Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Frustasi


__ADS_3

"Mengapa harus semarah itu pada ku?" Syifa memejam kan mata nya, air mata terus berlinang membasahi pipi nya yang sedikit chubby. Syifa pun menduduk kan tubuh nya.


Tring..!


Suara notif ponsel nya berbunyi, Syifa melihat siapa yang menghubungi nya. Syifa pun menghapus ke dua air mata nya, terlihat senyuman lebar tersirat di wajah nya.


"Lisa." senyuman nya mengembang dengan sempurna, rasa sakit akibat di marahi sang papa nya seakan menghilang. Syifa segera mengangkat telepon dari teman nya


ii-iya, ada apa menelpon ku? ~ Syifa


Apa aku mengganggu waktu mu? ~ Lisa


Tidak! apa yang harus aku bantu? apa kau membutuh kan sesuatu untuk tugas sekolah?~ Syifa


Minggu depan kita akan perpisahan, apakah kau ikut *ke puncak? ~ Lisa


Pun-cak? astaga aku sangat lupa memberitahu keluarga ku. Aku akan segera mengabari mu ya, sampai nanti~ Syifa


Setelah telepon itu terputus, Syifa keluar dari kamar dan menemui keluarga nya. Ia bermaksud untuk meminta Izin tetapi lagi-lagi Revan melarang.


"Tidak boleh!"


"Kenapa pa? itu kan perpisahan sekolah?"


"Kalau papa bilang tidak, ya tidak!" lagi dan lagi dengan perasaan kecewa Syifa pergi ke dalam kamar tanpa mengucap kata apapun. Shinta yang melihat anak nya bersedih sangat tidak tahan


"Apaan sih! ini kan hanya perpisahan sekolah." ucap Shinta pada suami nya


"Tapi aku tak ingin dia pergi, kakek dan nenek nya baru saja kembali. Tetapi dia ingin pergi!"


"Papa nggak keberatan kok jika Syifa pergi ke puncak, lagipula bersama guru dan teman-teman nya. Mama mu juga gak ada keberatan, iyakan ma?" tanya Tommy pada isteri nya, mama Lili pun mengiyakan ucapan suami nya. Namun, Revan masih sangat berkeras dengan keputusan nya.


Caca yang merasa tidak enak hati pun memilih untuk pulang ke rumah, ia tahu bagaimana sifat Revan yang begitu sangat mudah marah. Caca meminta kepada Arvan agar membawa nya pulang ke rumah.


******


Shinta membawa Revan ke dalam kamar, Shinta pun mencoba menenang kan suami nya. Ia tahu, saat ini Revan sedang memiliki masalah. Shinta mendekati Revan dan memeluk nya.


"Aku tahu kamu lagi nggak tenang. Boleh aku tahu kenapa?" tanya Shinta yang begitu lembut bertanya pada suami nya

__ADS_1


"Aku nggak apa-apa!"


"Jangan bohongi aku, aku tahu jika kamu memiliki suatu masalah. Marah mu pasti tak akan terkontrol."


Revan pun membuang nafas nya dengan kasar, mengusap wajah nya. Menoleh ke arah isteri nya, seakan meminta ketenangan pada Shinta.


"Sayang, sebenar nya keluarga kita sedang mengalami ancaman."


"Ancaman?" Shinta melepas kan peluk kan Revan dan mengerut kan dahi nya dengan bingung.


"Maksud kamu apa, Sayang?"


"Tadi, adik nya Queen menghubungi aku."


Oh si pelakor yang Caca bilang~ batin Shinta


Shinta pun melengos malas mendengar ucapan suami nya.


"Ngapain dia nelpon kamu! dia kan mau menikah." sewot Shinta.


"Dengar dulu, Sayang!"


"Kamu dengarin dulu, Sayang." tetapi Shinta masih enggan mendengar kan suami nya dan kekeh untuk keluar.


"Ini berhubungan tentang nyawa anak-anak kita." langkah Shinta terhenti.


"N-nyawa? mak-maksud kamu apa?" Shinta kembali mendekati Revan.


