Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Wanita gila


__ADS_3

"Selamat untuk kalian, aku turut bahagia. Ngomong-ngomong di mana Papa dan Mama? aku sangat rindu." Queen pun melirik ke sembarang tempat.


"Mama...." Alana pun langsung duduk di pangkuan Shinta.


"Mama dan Papa sedang berada di luar negeri. Besok mereka akan kembali, kau datang lah lagi besok menemui mereka." Queen pun tersenyum dan mengangguk. Mata nya beralih ke Alana


"Anak manis."


"Tante ugak tantik..cepe-lti boneka." Alana melebar kan senyuman nya.


"Terimakasih, Sayang."


Bahkan Alana juga mengangumi kecantikan nya~ Gumam Shinta dalam hati.


"Tante, mau nggak jadi teman Alana?"


"Sayang, jangan menganggu Tante mu." jawab Revan.


"Alana tidak ganggu papa, cuman bel-beltanya."


"Mau, Sayang. Mana mungkin Tante menolak berteman dengan anak semanis kamu."


"Bagaimana kabar orang tua mu?" tanya Revan


"Mereka sangat baik, aku kesini untuk memberi kan undangan pernikahan untuk mu."

__ADS_1


"Undangan pernikahan?" Queen pun tersenyum menunjuk kan gigi nya yang rapih, senyuman nya terpancar dengan sempurna.


"Siapa yang akan menikah?"


"Adik ku"


"Wah, selamat ya. Aku sangat bahagia. Sekarang, dia pasti sudah sangat dewasa."


"Kau benar, bahkan dia sekarang jauh lebih dewasa dari aku." Queen pun tertawa mencerita kan adik nya.


"Iya, aku ingat saat dahulu kita ber main, adik mu selalu cemburu jika aku lebih dekat dengan mu."


Sama! aku juga cemburu jika kau seperti ini terus pada nya~ gumal Shinta di dalam hati.


"Haha, kau benar sekali. Adik ku begitu sangat marah, jika kau lebih perduli pada ku."


Bagus..! pergi lah sekarang, hati ku sudah sangat panas sekali di sini ~ batin Shinta


"Mengapa terlalu buru-buru?" Shinta pun ber pura-pura manis, tetapi di dalam hati nya ia ingin wanita ini segera pergi.


"Aku harus memberi kan undangan ini kepada teman teman ku dan teman adik ku yang lain nya."


"Baik lah, cepat lah pergi dan hati-hati di jalan ya?" ucap Shinta bersemangat, Revan dan Queen bersamaan menoleh ke arah Shinta.


"Maks-maksud ku, cepat lah kembali agar kau tidak pulang kemalaman." Queen pun tersenyum dan menggeleng kan kepala nya

__ADS_1


"Isteri mu begitu sangat perhatian ya." Queen menatap ke Revan


"Karena dia isteri ku." Revan pun tak segan mencium kening Shinta, mereka bangkit untuk mengantar Queen ke luar.


"Kembali lah kesini besok, Mama dan Papa sangat merindu kan mu. Mereka pasti akan sangat bahagia."


"Tante celing-celing kecini ya? main belcama Alana dan kakak Syifa, juga Alan."


"Iya, Sayang." Queen membelai pipi Alana dengan lembut.


"Aku pamit." Shinta dan Revan pun mengangguk dan melambai kan tangan pada Queen. Shinta bernafas lega, sedari tadi dada nya begitu kencang seakan menaiki roller coaster.


"Ada apa?"


"Tidak, dia sangat cantik ya?" pancing Shinta.


"Dia memang cantik, sedari dulu ia selalu menjadi rebutan para lelaki di lingkungan kami. Dia bunga kota di sini."


"Apa kau juga menyukai nya?"


"Siapa yang tak suka dengan wanita seperti nya. Baik, pintar, juga cantik." mendengar ucapan Revan, darah Shinta semakin mendidih.


"Apa kau akan berpaling dari nya?" ketus Shinta.


"Hanya pria bodoh yang akan mendua." jawab Revan dengan santai meninggal kan Shinta.

__ADS_1


Bahkan Dewi kecantikan pun tak akan bisa membuat ku berpaling dari wanita gila seperti mu ~ batin Revan yang sambil tersenyum menjauhi isteri nya


__ADS_2