
Syifa mengatur nafas nya perlahan akibat tertawa yang berlebihan.
"Ma?" tawa Shinta berhenti dan menjawab panggilan dari Syifa.
"Iya, Sayang?"
"Ap-Apa boleh Syifa menentukan di mana Syifa akan melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Suasana pun menjadi hening, Syifa menundukkan kepala nya, jemari nya keringat dingin dan gemetar. Melihat reaksi putri sulung nya Shinta menggenggam jemari Syifa dengan lembut.
"Apakah kamu tidak menyukai sekolah pilihan mama dan papa?"
"Ti-tidak ma, mak-sud nya tidak begitu. Syifa menyukai hal yang mama dan papa pilih kan untuk Syifa. Karena Syifa percaya itu demi kebaikkan Syifa ma."
"Sayang, bicara lah dengan jujur. Mama tidak marah, Sayang."
"Syifa han-hanya ingin melanjut kan pendidikan di mana tempat Syifa kagumi ma." jawab nya dengan ragu. Shinta pun tersenyum dan mengelus rambut Syifa.
"Baik lah, Sayang. Mama akan bicara dengan papa supaya kamu bisa masuk ke sekolah yang kamu ingin kan."
__ADS_1
"Benar ma?"
"Iya, kesayangan mama." dengan perasaan gembira Syifa memeluk mama nya
"Terimakasih banyak ma, terimakasih. Aku sayang mama, sangat sayang mama."
"Mama juga sangat sayang kamu." Shinta menciumi kening puteri sulung nya.
"Gimana kalau sekarang kita pergi ke tempat toko ice cream yang dulu kita datangi?" ajak Shinta pada Syifa. Syifa pun mengangguk setuju.
"Iya, mama." Shinta pun pergi dan ingin bersiap-siap. Setelah bersiap-siap. Shinta pun kembali ke kamar Syifa yang sudah ada Syafa di dalam nya.
"Kamu udah siap?"
"Udah ma." jawab Syifa.
"Si kembar sangat nyenyak tidur nya, lebih baik mereka di sini bersama Ibu. Kalian pergi lah berdua." ucap Syafa. Shinta sangat ingin mengajak si kembar, namun si kembar begitu nyenyak. Ia pun tak tega jika harus membangun kan anak nya.
__ADS_1
"Baik lah bu." Shinta dan Syifa pun berpamitan pada Syafa. Mereka pergi menaiki taxi online. Shinta sengaja tidak mengajak Revan, ia hanya ingin menghabis kan waktu bersama anak nya.
Sesampai di toko ice cream yang biasa mereka datangi dulu, Shinta memesan ice cream kesukaan Syifa. Menikmati ice cream sambil berbicara banyak hal.
"Sudah lama sekali rasanya ya kita tidak pergi dan makan ice cream bersama." ucap Shinta pada Syifa. Kapan terakhir kali mereka kesini pun sudah tak ingat. Shinta menyesali apa yang terjadi, banyak yang ia lewati momen bersama Syifa. Waktu liburan di bali pun mereka tidak sempat menghabis kan waktu berdua.
"Permisi Nona." lamunan Shinta memecah saat pelayan membawa kan ice cream pesanan mereka.
"Terimakasih ya." ucap Shinta pada pelayan toko ice cream tersebut. Pelayan itu pun segera pergi. Ketika Shinta mengambil gelas yang berisi ice cream untuk ia nikmati, Syifa mengambil ponsel genggam miliknya dan menyuruh sang ibu untuk tersenyum melihat ke arah kamera. Shinta pun menuruti permintaan sang puteri. Shinta pun menoleh ke arah kamera dan tersenyum menunjukkan gigi putih nya dengan tangan memegang ice cream.
Selesai.
Ucap Syifa tersenyum, ia menunjuk kan hasil potret nya kepada sang Ibu, Shinta mengajak Syifa untuk berselfie namun Syifa menolak dengan halus. Karena Syifa yang sekarang sangat canggung dengan kamera, diri nya bahkan hampir tidak pernah mengambil gambar. Shinta pun memaklumi keputusan sang anak.
nih author kasih liat ya gambar mama Shinta, walau pun udah punya anak dan lagi hamil tetap awet muda yak wkwk. Kenapa perut nya rata? kan masih hamil muda jadi masih rata yak. Anggap aja milkshake itu ice cream ya bun. Jangan di bully aku tuh😌 Jangan lupa like dan komen nya kakak-kakak🥰
__ADS_1