Dua hari yang lalu


Revan sedang bermain bersama anak-anak nya, tiba-tiba suara ponsel nya berbunyi, ia melihat ke arah layar ponsel yang tak ada nama nya. Revan mengerut kan dahi dan tak berniat mengangkat nya. Namun, ponsel itu terus-terusan berbunyi. Dengan sedikit kesal Revan mengangkat telepon itu.


Hallo, ada yang bisa saya bantu? ~ Revan


Kak, Ini krystal ~ Krystal


Kamu ternyata, bagaimana kabar mu? ~ Revan


Kak aku butuh bantuan mu, bisa kita bertemu? ~ Krsytal

__ADS_1


Untuk apa? maaf aku tidak bisa ~ Revan


Aku mohon kak, ini demi keselamatan keluarga kalian ~ Krystal


Akhir nya Revan pun ketemuan dengan Krystal di sebuah cafe. Krystal menangis menemui Revan, ia ingin memeluk Revan. Namun, Revan menolak dengan halus.


"Ada apa kau mengajak ku bertemu?"


"Kak, tolong keluarga ku. Tolong Mama papa dan juga kakak ku."


"Apa maksud mu? jangan buat aku bingung, Krys!"


"Mama dan Papa ku di sandera oleh mantan mertua mu, Tante Elsa. Dan dia memerintah kan kakak ku untuk menemui dan mendekati kalian, dengan memperalat kakak ku. Dia ingin membalas dendam pada kalian, jika kakak ku tak ingin menuruti permintaan nya. Maka kedua orang tua kami akan di bunuh." Krystal menangis sejadi-jadi nya.


"Tunggu! aku belum mengerti apa maksud mu." Revan masih bingung dengan ucapan Krystal, mereka sudah lama tidak bertemu. Tiba-tiba Krys menemui nya dan berkata yang membingung kan.


"Kedua orang tua ku di sekap kak."


"Kamu tenang dulu!"


"Besok, kakak ku akan datang ke rumah kalian. Elsa memasang alat pendengar pembicaraan di tubuh kakak ku untuk memantau kalian semua, aku mohon. Tolong keluarga ku, wanita itu mengguna kan keluarga ku untuk membalas dendam pada kalian. Aku mohon, jangan beritahu apapun pada kakak ku jika aku menemui mu, dan bersikap lah biasa saja pada kakak ku. Aku tak ingin keselamatan kedua orang tua ku menjadi terancam karena ini." Revan pun mengerti


End.


********


Shinta pun terkejut dengan penjelasan suami nya.


"Tetapi, kenapa harus mengguna kan Queen?"


"Karena Queen sangat dekat dengan ku, Mama dan Papa sangat menyayangi Queen. Jadi, kami tak akan menaruh curiga pada nya." ujar Revan.


"Pantas saja Queen bersikap seperti biasa saja, namun mimik wajah nya seakan meng isyarat kan sesuatu.


"Iya, Sayang. Makanya aku tak ingin Syifa untuk pergi dahulu. Aku takut, jika Elsa menyakiti anak-anak. Tetapi aku bingung harus menjelas kan bagaimana pada anak kita. Dia sudah salah paham maksud ku, bahkan Caca juga sudah salah paham. Bagaimana aku harus menjelas kan ini semua? aku tak mau Caca tahu, akhir nya membuat Caca depresi lagi, itu bisa mempengaruhi janin yang ada di kandungan nya." Revan merasa frustasi. Shinta mengelus bahu suami nya dengan lembut.


"Aku akan bicara pada Syifa, memberi kan diri nya pengertian. Dan aku ingin, kau membebas kan kedua orang tua Queen. Kasihan diri nya, pasti merasa sangat tertekan."


"Iya, Sayang. Aku akan mencari cara untuk menyrlamat kan kedua orang tua mereka bagaimana pun cara nya."

__ADS_1


"Aku percaya sama kamu, tetapi aku pinta. Tolong jaga emosi mu, Sayang. Emosi mu bisa saja membuat mu kehilangan orang-orang sekitar mu. Tolong jangan mudah emosi lagi ya?" pinta Shinta dengan manja


__ADS_2