
Guru yang awal nya tidak menyukai Syifa dan Raisa pun merubah pikiran nya. Ia mengira jika anak dari pemilik sekolah akan angkuh namun nyata nya tidak dengan Syifa.
Guru itu pun memberikan senyuman yang tulus untuk ke dua kakak beradik tersebut.
Saya banyak menemui anak-anak yang berasal dari keluarga terhormat. Namun, saya baru menemuiTidak anak-anak seperti kalian. Walau papa kalian yang punya sekolah ini namun kalian tetap menghargai peraturan yang ada.
Guru itu pun memberikan pujian kepada Syifa dan Raisa. Terutama kepada Syifa yang begitu bijak dalam menyikapi semua nya.
Raisa senang karena kini guru menghargai nya sedangkan Syifa tidak. Menurut nya, ia hanya lah anak biasa. Tidak ada hubungan nya dengan identitas keluarga.
Syifa dan Raisa pun berdiri sampai jam pelajaran guru itu selesai. Kaki Raisa terasa begitu pegal namun ia tak berani mengeluh dengan kakak nya.
Guru lain pun masuk ke dalam kelas, sangat terkejut melihat anak pemilik sekolah di hukum seperti itu. Guru tersebut pun menegur rekan kerja nya dan akan mengatakan hal itu kepada ke dua orang tua mereka.
Syifa membela guru nya, ia mengatakan jika guru itu tidak salah. Ini adalah keinginannya sendiri karena sudah melanggar aturan.
__ADS_1
Nak, tidak ada aturan untuk kalian berdua. Kalian bebas melakukan apapun di sekolah ini.
Mendengar ucapan guru yang baru masuk itu Syifa merasa kesal, ternyata masih banyak guru yang tak berubah dan mempunyai prinsip yang buruk seperti dulu
"Bu, maaf. Tapi menurut Syifa, ibu salah. Peraturan tetap lah peraturan."
Namun khusus untuk kalian berdua peraturan boleh di langgar.
Syifa semakin geram, namun ia mengingat pesan mama nya yang mengatakan harus hormat kepada orang yang lebih tua.
Sejak kecil, ia tinggal di panti, aturan-aturan panti begitu ketat. Begitu juga saat ia sempat di adopsi oleh orang tua angkat nya yang jahat. Ia selalu mematuhi perintah-perintah dari orang tua angkat nya. Jadi, tidak heran jika sifat penurut itu melekat dalam diri nya.
Guru yang baru masuk pun memulai pelajaran lain, mulai menjelaskan pelajaran tersebut. Hingga ketika anak-anak mengerti seperti guru yang lain nya.. Guru itu pun memberikan soal yang harus di jawab oleh semua murid.
Kini, Syifa dan Raisa yang maju lebih dulu untuk mengumpulkan jawaban mereka. Raisa dan Syifa menang anak yang cerdas dalam pelajaran.
__ADS_1
Sambil menunggu yang lain, kalian berdua pergi lah ke kantin. Atau nikmati bekal yang kalian bawa
"Bu, ini kan belum jam istirahat. Dan lagipula, sekolah melarang untuk kami anak murid makan di dalam kelas apa lagi saat jam pelajaran."
Tidak apa-apa, kalian murid istimewa. Jadi, bisa melakukan apapun yang kalian ingin kan.
Kini, Syifa tak tahan lagi. Ia pun mengatakan kepada guru nya untuk memberikan contoh yang baik untuk anak murid bukan memberikan contoh yang buruk.
"Ibu guru adalah pedoman untuk anak-anak murid nya, perilaku nya juga sangat terpuji namun kenapa ibu seperti tidak mencerminkan layak nya seorang guru?" pertanyaan Syifa membuat murid yang lain tertawa keras, seakan meledek.
Diam?!
Guru itu sangat kesal, namun tak berani menghukum Syifa dan Raisa. Jika ia menghukum kakak beradik itu sama saja mengantarkan nyawa di dalam kandang singa.
Guru itu pun melampiaskan kemarahan nya kepada murid yang lain. Syifa membela teman sekelas nya ia mengatakan jika guru itu berani menyakiti teman-teman sekelas nya. Ia akan mengatakan hal itu ke Daddy Arvan dan akan memastikan guru yang memiliki prinsip buruk itu akan di tendang dari sekolah daddy nya.
__ADS_1
Guru itu takut mendengar ucapan Syifa yang seperti nya tidak main-main.