Ibu Sambung

Ibu Sambung
Berjanji


__ADS_3

"Bukan aku melarang nya, tapi saat ini kita berada di rumah kedua orang tua mu. Sudah lama mama dan papa tidak bertemu dengan Syifa, mama dan papa merindukan Syifa. Aku berkata kepada nya, dia bisa tidur di rumah Caca tapi malam ini dia harus pulang." ujar Revan yang menatap Shinta.


Shinta pun menjelaskan kepada suami nya jika menginap di rumah orang tua nya bisa saja nanti.


"Sayang, saat ini hubungan Arvan dan Caca tidak baik-baik saja. Kau lihat sendiri, bagaimana tadi Arvan memperlakukan Caca. Itu sangat buruk, bahkan ia meninggal kan Caca sendirian di rumah kita. Dia membiarkan Caca menaiki angkutan umum. Dengan adanya Syifa di sana, ia bisa menjaga Caca bukan? Dan aku yakin, Arvan tidak akan menyakiti Caca jika ada Syifa di sana."


Revan pun membuang nafas nya dengan kasar, ia pun mengalah, mendengarkan ucapan sang istri. Shinta meminta kepada Revan untuk kembali menghubungi Syifa dan mengatakan jika diri nya bisa menginap di sana.


Revan mengambil ponsel nya, ia pun segera menghubungi Syifa. Dan mengatakan jika Syifa boleh menginap di rumah Caca. Tapi, sebelum menginap. Syifa harus kerumah nenek dan kakek nya terlebih dahulu.


Syifa pun setuju, Revan segera mengambil kunci mobil nya untuk menjemput sang anak.


*****


Syifa yang senang dengan keputusan sang papa pun, berpamitan kepada Raisa sebentar. Ia mengatakan, jika diri nya akan segera kembali.

__ADS_1


"Kakak mau kemana?"


"Kakak harus pergi dulu, kerumah nenek dan kakek dari mama Shinta. Kakak juga akan mencari informasi yang sebenarnya dari mama Shinta agar kita bisa mencari solusi untuk permasalahan Daddy dan mama Caca."


Raisa pun mengangguk, ia mempercayai ucapan kakak nya.


Syifa yang sudah bersiap ingin menemui mama dan sang Daddy.


Terlihat Arvan sedang duduk di ruangan kerja nya, Syifa masuk ke dalam.


Arvan menoleh kepada Syifa, ia pun tersenyum dengan ramah.


"Sayang? Apa Syifa membutuhkan sesuatu?" tanya Arvan dengan penuh lembut, sifat Arvan kepada Syifa pun tidak pernah berubah sama sekali.


"Daddy, Syifa ingin pergi dulu ke rumah Oma dan Opa. Mama, papa, dan adik-adik menginap di sana. Tapi, nanti Syifa akan kembali dan menginap di sini. Apakah boleh?"

__ADS_1


Arvan memangku anak sambung nya itu, ia pun membenarkan rambut Syifa yang berserak.


"Sayang, ini juga rumah kamu. Kapan pun kamu ingin kan, kamu bisa tidur di sini atau tinggal di sini sepuas kamu. Kenapa harus bertanya?"


Syifa pun turun dari pangkuan Daddy nya, ia merasa senang.


Walau Daddy dan mama nya sedang mengalami masalah, namun Daddy nya tidak melampiaskan kemarahan kepada nya.


Syifa pun berlalu pergi, meninggalkan Arvan sendirian di dalam ruangan kerja. Ia mencari keberadaan mama nya, benar saja. Mama nya berada di dalam kamar, terlihat Caca sedang termenung sendirian di dalam kamar dengan tatapan yang sangat kosong.


Syifa berjanji pada diri nya sendiri, bahwa ia akan membuat mama nya bahagia. Dan mengembalikan senyuman di wajah sang mama.


Caca yang melihat anak nya masuk pun memasang senyuman yang begitu palsu, ia tak ingin anak nya tahu jika diri nya sedang bersedih.


"Sayang, apakah Syifa sudah lama di sini?" Syifa pun menggeleng, ia mengatakan jika diri nya baru saja masuk ke dalam kamar mama nya

__ADS_1


__ADS_2