Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Kebahagiaan


__ADS_3

"Ma, Dedek nya gerak" Syifa mendekatkan kuping keatas perut sang mama. Shinta pun merasakan gerakan dari sang janin di dalam kandungannya, Shinta menangis terharu akhirnya ia bisa merasakan menjadi wanita yang sempurna. Bisa memberikan kebahagiaan untuk suami dan putrinya, Shinta mengelus kepala Syifa yang masih diatas perut buncit Shinta. Syifa menjauhkan kepala nya dari perut sang mama dan turun dari tempat tidur


"Mau kemana sayang?" Tanya Shinta, Syifa melihat kearah Shinta dan tersenyum


"Mau ambil minyak untuk perut mama" Syifa pun berlari dan mengambil botol minyak zaitun, ia naik kembali keatas tempat tidur dan mendekat ke arah Shinta. Revan dan Shinta pun saling pandang namun tetap membiarkan putri mereka melakukan hal yang ingin dilakukannya, Syifa membuka botol minyak zaitun tersebut dan meletakkan minyak zaitun ke tangannya terlebih dahulu dan mengaplikasikan minyak zaitun itu ke perut Shinta dengan sangat lembut


"Pasti dedek bayi nya suka ma" Ucap Syifa, Shinta pun tersenyum


"Pasti dong sayang, dedek bayi pasti seneng banget punya kakak yang cantik dan baik seperti Syifa" Syifa tersipu malu, Revan mengusap rambut putri nya dengan gemas dan mencium pipi Shinta isterinya.

__ADS_1


Kebahagiaan yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan. Kehadiran Shinta membuat dirinya menjadi pria yang begitu sangat bahagia, bahkan Shinta mengajarkan ketulusan pada Revan. Luka di masa lalu yang ia rasakan dulu sudah lenyap, kini ia dan Puterinya sudah sangat bahagia. Shinta menyayangi dan merawat mereka ber dua dengan sangat baik dan sebentar lagi kebahagiaannya akan bertambah dengan kehadiran sang buah hati. Begitu juga dengan Shinta, ia merasa sangat bahagia akan keluarga kecilnya. Syifa begitu sangat telaten mengelus perut buncit Shinta menggunakan minyak zaitun.


"Ma, Pa. Adiknya gerak lagi" Hebohnya dengan semangat


"Itu tandanya, adik bayi suka sama sentuhan kakak Syifa" ucap Shinta, Revan pun menyetujui ucapan isterinya. Tak lama kemudian Syifa ikut terlelap diatas perut Shinta, Shinta mengusap rambut Puterinya dengan penuh cinta dan kasih sayang.


"Lihat lah dia, karena kelelahan sampai tertidur begitu" Ucap Revan tertawa. Shinta pun tersenyum


"Sayang" Panggilnya kepada Revan, Revan pun menoleh kearah Shinta.

__ADS_1


"Iya sayang, mau sesuatu?" Shinta menggeleng


"Lalu mau apa?"


"Gimana keadaan Caca sekarang?" Revan kaget, mengapa tiba tiba isterinya menanyakan Caca. Apa Shinta ingin mengungkit masalah itu lagi.


"Tidak tahu sayang, terakhir kali kami berkomunikasi sewaktu di taman itu. Ia hanya pamit ingin ke London setelah itu tidak ada lagi kabar darinya" Ucap Revan memberi penjelasan, ia mengusap pipi Shinta dan menciumnya.


"Kenapa tiba tiba bahas Caca? Bukan kah kamu bahagia kalau Caca tidak ada di kehidupan kita?" Tanya Revan kembali

__ADS_1


"Sayang, aku sangat bahagia sekarang. Namun aku juga gak bisa misahin Caca terus terusan dari Syifa, bagaimana pun Syifa adalah Puterinya. Aku hanya tidak suka jika kamu terlalu dekat lagi dengan Caca, aku cemburu! Mantan isteri atau mantan suami itu ada sayang. Namun mantan anak itu gak ada, aku yakin Caca pasti begitu sangat sedih dan menderita karena sudah jauh dari Puterinya selama ini"


__ADS_2