Canda Pagi Dinanti

Canda Pagi Dinanti
CPD141. Mencari nafkah


__ADS_3

Buat kalian yang un favorit novel ini, apa sih motivasinya untuk setega itu padaku? 😢 Sampai detik ini, aku belum bisa menikmati hasil jerih payah nulis di sini. Harapan yang besar, aku jadi idola yang ditunggu-tunggu karyanya. Harapan sederhanaku, bisa membantu perekonomian keluarga. Dua hal itu tak mampu aku raih. Jadi tolong, sudi lah mendukung karyaku. Biar aku terus semangat, biar aku terus menggali potensi yang ada di diri aku. Mungkin aku telat mengembangkannya. Saat aku sudah berumah tangga dan memiliki keturunan, aku baru menyadari bahwa aku sedikit condong untuk menuliskan pengalaman dan pengetahuan dalam cerita.


Dari awal aku nulis, sampai detik ini. Aku berusaha selalu berkomitmen, untuk bisa update setiap harinya. Berharap, hasil usahaku tak sia-sia. Meski novel sudah tamat, lalu kalian memperhatikan novel itu berada di rak buku kalian, itu menunjukkan bahwa kalian menghargai karya seseorang. Bukan segera un favorit, setelah novel itu tamat. Hal itu sedikit tidak sopan menurutku. Setelah dinikmati sampai habis, malah ditinggal begitu saja. Mending tahan di rak buku kalian, itung-itung bikin author seneng. Setidaknya, bersedekahlah dengan menyenangkan orang lain.


Terima kasih untuk para pembaca yang masih bertahan membaca cerita-cerita aku. Dengan segala ilmu dan pengetahuan yang aku miliki, aku mencoba membagi wawasan yang aku punya dalam cerita ini. Mohon maaf atas kekurangan dalam cerita ini, mungkin juga tak sesuai dengan harapan pembaca sekalian. 🙏🙏🙏


...CRAZY UP...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Len, kau ambil jam malam gak? Aku gak lah, Len. Udah capek betul." suara laki-laki, yang kemungkinan adalah rekan kerja bang Daeng.


"Ambil lah, mumpung ada kesempatan. Istirahat bisa gampang sama istri nanti."


Aku tidak percaya bang Daeng mengaku sudah memiliki istri.


"Ya tapi istirahat juga perlu, Len. Sayangi diri kita sendiri, karena kita yang nyari nafkah." sepertinya teman bang Daeng pun memiliki istri.


"Iya. Aku ambil aja, mumpung masih di sini. Biar balik bawa uang. Jam malam pun cuma sampai jam sebelas ini." bang Daeng tengah berbicara dengan rekan kerjanya itu.


"Iya sih. Tapi capek aku, Len." sahut si teman bang Daeng.


"Adek udah makan?" bang Daeng tidak menyahuti ucapan temannya.


Ia fokus kembali pada makanannya. Sepertinya bukan saatnya, untuk menegurnya tentang Putri. Aku harus paham dengan keadaan. Aku harus ingat bentakan mas Givan dulu, saat ia kelelahan pulang bekerja. Aku harus ingat permasalahan chat kami kemarin, aku sampai meminta cerai pada bang Daeng. Aku tak mau bang Daeng murka padaku.


"Udah, Bang." aku memberi senyum terbaikku padanya.


"Gimana Chandra, Dek? Ada kabar kah? Pulang dari sini, Abang usahain ongkosnya buat jemput Chandra kalau memang masih di Brasil." ungkapnya kemudian.

__ADS_1


"Tadi udah nelpon, Bang. Katanya bulan Februari pulang." terlihat bang Daeng tengah minum es teh, entah itu manis atau tawar.


"Lama juga ya? Jemput aja keknya, Dek."


Bang Daeng benar-benar sayang pada Chandra kah? Atau ia menganggap Chandra sebagai bayang-bayang Alam putranya?


"Kenapa sih Bang sampai dijemput?" aku ingin tahu reaksinya.


