
Seminggu Berlalu...
Hari ini adalah hari yang paling di tunggu-tunggu. Hari pernikahan Kaynara dan Rangga. Kaynara melihat diri nya sendiri di cermin, wajah nya begitu sangat cantik dengan menggunakan Dress berwarna putih, dengan rambut di sanggul serta riasan di wajah nya. Diri nya merasa sangat gugup
"Ehem." terdengar suara seorang wanita dari belakang yang sedang mendekati dan menggoda nya. Kaynara menoleh kebelakang dan tersenyum melihat Shinta
"Kakak."
"Kau begitu sangat cantik. Bahkan di hari pernikahan ku dulu, aku tidak secantik diri mu."
__ADS_1
"Aku begitu sangat gugup, Kak."
"Itu hal yang sangat biasa ketika seorang wanita menikah, dulu aku juga seperti itu. Bahkan terus berkeringat, hingga yang merias wajah ku begitu sangat lelah." Sambung Caca yang tiba-tiba muncul.
"Adik ku cantik sekali." Caca memeluk Kaynara dari belakang dengan penuh kasih sayang, ia menatap adik sepupu nya itu dari cermin yang saat ini tepat di depan mereka. Wajah Kaynara begitu sangat bersinar, walau ia merasa sedikit gugup tetapi tak bisa di pungkiri Kaynara begitu sangat bahagia. Shinta memberi kan Kaynara segelas air putih menggunakan sedotan agar lipstick yang Kaynara gunakan tidak rusak. Kaynara sangat jarang berdandan itu sebab nya wajah nya begitu sangat pangling. Kaynara melihat ponsel nya, ia mencoba menghubungi seseorang namun tidak di angkat.
"Kamu menghubungi siapa, Kay?" tanya Shinta yang sedikit ingin tahu
"Mungkin dia sedang dalam perjalanan."
__ADS_1
"Iya, sabar lah sebentar. Kota kita begitu sangat macat bukan? mungkin dia terjebak macat."
"Semoga saja kau tak mengecewa kan ku kali ini, Aini." batin Kaynara. Sewaktu kepulangan nya ke rumah, Kaynara sudah sangat sedih karena teman nya itu tidak menepati ucapan nya. Bahkan tidak menghubungi nya sampao sekarang, Kaynara berharap semoga Aini datang di hari pernikahan nya ini. Kaynara beranjak dari tempat duduk nya, ia ingin ke toilet.
Syafa datang dan menyuruh mereka untuk segera keluar, semua orang sudah menunggu dan pernikahan akan segera di mulai. Shinta memanggil Kaynara, Kaynara keluar dari toilet mereka pun segera keluar. Rangga memandangi wajah Kaynara yang begitu sangat cantik, Kaynara yang di gandeng oleh ke dua kakak nya itu pun merasa begitu gugup. Jantung nya berdetak 10 kali lebih cepat, tangan nya begitu sangat dingin
"Tenang dan relax lah, Kay!" bisik Caca kepada Kaynara
"Iya, ini tidak terlalu buruk seperti pernikahan ku dulu, hihi." sambung Shinta yang berbisik kepada Caca dan Kaynara. Shinta mengingat momen pernikahan nya dulu kepada Revan yang begitu sangat bosan dan tegang. Tidak ada kebahagiaan dari kedua nya baik itu Shinta mau pun Revan. Bahkan mereka selalu bertengkar di setiap menit nya. Namun, satu hal yang sangat Shinta bangga kan. Ia memiliki anak yang sangat ia cintai dan anak itu alasan mengapa ia menikahi Ayah nya. Seiring berjalan nya waktu, Shinta dan Revan saling mencintai. Kini mereka di karuniai anak kembar, bahkan Shinta saat ini pun sedang mengandung.
__ADS_1
"Sudahi Khayalan mu itu!" seakan tahu apa yang Shinta fikir kan, Caca pun memecah kan khayalan Shinta.