
Revan yang sedang menghabis kan waktu berduaan dengan Shinta, di tempat lain ada seseorang yang merasa cemas. Yaitu Arvan. Ia mengkhawatirkan Caca
"Semoga Kay tidak melakukan hal yang buruk lagi." pinta nya dalam hati sambil menyetir mobil.
"Sayang, kenapa melamun? seperti memikir kan sesuatu."
Arvan menoleh ke arah Caca, tersenyum lalu kembali fokus melihat ke depan "Tidak apa-apa sayang. Aku hanya ingin fokus saja."
Caca memegang tangan kiri suami nya "Aku tau kamu cemas, tapi percaya lah. Kay adalah adik sepupu ku, dia tak akan mungkin melukai ku. Kemarin itu dia tidak sengaja, untuk mengontrol diri nya saja itu sulit. Kau tidak usah cemas, Sayang." pinta Caca kepada Arvan.
__ADS_1
"Baik lah." Arvan pun segera melaju kan mobil hingga mereka sampai ke tempat pskiater.
Sesampai di ruangan Kay, ia melihat Kay sedang makan buah.
"Kay." mendengar panggilan dari seseorang kaynara menoleh ke arah suara itu berasal. Melihat Caca yang datang air mata Kay langsung menetes. Ia meletakkan buah pir itu di meja dekat ia berada.
"Jangan, Kay!" pinta Caca. Kaynara ingin turun dari tempat tidur nya namun di larang oleh Caca. Caca langsung menghampiri Kay dan memeluk sepupu nya itu.
"Tidak apa-apa, kau tidak sengaja melakukan nya. Lagi pula aku yakin, kamu tidak akan melukai ku atau pun calon keponakanmu." Caca pun menghapus air mata Kaynara dan mengecup kening nya.
__ADS_1
"Tadi aku sudah bertemu dengan Dokter yang merawat mu. Dia bilang kau sudah bisa pulang besok, namun aku tidak sabar dan meminta mu pulang sekarang. Karena kondisi mu yang sudah membaik. Dia pun mengizinkan nya." sebelum masuk kedalam ruangan Caca dan Arvan sudah berbicara pada psikolog yang menangani Kaynara.
"Tidak kak."
"Kenapa, Kay?"
"Aku tidak ingin berada di dekat kalian. Aku tidak ingin kalian terluka kak, aku takut jika aku seperti kemarin tidak dapat mengontrol diri ku sendiri dan akhirnya melukai kalian." air mata Kaynara terus berlinang.
"A-akuu ti-dak ingin menjadi duri d-dalam kehidupan kalian semua." ucap Kaynara yang senggugukan. Seakan menyesali apa yang sudah terjadi.
__ADS_1
"K-kak ak-aku sedari umur 15 tahun sudah hidup sendirian. Biar lah aku menjalani kehidupan ku sendiri. Aku tak ingin kalian terlibat dalam masalahku." mendengar ucapan Kaynara yang begitu membuat dada Caca sesak. Caca memeluk Kaynara dengan begitu erat. Kaynara menangis di pelukkan Caca dengan pilu
"Sudah, kau bukan lah duri dalam kehidupan siapapun. Bahkan kamu adalah cahaya penerang bagi kita semua. Malaikat tanpa sayap bagi anak mu kelak. Kau wanita terhebat di dunia bagi suami dan anak mu kelak. Jangan hancurkan hati anak dan Calon suami mu dengan keputus asaan mu, Sayang. Kita semua sangat menyayangi dan mencintai mu. Kamu adalah harta terindah yang Tuhan berikan untukku. Ibu dan Ayah mu pasti orang baik dan malaikat karena sudah memberikan aku adik seperti diri mu. Sudah ya, jangan berfikiran kamu itu tidak berharga. Karena bagi ku kamu adalah berlian yang tak ternilai harga nya. Kamu juga harus tau betapa kami sangat sangat dan sangat menyangi dan mencintai mu. Dunia kami hancur jika kau seperti ini." ucap Caca sambil menangis