
Rayhan membalikkan tubuhnya menghadap ke Cinta
"Maapin aku kalau kamu harus terjebak dalam situasi seperti ini" Memegang bahu Cinta
"Aku sayang kamu cinta " Memeluk Cinta dengan erat
"Andai kamu tau Ray,walau aku sangat mencintaimu namun aku juga terluka melihatmu seperti ini" Gumamnya dalam hati, air mata Cinta keluar dengan sendiri dari sudut matanya. Segera Cinta menghapus air matanya dan melepaskan pelukannya dari Rayhan.
"Jangan lemah Ray, kamu harus kuat! " Pinta Cinta dengan nada dinginnya.
"Siyap komandan" memberikan hormat kepada Cinta. Cinta emang di kenal sebagai wanita berdarah dingin dan terkesan sombong, namun di lubuk hatinya dia sangat lembut dan penyayang. Namun sikap cueknya membuat tidak semua orang dapat merasakan kasih sayangnya yang tulus.
****
Shinta terbangun dari tidurnya,dia tersadar masih dalam pelukan Revan dan segera melepaskan pelukan tersebut.
"Dasar mencari kesempatan dalam kesempitan!" mendorong tubuh Revan sampai terjatuh kebawah.
"Dasar wanita tidak tau terimakasih,masih untung kamu aku bawa dari keramaian orang tadi! kalau tidak habis kau di tertawaan mereka" Ucap Revan dengan kesal. Seketika Shinta mengingat kejadian tadi bersama Rayhan dan membuat dia menangis lagi.
"Apa kau sungguh tak punya malu? Menjatuhkan harga dirimu demi lelaki seperti itu? Rela dipermalukan didepan orang banyak. Seperti tidak ada lelaki lain saja cih" Omel Revan dengan kesal.
"Ah diamlah! kau ini berisik sekali! tau apa kau hah" berteriak sambil menangis.
__ADS_1
"Sudah diam! nanti orang mengira aku berbuat yang tidak tidak padamu" Pinta Revan.
"Astaga" ucapnya panik
"Kenapa? " Menoleh ke arah Revan
"A.....aku masih meninggalkan Syifa di dalam warung ice cream"
"Apa!!!" ucap Shinta kaget, tak butuh waktu lama Shinta segera meninggalkan Revan dan berlari kewarung ice cream tadi. Revan mengikutin Shinta dari belakang
*******
Terlihat Syifa sedang asik melahap ice cream nya, Shinta dan Revan segera menghampiri Syifa
"sayang maaf kan papa yang sudah lama meninggalkan mu disini" Menggendong anaknya , tak lama sebuah pelayan wanita datang menghampiri mereka
"Nyonya, lain kali jangan meninggalkan anakmu sendirian, dia sangat takut tadi" Ucap pelayan itu lagi.
"Maaf mbak,,, ta...tapi Syifa ini hanya pasien saya aja, dia bukan anak saya" Ucap Shinta kepada pelayan wanita tersebut.
"Oh bukan anaknya ya Nyonya?maaf kan saya ya, padahal wajah kalian mirip sama sama cantik. kalau begitu saya pamit permisi dulu Tuan,Nyonya " Pamit pelayan tersebut dengan sopan.
"Bagaimana mungkin Dokter mau mengakuin aku anak,sedangkan mama ku sendiri saja tak mau mengakui aku anak dan pergi meninggalkan ku" ucapnya dengan tatapan sendu. Shinta mengambil ahli menggendong Syifa dari Revan
__ADS_1
"Bukan begitu sayang, kamu jangan menangis." Memeluk dan mencium pucuk kepala Syifa dengan hangat.
"Apa Dokter mau menjadi mamaku dan menikah dengan papaku?" Tanya nya dengan wajah polos.
"Maaf sayang, dok....dokter ti...tidak bisa menikah dengan papa kamu" Ucap Shinta terbata bata. Syifa langsung turun dari gendongan Shinta dan berlari keluar menuju jalan besar sambil menangis .
"Syifa" panggil Shinta dan Revan secara berbarengan, mereka keluar dari warung ice cream dan mengejar Syifa. Revan dan Shinta terus saja mengejar dan memanggil nama Syifa namun Syifa terus berlari dengan kencang dan menangis.
*Brukkk"
"Syifa" teriak Revan dan Shinta bersamaan, saat melihat tubuh gadis kecil itu terpental sangat kuat dan jauh akibat tertabrak mobil. Mereka mendekatin Syifa yang penuh dengan darah di hidung dan kepalanya. Shinta menangis sejadi jadinya. Revan mengangkat kepala anaknya ke paha nya
"Pa...paaa....ak....ak...aku..mau..phuuu...punya.mm...mammmmm...aa" Ucapnya terbata bata dan memejamkan matanya seketika.
"Syifa" Teriak Revan sambil mendekap tubuh anaknya tersebut. Revan menangis dan bangkit. Menggendong tubuh anaknya berlari sekencang kencangnya untuk segera kerumah sakit membawa Puterinya.
"Selamatkan Puteri ku Tuhan" mohon ya sambil berlari menggendong anak kesayangannya ke rumah sakit
"Bertahanlah nak" pinta nya dengan isakan tangisnya. Tiba-tiba sebuah taxi berhenti dan didalamnya ada Shinta.
"Naikla, kita akan cepat sampai jika naik Taxi." Pinta Shinta dengan nada gemetar, Revan langsung masuk kedalam Taxi dan memangku tubuh anaknya
"Sayang bangun lah,jangan tinggalkan Papa" mencium pucuk kepala Syifa.
__ADS_1
"Pak cepat sedikit! anakku sedang membutuhkan pertolongan" bentakknya kepada supir.
"Baik tuan" Taxi itu melajukan dengan kecepatan yang sangat kencang.