Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Tingkah konyol


__ADS_3

Hati Shinta begitu hancur, rapuh mendengar ucapan anak nya. Ia merasa menjadi ibu yang gagal dalam mendidik ketiga anak nya hingga Syifa bisa berfikiran seperti itu. Revan yang masih dalam amarah pun ingin menemui anak dan isteri nya namun di cegah oleh Caca.


"Tunggu." ucap Caca. Revan menoleh ke arah mantan isteri nya.


"Aku tak ingin siapapun ikut campur." jawab nya dingin, Caca tersenyum licik.


"Jika kau bersikap layak nya seorang ayah dan suami yang baik. Tidak mungkin aku ikut campur, maaf Tuan Revan! seperti nya kau lupa, jika aku adalah ibu kandung nya. Jika aku ingin, aku bisa mengambil hak asuh anak ku karena sifat mu yang pemarah ini. Apa kesalahan anak ku? apa dia melakukan kesalahan atau memukul adik nya? aku rasa tidak! Kau terlalu berlebihan, ingat lah! kemarahan mu seperti ini bisa memenang kan ku dalam hak asu Syifa!" ucapan Caca membuat Revan terdiam, ia mengerti bahwa Caca tak akan pernah main-main dengan ucapan nya. Caca berjalan menjauhi Revan dengan sangat tenang.


Aku terpaksa berbicara seperti itu, agar ia tak bisa seenak nya memarahi dan membentak anak ku~batin Caca.


"Tunggu Caca!" panggil Revan, Caca pun menoleh ke belakang


"Apa kau ingin aku membukti kan nya?" seakan mengetahui apa yang Revan fikir kan.

__ADS_1


"Selama ini aku diam, tetapi bukan berarti aku tak mempunyai hak atas anak ku! dia anak ku, dan semua tahu alasan mengapa aku meninggal kan kalian dahulu." lagi-lagi ucapan Caca membuat Revan tak berkutik. Revan juga tahu, jika Caca membawa ini ke jalur hukum. Caca akan menang dalam hak asuh anak.


**********


Di dalam kamar, Shinta terus menenang kan Syifa hingga anak nya itu tertidur lelap dalam peluk kan nya. Kepala Shinta terasa sangat berat, dada nya begitu sesak.


Tok...! Tok...!


Suara pintu kamar berbunyi, Shinta tak menggubris karena mengira orang di balik pintu itu adalah Revan.


"Bagaimana Syifa?" tanya Caca yang sangat khawatir.


"Dia sudah lebih baik, dan beristirahat." Shinta memberi kan penjelasan, Caca masuk ke dalam kamar dan melihat wajah dan mata anak nya yang begitu sembab.

__ADS_1


"Hati nya pasti terluka karena Revan memarahi nya."


"Dia sangat terluka." lirik Shinta menoleh anak nya.


"Mengapa Revan mempermasalah kan hal sekecil ini?" Caca begitu bingung dengan sikap Revan. Kesal Caca, Shinta pun terdiam. Saat ini, ia tak tahu harus bagaimana, di satu sisi suami di sisi lain ada anak.


"Ki-kita kembali ke ruang keluarga saja, Ti-tidak enak meninggal kan tamu dalam keadaan seperti ini." jawab Shinta yang menatap dengan tatapan kosong. Caca pun mengerti perasaan Shinta. Mereka pun kembali ke ruang keluarga dan berkumpul dengan yang lain nya.


"Bagaimana Syifa?" tanya papa Tommy.


"Dia sedang istirahat, Pa. Kepala nya sedikit pusing."


"Mama, kenapa Kaka pucing?" tanya Alana kepada Ibu nya.

__ADS_1


"Karena anak-anak mama yang nakal ini sudah sangat merepot kan kakak." Shinta pun menggeliti kedua anak kembar nya, membuat si kembar tertawa karena merasa sangat geli. Semua orang pun tertawa lucu melihat tingkah konyol si kembar.


__ADS_2