
Ada saja bahan pembicaraan mereka di sepanjang jalan. Kini, mereka sudah sampai di warung ice cream favorite mereka.
"Ayo turun," ajak Revan kepada Shinta namun Shinta tak mau turun, ia ingin seperti orang-orang yang di buka kan pintu nya oleh pasangan.
Revan mengacak rambut nya dengan kasar, namun tetap menuruti permintaan Shinta. Ia pun segera turun dari mobil dan menghampiri sang istri. Tak lupa ia membuka kan pintu mobil untuk sang ratu.
"Silahkan ratu,"
"Terimakasih pengawal haha."
Shinta memang begitu pintar membuat suami nya kesal, namun di suasana seperti ini Revan tak mau terlalu bawa emosi. Kapan lagi mereka memiliki waktu berduaan seperti ini.
"Baik Nona."
Shinta menatap sinis suami nya "Tadi ratu sekarang nona!" omel Shinta.
Kini, Revan tertawa ia senang melihat raut wajah kesal dari sang istri.
"Lihat lah, kau yang memancing ku agar marah namun kau sendiri yang kejebak oleh permainan mu,"
__ADS_1
Shinta memonyongkan mulut nya ke depan, Revan mengambil kesempatan untuk mengecup bibir Shinta. Tentu saja hal itu membuat Shinta menjadi salah tingkah.
Bagaimana tidak, Revan mencium nya di depan umum. Bahkan beberapa orang yang ada di parkiran pun tersenyum melihat ke dua nya.
"Duh, romantis sekali pasangan ini."
"Pengantin baru ya?"
Bahkan orang menganggap mereka adalah pengantin baru.
"Andai mereka tahu jika pernikahan kita sudah mau ber-uban haha!" tawa Shinta dengan geli. Revan yang di puji oleh orang yang tak di kenal pun semakin memperlihatkan keromantisan nya dengan sang istri.
Jangan bersandiwara manusia es, kau tidak seromantis ini. Lepaskan tangan ku!
Revan tak menggubris ucapan Shinta. Ia senang melihat Shinta semakin salah tingkah.
Dia mengatakan aku manusia es, akan ku tunjukan jika manusia es ini bisa membuat mu tersipu malu di depan umum.
Shinta berusaha melepaskan diri nya dari Revan. Namun, bukan nya melepaskan pelukan itu. Revan justru semakin erat memeluk Shinta untuk masuk ke dalam.
__ADS_1
Orang-orang yang ada di dalam tokoh, awal nya menikmati es kini mata mereka tertuju kepada pasangan itu.
Bahkan ada yang berbisik, membicarakan mereka.
Sudah, lepaskan tangan mu dari pinggangku..Lihat lah, mereka membicarakan kita!
Revan mengatakan jika ia tak perduli dengan apa yang orang pikirkan, saat ini ia hanya ingin menikmati waktu berdua dengan Shinta. Namun, Sinta yakin jika Revan sengaja melakukan itu untuk membuat diri nya tak berkutik di depan orang-orang.
Tidak mungkin Shinta membuat malu suami nya dengan berteriak. Mereka akan merendahkan Revan jika ia melakukan itu. Namun, Shinta begitu risih. Bukan nya ia tak menyukai keromantisan dari pasangan, namun ia merasa risih dengan tingkah suami nya. Jika Revan melakukan ini saat mereka berdua, pasti diri nya akan senang.
Kedua nya pun duduk di kursi ujung agar ke dua nya bisa menikmati waktu berdua.
"Kau sengaja pasti sengaja kan membuat ku malu tadi?"
"Haha, memang iya." ujar Revan. Shinta ingin emosi namun ia pun menahan amarah nya.
Revan memegang tangan istri nya dan mengatakan Shinta agar jangan marah-marah.
"Jika kau tidak suka perlakuan ku, maafkan aku. Jangan marah lagi, Sayang."
__ADS_1