
Shinta terbangun dari tidurnya, ia melihat Syifa yang masih tertidur lelap tepat disamping ia berada. Shinta melihat ruangan sudah kosong, hanya ada dia dan juga Syifa.
"Apa Jennika sudah pulang ya" Gumamnya dalam hati. Shinta mencium pipi Syifa berulang-ulang, mengacak rambut Syifa dengan gemas. memandangi wajahnya yang sangat polos.
"Sudah pukul 8 malam" melihat jam di tangannya, ia bangkit dari tempat tidur rumah sakit, berjalan kearah kamar mandi untuk mencuci mukanya. Setelah mencuci muka, Shinta keluar dari kamar mandi. Dia tersenyum melihat wajah polos Syifa yang masih terlelap dalam tidurnya
"Dimana Revan" tanyanya lagi, ia mengambil hp di tasnya, mencoba menghubungi Revan namun tak ada jawaban.
tringggggggg
Suara telepon Shinta berbunyi, ia melihat pesan masuk yang ternyata dari Jennika.
"Ta, aku pulang deluan ya. Tadi mau pamit kamu nyenyak banget, see you" -Jennika. Shinta memasukkan ponselnya kedalam tas. Ia memperbaiki rambutnya yang berantakan.
"Aku sangat lapar"
"Tapi aku tak mungkin membiarkan nya sendirian disini" gumamnya memegang perutnya yang sudah demo meminta makan. Shinta duduk disebelah Syifa. membelai wajah imut Syifa.
"Mama sayang kamu" gumamnya dalam hati. Syifa menggeliatkan tubuhnya karena merasakan sentuhan dari Shinta.
"Mama" mengucek kedua matanya.
__ADS_1
"Iya sayang" Tersenyum lembut
"Papa belum datang ma" tanya Syifa kembali
"Belum sayang, kamu laper?" Syifa menganggukan kepala nya
"Sangat lapar ma" ucapnya manja. Shinta mencoel hidung mungil Syifa.
"Sebentar ya sayang, mama keluar mencari makanan dulu" Shinta bangkit dan ingin pergi namun tangannya di genggam oleh Syifa.
"Jangan pergi ma, Syifa takut sendirian dirumah sakit" ucapnya merengek.
"Mama hanya sebentar sayang, mencari makanan untuk kamu" menggenggam tangan Syifa mencoba memberikan penjelasan.
"Astaga, mama lupa sayang" menepuk jidatnya.
"Iya kita pesan dari online aja ya sayang, kamu mau makan apa hmm" Tanya Shinta sambil membuka aplikasi gofood nya.
"Terserah mama saja" ucapnya. Shinta memesankan makanan untuk dia dan juga Syifa.
"Bentar ya sayang, mama mau siapin pakaian kamu dulu, kamu kan belum mandi"
__ADS_1
"Iya ma" Shinta menyediakan pakaian tidur untuk Syifa, ia mengelap tubuh Syifa dengan sangat telaten, menggantikan pakaian Syifa tidak lupa memakai minyak telon dan juga farfum
"Anak mama sudah wangi" ucapnya gembira.
"Sini sayang, mama sisir rambut Syifa" Syifa hanya diam dan patuh saja dengan perintah Shinta. Setelah selesai dengan kerjaannya. Tak lama kemudian makan mereka datang, Shinta mengambil makanan tersebut lalu kembali mendekati Syifa.
"Kamu makan ya" Shinta membuka bungkusan plastik nya.
"Syifa ga selera mama"
"Sayang, kamu harus makan biar cepat sembuh. Selesai itu kita akan ketemu dengan nenek dan kakek. Apa kamu tidak mau bertemu dengan mereka" bujuk Shinta.
"Mau ma"
"Anak mama memang pinter, buka mulutnya sayang aaaaa" Syifa memakan makanannya dengan lahap disuapi oleh Shinta.
"Selesai, gitu dong anak mama anak baik, anak cantik, anak pintar. Sekarang kita minum obat ya sayang" Shinta mengambil minum dan juga obat Syifa di meja.
"Gamau ma, itu pahit" menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Sayang, kalau kamu gak mau minum obat kapan kamu sembuh coba? apa Syifa mau terus terusan berada rumah sakit dan jauh dari kakek nenek?" Tanya Shinta.
__ADS_1
"Gak mau ma" menggelengkan kepalanya.
."Sekarang kamu minum obat ya sayang" Akhirnya Syifa mau menurut kepada Shinta. Shinta selalu sabar menghadapi sifat syifa. Bahkan nenek, kakek dan ayahnya sendiri sangat sulit menghadapi Syifa apalagi jika meminta sesuatu. Namun Shinta selalu berhasil membuat Syifa nurut kepada nya.