Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Jangan berbicara seperti itu!


__ADS_3

Mengapa anak ku bisa semarah ini? ~ batin Caca.


Shinta pun berfikiran hal yang sama, Revan terlihat sangat marah.


"Maaf." tanpa basa-basi Syifa mengucap kan maaf lalu beranjak dari tempat duduk nya dan berlalu meninggal kan semua orang.


"Sayang?" Shinta pun mengejar anak nya, Revan mengikuti anak dan isteri nya.


Syifa masuk ke dalam kamar dan membaring kan tubuh nya, memejam kan mata sejenak. Namun, tangan kekar menarik selimut nya dengan paksa membuat Syifa terkejut. Ia membuka mata, terlihat papa nya sedang berdiri dengan penuh amarah. Shinta pun duduk di samping anak nya.


"Ada apa, Ma? Pa?" tanya nya dengan nada lembut.


"Kenapa kamu bersikap seperti itu? apa papa pernah mengajari mu hal yang nggak baik? jawab papa!" sentak Revan dengan nada keras, Shinta merasa sikap suami nya terlalu berlebihan, ia memeluk anak nya yang ketakutan gemetar.

__ADS_1


"Apa sih ini?"


"Kamu nggak usah ikut campur! aku bicara dengan anak ku!"


"Aku berhak ikut campur! aku ibu nya! kamu kenapa kok jadi begini? Syifa nggak sengaja kan? kenapa harus di perpanjang? lagi pula dia kakak si kembar, ber hak dia menegur adik-adik nya. Udah deh ya, di luar lagi banyak tamu aku nggak mau berdebat sama kamu sekarang!"


"Kalau nggak mau berdebat sekarang kamu keluar Shinta!"


"Aku nggak mau Revan!" nada Shinta pun ikut mengeras, ia tak terima jika ada yang menyakiti anak-anak nya ia akan menjadi perisai untuk anak-anak nya. Walau harus melawan suami nya sendiri.


"Maa-aaf pa, hiks." air mata Syifa berlinang, ia begitu ketakutan melihat ke marahan Ayah nya. Shinta mencoba menenang kan anak nya


"Sudah, Sayang. Sudah ya." Shinta mengecup kening anak nya.

__ADS_1


"Kamu terlalu manjain dia hingga dia bersikap kurang ajar!"


"Dia nggak pernah kurang ajar kok sama yang lebih tua, bahkan dia juga sudah meminta maaf kan? apa yang salah! kamu terlalu berlebihan tau ngakk??!" bentak Shinta pada suami nya. Ia merasa kesal, hanya karena masalah sepele ia memarahi Puteri nya.


"Sekarang, kamu keluar deh!" usir Shinta pada Revan, Revan pun tak mau mendengar kan isteri nya. Bahkan ia terus-terusan memarahi Syifa dengan nada keras nya.


"Cukup Revan! henti kan! aku udah muak ya dengar kamu bicara dengan nada keras pada anak ku! Cukup! jika kamu nggak mau keluar dan masih mau mengoceh baik lah, terus lah mengoceh! Ayo sayang, kita keluar." Syifa mengajak anak nya untuk keluar kamar dan menuju kamar nya.


Di dalam kamar, Shinta mengunci pintu tak membiar kan suami nya masuk. Syifa yang menangis senggugukan pun di tenangi oleh Shinta, hati nya merasa sangat sakit mendengar suara tangisan anak nya.


"Ma." Syifa menoleh ke arah Mama nya, Mata Syifa membengkak karena kebanyakan menangis. Mata nya tak terlihat, hanya kantung mata nya yang membesar.


"Ma-maafin Syifa karena sudah memarahi anak mama." Shinta menutup mulut Syifa dengan telapak tangan nya.

__ADS_1


"Sayang, kamu juga anak mama! mereka adik-adik mu, jika mereka keterlaluan atau bersalah, kamu berhak memarahi mereka kalau perlu memukul nya jika emang itu perlu. Jangan berbicara seperti itu, Sayang. Jangan." Shinta memeluk anak nya dengan erat.


__ADS_2