aku menutup mulutku dengan tawa yang kutahan. Pikiranku tengah beradu dengan humorku sendiri.
Aku merasakan goyangan pada sofa yang aku duduki ini. Rupanya, bang Daeng duduk di sebelahku dengan meluruskan kaki di atas meja.
"Itu masalah Abang, bukan masalah aku! Lagian, memang betul kok. Abang itu puyeng dibikin sendiri, masalah dibikin sendiri." hanya itu yang mampu aku tarik tentang dirinya yang penuh misteri ini.
Ia menoleh ke arahku, urat wajahnya masih terlihat begitu lelah.
__ADS_1
"Udah berapa kali Abang jelaskan?! Ini semua buat kebaikan kau sama Chandra." jawabnya kemudian.
Tapi hatiku tidak baik-baik saja. Saat orang yang aku cintai, hanya mampu berdiam diri saat diciumi oleh kekasihnya. Harusnya, bang Daeng bisa mencegah hal itu terjadi di depan mataku.
Apa ia tidak berpikir, bahwa aku akan mempertimbangkannya kembali?
"Ck... Aku udah bilang, cukup Bang dengan gaji segitu. Tapi Abang yang memang pengennya lebih."
Aku tak apa mendapat pasangan yang tidak kaya. Asal dia pengertian dan sayang padaku. Perhatian dan rasa nyaman yang diberikan, tidak ada kurang-kurangnya sampai akhir hayat.
"Yakin? Cukup yakin? Yakin mau ditinggal di Padang, kalau Abang lagi tugas luar kota gini? Yakin kuat gak ketemu suami dalam waktu yang lama? Yakin suaminya setia? Yakin suaminya terkendali? Yakin suaminya hanya fokus kerja? Yakin suaminya gak pacaran lagi? Sekali laki-laki lepas dari genggaman itu, sulit mereka buat kembali. Kau tak bisa jaga baik-baik suami kau kelak, yang ada kasus perceraian nanti keulang lagi." cecarnya begitu cepat.
"Terus... Apa gak ingat waktu jalan-jalan ajak Abang? Skincare kau itu, make up kau itu, body care, hair care, sensitive care, foot care, sama fresh care itu ada harganya. Masker mata, mulut, wajah, p*yuda*ra, telapak kaki itu apa gak rutin? Abang inget masa gaji pertama kau, Dek. Kau titip satu juta setengah sama Abang buat bayar di kasir, pas jalan-jalan ke supermarket. Nyatanya... Habis itu delapan juta, cuma nyenengin care-carean kau aja! Itu belum perawatan ke klinik kecantikan, belum gigi. Belum pedicure, manicure, manipedi, sama cure-cure lainnya. Rambut belum masuk list juga. Pakaian, sepatu, d*lam*n. Dikira uang gak dicari kah? Buang uang segampang itu." bang Daeng berbicara sangat cepat. Aku sampai tertawa renyah, kala mendengar penjelasannya saat kejadian di supermarket.
...****************...
__ADS_1
Semoga semangatku naik buat bikin crazy up 😅