Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Bersiap-siap


__ADS_3

"Bagaimana aku bisa tenang? segala nya sudah hilang. Bagaimana aku bisa untuk membahagia kan mu dan anak kita? bagaimana? dan tempat tinggal kita?“


" Kalian tidak perlu memikir kan itu, Kalian bisa tinggal di sini bersama Ayah dan Ibu. Lagipula semenjak Tata menikah. Ayah dan Ibu hanya berdua saja, kita merasa sangat kesepian." ucap Gunawan.


"Tidak, Yah. Biar kan ini menjadi urusan kami, kami tidak ingin merepot kan Ayah dan Ibu. Kalian sudah sangat baik kepada kami." ucap Caca


"Iya, benar. Tidak apa-apa. Arvan akan mencari jalan keluar untuk masalah ini, Yah.". Arvan pun kembali termenung dan merasa sangat terpuruk.


"Semua akan baik-baik saja, percaya lah." Caca ingin sekali percaya akan ucapan Syafa, namun kegelisahan nya belum juga berakhir


"Semoga tidak terjadi apa-apa, Tuhan." pinta Caca dalam hati


Caca mencoba tersenyum dan mengajak Arvan untuk kembali ke rumah.


"Ayo kita pulang." Arvan memandangi Caca lalu mendekap isteri nya.


"Rumah kita akan di sita oleh pihak bank, Sayang." ucap nya menyesal. Caca meneteskan air mata, ia memeluk suami nya dengan erat dan mencoba menenang kan suami nya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa. Aku masih punya tabungan untuk kita mencari tempat tinggal." Caca menepuk bahu Arvan dengan lembut.


*******


Kaynara melihat jam dinding, hari sudah sangat malam mengapa Caca dan Arvan belum juga kembali.


"Sebaik nya kau pulang lah, biar aku menunggu mereka sendirian di sini." pinta Kaynara.


"Tidak, ini sudah sangat malam. Biar kan aku menemani mu di sini dan menunggu mereka sampai tiba ke rumah." ucap Rangga.


Tidak lama kemudian, Caca dan Arvan kembali. Kaynara tersenyum dan menghampiri mereka, namun kaynara merasa sangat bingung mengapa raut wajah kedua nya sangat lemas dan sedih.


"Kak, mengapa kalian lama sekali pulang? tidak seperti biasa nya." tanya Kaynara, Arvan tidak menjawab pertanyaan adik sepupu dari isteri nya. Ia menuju kamar dengan langkah yang lemah. Kaynara semakin bingung, apa yang terjadi.


"Kak?" tanya Kaynara kembali. Caca menatap mata adik sepupu nya dengan tatapan yang sendu. Caca langsung memeluk Kaynara dan menangis, Kaynara sontak kaget.


"Kalian bertengkar?"

__ADS_1


"Ti-tidak." ucap Caca tersedu. Kaynara melepaskan pelukan mereka


"Lalu? aku tidak mengerti kak."


Caca pun menceritakan segala nya kepada Kaynara. Sama seperti Caca, Kaynara pun merasa sangat kaget dan lemas. Rangga yang mendengar penjelasan dari Caca juga ikut prihatin atas apa yang telah terjadi pada sahabat nya itu.


"Kita harus mengemas kan barang-barang kita dan pergi dari rumah ini besok pagi." pinta Caca. Karena ia sangat yakin, besok pihak bank akan datang untuk menyita rumah, dan seluruh aset yang Arvan miliki.


"Kalian akan kemana?" tanya Rangga


"Entah lah, besok kami akan mencari tempat untuk sementara kami akan tinggal."


"Sebaik nya kalian di rumah aku saja, walau rumah ku tidak besar. Setidak nya bisa untuk kalian tempati."


"Terimakasih, tapi sebaik nya tidak usah. Kita tidak ingin merepot kan siapapun."


"Aku tidak merasa di repot kan, lagi pula sebentar lagi aku akan menikah dengan Kaynara. Arti nya aku juga adik mu kan, apakah seorang adik tidak bisa membantu kakak nya?"

__ADS_1


"Itu akan kami pikir kan lagi besok, aku juga harus bicara kepada Arvan. Aku izin untuk ke kamar dahulu, Kay. Cepat lah siap kan barang barang mu dan beristirahat lah agar besok pagi kita bisa segera keluar dari rumah ini." pinta Caca yang di anggukin oleh Kaynara. Rangga pun ikut pamit pulang ke rumah nya


__ADS_2