Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Salah paham


__ADS_3

"Masuk lah dulu. Ma, Pa." Shinta dan Revan mempersilah kan mereka masuk ke dalam


Di ruang tamu, Mama Lili dan Papa Tommy melepas kan kerinduan mereka terhadap anak, menantu dan ketiga cucu nya.


"Bagaimana keadaan papa? apa sudah baikan?" tanya Shinta yang begitu perhatian pada mertua.


"Papa sudah lebih baik dari sebelum nya, Sayang." jawab mama Lili dengan lembut. Shinta meminta pelayan nya untuk menghidang kan teh dan makanan.


"Syukur lah, jika begitu. Tata begitu bahagia mendengar nya."


"Sayang, mama dengar kamu sedang mengandung?" Shinta pun mengangguk malu.


"Selamat, Sayang. Keluarga kita akan bertambah ramai dan seru." ucap Lili, Tommy pun merasa senang dan mengucap kan selamat pada menantu nya.


"Papa berharap, keluarga kalian selalu bahagia terus."


"Terimakasih, Pa."


Salah satu pelayan memberitahu jika ada yang datang. Mereka pun mempersilah kan tamu yang datang untuk masuk. Seketika senyuman Shinta memudar. Lili yang melihat orang itu pun langsung berdiri dan menghampiri nya


"Queen, Sayang."


"Mama."


"Apa kabar, Sayang? Mama sangat merindu kan mu. Sudah lama kita tak bertemu." ucap Lili yang memeluk Queen. Lili juga mempersilah kan Queen untuk duduk.

__ADS_1


"Semakin dewasa, kamu semakin cantik saja." puji Papa Tommy.


"Terimakasih, Pa." kedekatan Queen dengan keluarga Revan membuat diri nya memanggil orang tua Revan dengan sebutan Papa dan Mama. Tidak lama kemudian, Caca dan Arvan juga datang. Revan meminta Caca datang karena permintaan Ibu nya.


"Queen." panggil Caca dengan perasaan bahagia nya, Shinta yang melihat reaksi Caca yang bertemu dengan Queen pun begitu kaget.


Apa-apa an ini? bukan kah Caca berkata wanita ini pelakor? tapi lihat lah sekarang! Dia begitu sangat manis memanggil nama nya~ batin Shinta.


Queen pun bangkit dan menghampiri Caca.


"Hai, apa kabarmu?" tanya Caca.


"Aku sangat baik, kau apa kabar?"


"Terimakasih, kau juga cantik."


Mereka pun tertawa bersama, Caca mengajak Queen dan suami nya untuk duduk.


Shinta semakin tak menentu.


Aku memaklumi jika mama dan papa begitu baik pada Queen, tetapi Caca? apa ini, sungguh aku tak mengerti. ~ batin Shinta.


"Ca, mari lah. Aku harus bicara pada mu." tetapi Caca yang sibuk berbicara pada Queen pun tak menggubris Shinta. Shinta pun hanya diam saja. Suasana hangat berubah menjadi hening bagi Shinta.


"Ayo kita makan bersama."

__ADS_1


"Ayo, Sayang. Kita makan bersama." ajak Revan.


"Tidak usah, Ma. Queen akan balik saja."


"Sayang, ayo lah."


"Iya, Queen ayo lah!" ajak Caca. Namun, Queen menoleh ke arah Shinta yang tak bereaksi. Ia merasa tak enak hati. Shinta pun tersenyum. Ia tak ingin terlihat kekanak-kanakan.


"Iya, Queen. Ayo kita makan bersama." ucap Shinta yang berat hati melebar kan senyuman nya. Queen pun setuju, Semua orang pun bangkit untuk makan. Namun, Shinta menarik tangan Caca dengan kuat dan menjauh dari semua orang.


"Kenapa?" tanya Caca yang bingung.


"Aku tak mengerti dengan mu."


"Kenapa memang nya aku?"


"Semalam kau berkata bahwa dia pelakor, tetapi kenapa kau bersikap manis pada nya? apa ini?" Caca pun merasa bingung.


"Apa yang kau maksud semalam adalah Queen?" tanya Caca


"Lalu siapa lagi?"


"Astaga, kau salah paham! yang aku bilang pelakor itu bukan Queen! Tetapi adik nya. Aku pikir yang akan menikah itu Queen." ucap Caca.


"Apa? berarti aku sudah salah paham?"

__ADS_1


__ADS_2