
Revan dan Shinta menari di bawah guyuran hujan dengan perasaan yang sangat bahagia. Revan melepas kan genggaman tangan nya dari Shinta. Ia berlari mendekat pada orang yang mempunyai kostum badut yang sedang meneduh di depan ruko kosong. Shinta melihat Revan berbicara pada orang tersebut, Shinta bingung apa yang akan di lakukan oleh suami nya. Revan menghidup-kan sebuah sound system dan mikrofon.
"Tes... Satu... Dua...,"
"Baik lah di sini saya akan me-nyanyi kan lagu untuk wanita yang sudah mau menerima saya dan menyayangi anak saya dengan setulus hati. Dia lah wanita yang hadir untuk melengkapi hidup saya dan Putri saya. Mungkin kata-kata tak cukup mampu mengucap kan rasa berterimakasih saya pada nya. Wanita itu ada di seberang sana yang sedang berdiri menikmati hujan saat ini." Semua orang melihat ke arah Shinta yang sedang berdiri basah kuyup di bawah hujan yang mulai mereda.
*Virgoun \- Bukti*
*Memenang kan hati ku bukan lah satu hal yang mudah
Kau berhasil membuat ku tak bisa hidup tanpa mu
Menjaga cinta itu bukan lah satu hal yang mudah
Namun sedetik pun tak pernah kau berpaling dari ku
Beruntung nya aku, di milikin kamu
__ADS_1
Kamu adalah bukti dari cantik nya paras dan hati
Kau jadi harmonis saat ku bernyanyi
Tentang terang dan gelap nya hidup ini
Kau lah bentuk terindah dari baik nya Tuhan padaku
Waktu tak mengusai kan cantik mu
Kau wanita terhebat bagi ku tolong kamu cam kan itu
Meruntuhkan ego ku bukan lah satu hal yang mudah
Beruntung nya aku di milikin kamu
Ku ingin kau tahu...
Kamu adalah bukti dari cantik nya paras dan hati
Kau jadi harmonis saat ku bernyanyi
__ADS_1
Tentang terang dan gelap nya hidup ini
Kau lah bentuk terindah dari baik nya Tuhan padaku
Waktu tak mengusai kan cantik mu
Kau wanita terhebat bagi ku
Tolong kamu cam kan itu*
Tolong kamu cam kan itu*....
*******
Semua orang menikmati suara Revan yang sangat merdu di tambah hujan yang turun membuat suasana semakin romantis. Shinta merasa sangat terharu, ia berlari mendekati Revan dan memeluk suami nya dengan perasaan harus bahagia. Shinta tak menyangka Revan bisa se-romantis ini. Yang ada di sekitar itu pun senyum-senyum dan bertepuk tangan, bahkan tak sedikit yang menginginkan pasangan seperti Revan yang sangat romantis
"Terimakasih, Sayang. Aku sangat bahagia." ucap Shinta, air mata nya menetes bukan karena ia sedih, namun air mata itu adalah air mata kebahagiaan. Shinta dan Revan berpelukan di depan banyak orang yang sedang memberikan tepukan tangan dengan perasaan yang ikut terharu bahagia.
"Maaf jika aku melakukan hal yang membuat mu malu di depan umum. Namun, hanya ini yang bisa aku lakukan untuk mengungkap kan rasa sayang ku pada mu. Aku tak bisa memberikan bunga dan kata-kata yang indah,"
"Tidak, Sayang!" Shinta menjauh kan kepala nya dari tubuh kekar Revan. Ia meletakkan jemari telunjuk nya di bibir Revan.
__ADS_1
"Bukan memberikan bunga setiap hari, atau memberikan kado mewah defenisi kebahagiaan seseorang. Hal sederhana bagi orang, namun ini sangat berarti untuk ku. Ya, bahagia se-simple ini. Aku bahagia memiliki mu dan anak-anak kita." Shinta kembali memeluk suami nya dengan erat.