
"Kau harus tetap bangkit untuk dia, jangan terus terusan begini, Kay. Aku tidak bisa merubah mu atau menghapus luka mu. Tapi, aku akan berusaha yang terbaik untuk kebahagiaan mu dan anak kita kelak. Kay, aku memang bukan lah pria kaya tetapi aku akan berusaha untuk memenuhi semua kebutuhan mu dan juga anak kita. Aku akan bekerja keras untuk kalian. Semua pekerjaan akan aku lakukan untuk kalian yang penting pekerjaan itu halal dan berkah untuk kita. Mungkin kelak, anak kita tidak bisa merasakan kemewahan yang berlimpah, tetapi aku akan berusaha untuk membuat diri nya tidak pernah kekurangan. Tidak akan aku biar kan kalian menderita!" Kaynara menangis dan memeluk erat tubuh Rangga.
"Aku tidak tahu apa rencana mu pada ku Tuhan, tapi aku tau Tuhan itu baik! terimakasih Tuhan, di saat aku berada di titik terlemah seperti ini. Kau mengirim kan pria baik ini untuk ku. Terimakasih Tuhan." batin kaynara dan memeluk Rangga dengan erat.
********
Keesokan hari nya, Shinta beserta suami dan anak nya Syifa bersiap-siap untuk pergi berlibur.
"Kita ke rumah mama dan papa kamu dulu ya!" ucap Revan. Shinta tersenyum dan mendekati suami nya dan membelai pipi Revan dengan penuh cinta dan sayang.
__ADS_1
"Aku jugak udah mikirin hal itu, tanpa aku bilang. Kamu udah paham, baik banget sih suami aku." gombal Shinta
"Udah pintar ya nge-gombal!" Revan mengusap rambut Shinta, walau sudah punya anak banyak tidak membuat pasangan itu berhenti menjadi pasangan yang harmonis, walau sikap Revan yang tegas dan cuek. Begitu juga dengan Shinta yang begitu galak. Namun, tidak mengubah perasaan mereka satu sama lain.
"Sudah siap semua?"
"Sudah, ayo kita berangkat!" Mereka pun masuk ke dalam mobil. Sebelum nya, Shinta sudah menghubungi dan memberitahu Caca bahwa mereka akan berlibur. Caca pun meminta Syifa untuk tidak membuat repot Shinta. Syifa merasa sangat bahagia, ia bernyanyi dan berdansa di dalam mobil. Baby Alan dan Alana juga tertawa melihat kakak mereka berdansa dan bernyanyi di dalam mobil. Shinta memilih duduk di belakang bersama ketiga anak nya. Sedangkan, Revan tidak ada yang menemani nya di depan. Revan memaklumi, karena bagaimana pun, Anak-anak jauh lebih penting dari apapun. Alan dan Alana pun menggoyang kan tubuh mungil mereka dengan bertepuk-tepuk tangan.
"Mereka harus bahagia dan akan selalu begitu, Sayang. Aku akan membuat kalian bahagia apapun cara nya. Kalian itu hidup dan mati ku."
__ADS_1
"Iya, semoga kelak anak-anak kita menjadi anak yang baik dan berbakti pada kita orang tua nya."
"Iya dong, Ma. Pa! kelak nanti Syifa akan menjadi anak kebanggan mama dan papa. Syifa akan memberikan contoh yang baik untuk adik-adik Syifa."
"Iya, Sayang. Kalian harus saling menjaga dan menyayangi ya. Nak." Shinta mengelus rambut Syifa dengan lembut.
*******
Duh maaf banget ya kakak-kakak. Sangra cuman bisa update satu bab dan sedikit banget soalnya lagi sibuk banget. Ini juga author luang kan waktu sebentar agar bisa update setiap hari nya. Mohon jangan di bully aku tuh gak sanggup di bilang pelit sama update padahal udah sebisa mungkin berikan yang terbaik :(
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan berikan vote poin ya kak. Salam sayang dari sangrainily untuk kalianā¤