Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Kegaduhan di tengah malam 2


__ADS_3

"To-tolong mami, mami kecakitan. Alana dengal mami teliak....Hua...!!"


"Sayang, tenang lah!"


"Ayo kita melihat keadaan Caca." belum mengerti maksud Alana, semua orang pun menjadi mengkhawatirkan keadaan Caca yang katanya berteriak kesakitan.


"Apa terjadi sesuatu pada kehamilan nya?"


"Entah lah, aku juga tidak tahu." lalu mereka pergi ke kamar Caca. Shinta mengedor kamar Caca dengan keras.


Tok....!!! Tok....! Tok.....!


Tidak ada suara sama sekali, gantian Revan yang menggedor kamar Caca. Tidak ada tanggapan, ketiga Ayah Gunawan yang ingin mengetuk pintu tiba-tiba terbuka.


"Mami." Alana berlari ke arah Caca, Caca pun langsung menggendong dan memeluk Alana yang menangis senggugukan.


"Ada apa, mengapa anak mami menangis?" tanya Caca pada Alana dan mengusap kepala Alana dengan lembut.


"Ada apa? mengapa kalian semua kesini dan mengetuk pintu kamar kami begitu kuat?" kedua pasangan ini belum sadar, jika mereka lah dalang dari kegaduhan yang terjadi.

__ADS_1


"Seharus nya kami yang bertanya, ada apa? mengapa Alana menangis dan berkata ia mendengar Caca kesakitan." Caca dan Arvan pun terdiam malu, mereka bingung harus menjelas kan apa.


Ehem...!


Suara Ibu membuat semua menoleh kepada Ibu, Ibu pun tersenyum dan melirik kan mata nya kepada rambut Caca yang basah. Semua orang pun melihat lalu tersenyum. Kini, mereka sudah mengerti.


"Astaga.. ternyata kalian habis.."


"Hustt..! Ada anak kecil di sini" tegur Ayah dan Ibu.


"Sudah kembali lah ke kamar kalian masing-masing. Dan istirahat lah." pinta Ayah Gunawan. Kaynara dan Rangga kembali ke kamar mereka. Begitu juga dengan Ibu Syafa dan Ayah Gunawan


"Tidak mau...! Alana mau tidul cama mami dan papi."


"Sudah biar kan saja dia tidur bersama kami." ucap Caca.


"Baik lah, karena kalian yang sudah membuat keributan ini. Maka bersenang senang lah kembali dan biar kan anak ku meng ganggu kalian." ledek Shinta kepada Caca dan Arvan.


"Kau ini..!" ucap Caca dengan malu. Arvan pun hanya menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.

__ADS_1


Shinta dan Revan pun kembali ke kamar mereka.


**********


Di dalam kamar Shinta tak habis berhenti tertawa. Ia tak kuasa melihat wajah Caca dan Arvan yang sangat malu. Ia juga membayang kan bagaimana bingung nya mereka yang akan menjawab pertanyaan pertanyaan dari Alana.


"Apa kau juga ingin?" goda Revan yang memeluk Shinta dari belakang.


"In-ingin apa?" tanya Shinta gugup


Ya Tuhan...aku mohon jangan malam ini, aku sudah sangat lelah.


Shinta memejam kan mata nya dan memohon. Namun, tangan Revan sudah tidak bisa di kendali kan lagi. Ia membuka kancing baju Shinta perlahan dari belakang. Revan pun memberikan kecupan manja pada Shinta membuat Shinta merasa merinding.


"Su-sudah ya, aku ingin membersih kan tubuh dan segera istirahat. Aku sangat lelah." pinta Shinta. Revan tak mendengar kan ucapan Shinta dan melanjut kan aksi nya. Kini, Shinta akan melewat kan malam yang sangat panjang dan begitu melelah kan.


**********


Hallo kakak-kakak, Sangrainily perhatikan like dan komen semakin hari semakin berkurang ya huhu. Yuk terus dukung sangrainily dengan cara like, komen positif dan berikan vote nya untuk membuat Sangrainily semakin semangat update setiap hari nya. Kalau like terus terus an anjlok Sangrainily semakin ngga semangat nih untuk update. Jangan lupa share ya ka buat ramein cerita Sangrainily ini. Terimakasih, salam sayang dari Sangrainily untuk kalian🄰

__ADS_1


__ADS_2