Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Saling menyayangi


__ADS_3

Dokter mengizinkan Kaynara untuk kembali pulang ke rumah. Kaynara memilih tinggal bersama Shinta agar bisa membantu Shinta untuk menjaga Syifa dan si kembar apalagi saat ini Shinta sedang mengandung lagi. Itu pasti akan membuat Shinta merasa kerepotan.


Sesampai di rumah, Shinta terlebih dahulu masuk ke kamar Puteri nya Syifa. Ia ingin memberi kabar bahagia ini kepada Putri sambung nya tersebut. Shinta membuka pintu kamar Syifa namun terlihat Syifa sedang terlelap dalam tidur nya. Ia tersenyum dan mendekati Syifa. Shinta pun membaring kan tubuh nya di samping Syifa dan memandangi Puteri nya yang sedang tertidur pulas. Mengelus rambut panjang Syifa dengan lembut dan penuh kasih. Syifa membuka mata nya perlahan ketika ia merasa seseorang sedang membelai rambut nya.


"Mama,"


"Anak kesayangan mama sudah bangun ternyata," Syifa mencium pipi dan kening Syifa.


"Bukan kah mama tadi kerumah sakit?"


"Iya, Sayang. Tetapi mama sudah pulang sekarang."


"Kenapa cepat sekali ma? bagaimana keadaan tante Kaynara?"


"Keadaan nya sudah membaik, Sayang. Tante Kaynara akan tinggal bersama kita mulai sekarang."


"Kenapa, Ma? Bukan kah tante Kaynara tinggal bersama mama Caca? apa mereka bertengkar ma? orang dewasa selalu ribet ma. Mereka bertengkar dan tidak mau berbicara satu sama lain. Rasanya Syifa tidak ingin menjadi dewasa." Shinta pun merasa gemas dengan putri nya yang sangat bawel.


"Anak mama sudah banyak bicara sekarang ya," Shinta mencolek hidung mancung Shinta.

__ADS_1


"Mama Caca dan Tante Kaynara tidak bertengkar sayang,"


"Lalu? "


"Tante Kaynara tinggal di sini untuk membantu mama menjaga kamu dan si kembar, "


"Kenapa ma? bukan kah mama bisa menjaga kami sendirian? apa Syifa terlalu nakal ma sampai mama merasa lelah menjaga kami?" kini raut wajah Syifa menjadi murung.


"Hey cantik, kenapa sedih? tidak, Sayang! kamu tidak nakal dan merepot kan mama. Tetapi," Shinta memegang tangan mungil Syifa dan meletakkan nya di perut rata milik nya.


"Tapi apa ma?"


"Karena sebentar lagi, kamu dan si kembar akan mempunyai adik, Sayang." Mata Syifa berbinar dan terlihat jelas wajah bahagia yang ia tunjukkan.


"Iya, Sayang. Dan bukan hanya satu, tapi juga dua adik."


"Hore." Syifa bangkit dan ber loncat di atas ranjang. Shinta pun terbangun dan duduk di tepi ranjang.


"Aku akan punya adek lagi, hore."

__ADS_1


"Mama akan punya adik kembar lagi."


"Sayang, sudah. Jangan melompat lagi! nanti kamu lelah,"


"Tidak mama, Syifa merasa sangat bahagia." Shinta pun memegang jemari Syifa dan menyuruh putri nya untuk duduk.


"Sini, Sayang!" Syifa pun menurut.


"Mama tidak mempunyai adik kembar lagi, Sayang."


"Lalu? mengapa mama bilang kami akan punya dua adik lagi?"


"Kerena mama Caca juga sedang mengandung, Sayang. Bukan hanya mama yang akan memberikan kalian adik yang sangat lucu. Tetapi, mama Caca juga akan memberikan adik kepada kalian," Rasanya kebahagiaan Syifa semakin menambah. Ia berdiri dan ber lompat di atas ranjang dengan kegirangan.


"Aku akan punya banyak adik,"


"Syifa akan bermain bersama mereka, Ma."


"Ketika kami besar, Syifa akan menjaga dan melindungi mereka Ma, Syifa tidak akan membiarkan siapapun melukai mereka,"

__ADS_1


"Iya, Sayang. Kalian harus saling menyayangi dan menjaga satu sama lain ya. Dan kamu sebagai kakak yang paling besar harus bisa memberi kan contoh yang baik untuk adik-adik kamu. Ketika Mama, Mama Caca, Papa Revan, Daddy Arvan tidak ada kalian harus saling mengasihi dan tidak boleh bertengkar."


"Iya ma, Syifa mengerti." Shinta pun menyuruh Syifa untuk duduk dan memeluk Puteri nya dengan erat


__ADS_2