Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Memohon


__ADS_3

Tidak terasa seminggu pun berlalu. Caca sudah bisa kembali ke rumah. Ia sampai sekarang belum mengetahui kondisi Kaynara. Arvan sengaja membawa Caca ke rumah orang tua Shinta. Karena ia tahu, Caca akan merasa lebih baik di sana. Dan sebelum nya Gunawan meminta pada Caca, Arvan, Revan, Shinta dan yang lainnya untuk tinggal di rumah mereka untuk sementara waktu. Agar pengobatan Kaynara juga lebih mudah, saat ini Kay membutuhkan dukungan dan juga kasih sayang serta perhatian dari mereka semua.


"Ibu." sapa Caca kepada Syafa. Ia memeluk Syafa dengan erat. Semua nya sudah berkumpul menunggu Caca kecuali Kaynara. Ia harus di rawat untuk beberapa saat kedepan.


"Caca sangat merindukan ibu."


"Ibu juga sangat merindukan kamu, nak." Syafa melepaskan pelukkan mereka, ia mengecup kening Caca dengan penuh kasih. Caca merasa Shinta begitu sangat beruntung memiliki kedua orang tua yang memiliki kasih sayang dan perhatian yang sangat luar biasa. Tidak seperti orang tua nya. Mama Caca yang sangat jahat dan egois. Dan semenjak Papa Caca sudah menikah kembali, Brian hanya fokus pada keluarga baru nya. Jarang sekali untuk menemui Caca, jangankan menemui. Menerima telepon dari Caca pun sangat jarang. Caca merasa sangat sedih, ia merindukan mama papa nya. Sedari kecil Caca sangat tidak beruntung, Mama dan Papa nya hanya memikirkan diri mereka sendiri. Caca masih dalam keheningan.

__ADS_1


"Kamu kenapa nak?" tanya Syafa yang mengusap rambut Caca dengan lembut. Caca tersenyum dan menetes kan air mata. Syafa dengan sigap menghapus air mata Caca.


"Mengapa menangis? sudah jangan menangis." Syafa kembali memeluk Caca.


"Caca merasa sangat beruntung memiliki Ibu. Mengapa tidak dari dulu saja ya?" ucap nya.


"Itu lah takdir kehidupan nak. Sekarang Ibu dan Ayah mempunyai tiga anak perempuan. Kamu, Tata, dan Kay." ucap Syafa dengan senyuman yang begitu teduh dan siapapun yang melihat akan merasa tenang. Mendengar nama Kaynara. Caca melepaskan pelukkan mereka.

__ADS_1


"Ta, kemana Kay?" tanya Caca pada Shinta. Akhirnya Shinta pun menjelaskan semua nya pada Caca.


"Kay?" Caca merasa sangat terkejut hingga ia tak sadar kan diri setelah menyebut nama Kay. Semua orang terkejut dan panik dengan Caca yang tiba-tiba tidak sadarkan diri. Arvan dengan sigap menggendong isteri nya dan membawa Caca ke dalam kamar yang biasa mereka tempati jika menginap di rumah orang tua Shinta. Yang lainnya pun mengikuti Arvan. Arvan meletakkan Caca di atas ranjang dan memberikan minyak kayu putih secukup nya di kedua telapak tangan dan kaki Caca. Juga di kening dan hidung Caca.


"Saat ini kondisi Caca sangat lemah, Dokter pun sudah mengatakan agar ia tidak terlalu banyak memikir kan masalah yang ada." ucap Arvan yang memandangi wajah pucat Caca. Tidak lama kemudian Caca tersadar, ia ingin menemui Kay. Namun, semua melarang. Mereka takut jika Kay akan melukai Caca lagi.


"Aku akan baik-baik saja. Percaya lah! Aku mohon!" Caca memohon kepada Arvan dan yang lainnya. Arvan yang tidak enak hati melihat Caca menangis pun mengizin kan. Shinta merasa sangat kecewa dengan keputusan Arvan.

__ADS_1


"Tapi, Caca baru saja pulang dan harus istirahat." ucap Shinta.


"Percaya lah pada ku, Ta. Aku akan baik-baik saja."


__ADS_2