"Jangan terlalu lama keluarga papahnya. Takutnya Chandra berat ke mereka, meski kita punya hak asuhnya. Seorang anak itu gak bakal terurus, kalau jauh dari ibunya, apa lagi kalau ikut ibu sambung yang kasusnya merebut papahnya. Lagi pula, Abang sanggup kok biayain Chandra, didik Chandra, besarin Chandra. Abang keingat Chandra yang suka mengkerutin alisnya, mandang orang tuh sampai terheran-heran. Kadang mau nanya ke Chandra, apa gitu ya ada di benaknya saat terheran-heran sama orang tuh." bang Daeng tertawa samar.


Sepertinya ia benar-benar menyayangi Chandra.


Pritttt...


"Mulai, mulai!" seseorang menyerukan itu.


"Abang kerja dulu, Dek."


Tut.


Panggilan video langsung terputus.


Ya Allah, ternyata sesulit itu laki-laki mencari nafkah?


Ia sampai tidak kenyang makan, karena dikejar pekerjaannya. Apa lagi sekarang, ia baru makan siang pukul setengah dua siang.


Lalu jam berapa ia akan malam, jika ia bekerja sampai jam sebelas malam?


Lalu bagaimana ia beristirahat untuk menghilangkan lelahannya, jika pukul lima pagi ia sudah mulai bekerja?

__ADS_1


Hargai usaha dan pemberian suami kita. Ia mendapat upah dari kerja kerasnya tidaklah mudah. Banyak keringat dan lelah yang ditahan olehnya, agar pulang bisa mengukir senyum istrinya di rumah.


Aku menilik kembali screenshot yang kak Anisa kirimkan.


Putri Vishaka Anggraini, nama yang tersemat di atas foto tersebut. Itu adalah sosial media milik Putri. Aku teringat siluman ular yang berada di film India. Putri Nandhini diracuni oleh Putri Vishaka, yang ternyata racunnya itu bisa menyembuhkan sang Putri Nandhini juga.


Aku langsung mengetikkan nama itu di kolom pencarian. Sayangnya, sosial medianya tergembok. Aku tidak bisa melihat postingannya. Pasti kak Anisa dan Putri saling mengikuti, membuat kak Anisa bisa melihat sosial media milik Putri.


Kegabutanku mulai lagi. Aku melihat-lihat story aplikasi chat di sini. Cukup terkejut, saat aku melihat story milik bang Dendi.


Ia berfoto bersama Ghava, Winda dan Fira.


Ohh, ibunya Mikheyla ada di rumah megah itu?


Bang Dendi juga rupanya sedang berkunjung ke sana?


Bagaimana ya pertarungan antara Fira dan Nadya?


Karena sepengetahuanku, Fira sering mendekati mas Givan secara terang-terangan. Aku masih mengingat wajah marah Fira, saat ia mengetahui ponsel pemberiannya untuk anaknya malah dijual oleh mas Givan.


Memang mereka dekat wajar, hanya mengobrol tentang anak. Tapi, Fira adalah orang yang iseng. Ia malah sering memasang posisi yang salah, saat ia mengetahui bahwa aku memperhatikannya dan mas Givan. Ia sengaja seperti membuatku cemburu buta. Meski nyatanya, aku akhirnya mengetahui bahwa ia hanya ingin iseng saja.


Di foto selanjutnya, bang Dendi memajang foto maternity Giska. Posenya sederhana saja, Giska mengusap perutnya dengan gaun berwarna soft pink. Namun, yang menjadi tempatnya tersebut adalah kebun kopi yang rindang. Terkesan seram, seperti putri cantik yang tersesat di tengah hutan.


Hatiku menguap, foto selanjutnya membuat moodku menjadi buruk.


...****************...


Judul film Indianya, Chandra dan Nandhini. 😅 Cuma serial di ANTV ini, yang aku tonton sampai tamat. 🤭

__ADS_1


__ADS_2