Ibu Sambung

Ibu Sambung
episode 25


__ADS_3

Hari demi hari terlewati, sudah 6 bulan berlalu namun Syifa enggan terbangun dari koma nya. Revan dan Shinta setiap hari menjaga Syifa dengan bergantian, semenjak kecelakaan itu Shinta dan Revan lebih akrab sekarang walau tak sedikit dari mereka bertengkar. Revan duduk di samping Shinta, ia melihat wanita itu lalu tersenyum manis memandangi wajah imut Shinta. Shinta menyadari kelakuan Revan, ia mengerutkan dahinya dan melirik jengah melihat Revan.


"Mengapa kau melihatku seperti itu" Melotot kepada Revan.


"Tidak, siapa juga yang melihatmu! dasar wanita gila"


"Awwwshhh, apa kau sudah gila!" menarik tangannya yang tadi di gigit oleh Shinta.


"Iya aku gila, makanya aku menggigit tanganmu haha" tertawa lepas.


"Aku lapar sekali" keluh Shinta.


"Apa ibu mu tak memberikan mu makanan tadi?"


"Enak saja! Ibuku selalu memberikan aku makanan yang sangat lezat. Tapi saat ini aku lapar lagi" merengek layaknya anak kecil

__ADS_1


"Yasudah ayo kita makan ke kantin" Bangkit dari duduknya


"Kau yang traktir aku kan?" Tanya Shinta.


"Hmmm" ucap singkat Revan dan berlalu meninggalkan Shinta di belakangnya.


"Hey tunggu, kau ini menyebalkan sekali!"


"Bruk" Shinta menabrak tubuh Revan yang tiba tiba berhenti begitu saja.


"Hehe, maafkan aku ya. Baiklah aku tak kan berbicara teriak-teriak" cengir.


Shinta dan Revan berjalan menuju kantin, namun ia bertemu dengan dua pasangan muda orang itu adalah Rayhan dan Cinta. Shinta terhenti terpaku melihat lelaki yang ia cintai dan 10 tahun bersama nya kini menjadi suami orang lain, rasanya Shinta tak percaya sampai sekarang. Ia berusaha untuk biasa saja.


"Mengapa mereka disini? siapa yang sakit"

__ADS_1


"Atau jangan-jangan cinta hamil? kan mereka sudah menikah"


"aaaa mengapa sesakit ini sih melihat mereka bersama" Begitu banyak pertanyaan pertanyaan didalam pikiran Shinta. Dua pasangan itu mendekat berjalan ke arah Shinta.


"Tenang kan dirimu Tata, jangan mudah terbawa perasaan" Ucapnya lagi dalam hati, ia menggenggam tangannya yang sudah keringat dingin dan bergemetar. Revan menyadari sikap gugup Shinta, ketika Rayhan dan Cinta di hadapan mereka Revan dengan cepat memegang tangan Shinta dengan erat. Shinta kaget dengan apa yang dilakukan oleh Revan namun ia tak menolak ataupun membalasnya. Rayhan menatap tangan Shinta yang di genggam erat oleh Revan.


"Hallo Shinta" sapa Cinta dengan ramah.


"Ha...hai" Balas Shinta dengan sedikit gugup, Revan semakin mengeratkan genggamannya. Seperti memberikan kekuatan dan berkata Shinta untuk kuat, jangan lemah dihadapan mereka. Shinta langsung tersenyum kepada Rayhan dan juga Cinta.


"Sedang apa kalian disini, apakah kau hamil cinta? selamat ya" Shinta begitu hebohnya bertanya, ia tak menunjukkan rasa sakitnya, padahal ia sangat sakit namun ia sadar saat ini lelaki yang ia cintai sudah menjadi suami wanita lain.


"Dasar bodoh, mengapa dia mempermalukan dirinya seperti ini" Geram Revan dalam hati. Cinta dan Rayhan bingung harus menjawab apa, sedangkan mereka tidak pernah menikah.


"Hey kenapa kalian diam? apa kau hamil cinta?" Tanya Shinta lagi yang begitu sangat penasaran dari tadi.

__ADS_1


"iya aku hamil" Ucap cinta dengan cepat karena kebingungan akan pertanyaan dari Shinta. jawaban yang Cinta berikan, berhasil membuat Shinta patah hati untuk kesekian kalinya akibat ulah Rayhan.


__ADS_2