Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Protes


__ADS_3

"Papa akan mencari mereka, Kamu jangan khawatir. Semua baik-baik saja."


Walau sudah di yakini oleh mereka, hati Shinta merasa tidak tenang dan begitu gelisah. Tommy pun keluar dari ruangan untuk mencari anak dan cucu nya yang di ikuti oleh Gunawan.


"Sayang, tenang lah! Kenapa kamu begitu sangat cemas? Mereka hanya mencari udara segar saja."


"Mungkin, Tata merasa khawatir karena sebelum nya ia dan Revan berdebat. Apalagi, Shinta baru saja selesai persalinan. Pasti, diri nya begitu sangat lelah." ujar Syafa.


Shinta pun tak menghabis kan makanan nya, saat ini ia hanya ingin bertemu dengan anak dan suami nya.


Satu Jam Berlalu


Revan dan Syifa tak kunjung kembali, Gunawan dan Tommy sudah mencari mereka di seluruh rumah sakit. Namun, kedua nya tidak ada, bahkan ponsel milik Revan tak bisa di hubungi membuat Shinta semakin khawatir.

__ADS_1


"Tata akan mencari mereka sendiri saja." Shinta yang ingin melepas kan jarum infus di tangan nya pun di cegah oleh Ibu dan Mertua nya.


"Kamu jangan seperti ini! Tenang lah dahulu!" ujar Tommy. Shinta pun hanya bisa terdiam dan menangis.


"Mungkin saja mereka pulang ke rumah, atau membeli makanan di luar."


"Tapi kenapa Revan tak mengangkat telepon dari kita?" air mata Shinta sudah berlinang membasahi kedua pipi nya.


"Sayang, di luar hujan lebat. Mungkin, Revan tak melihat ponsel nya. Kita kan tidak tahu apa yang terjadi, apalagi hujan badai di luar."


"Kalian dari mana saja! Aku sangat khawatir." Shinta memeluk suami nya dengan perasaan yang sangat lega.


"Maaf mama, tadi Syifa dan Papa kehujanan. Jadi, papa mengajak Syifa untuk pulang kerumah mengganti pakaian."

__ADS_1


"Kenapa kalian nggak bisa di hubungi sayang? Mama sangat cemas."


"Seperti nya ponsel ku berada di dalam saku dan ketinggalan di rumah."


"Sudah, yang penting kalian sudah kembali." Shinta pun melepas kan pelukkan nya dari sang suami dan langsung memeluk Syifa.


"Mama sangat khawatir sama kamu, Mama nggak sanggup jauh lama-lama dari anak-anak mama." Shinta mengecup kening Syifa, walau sudah memiliki tiga anak kandung pun rasa sayang Shinta untuk Syifa tak berkurang sedikit pun. Bagi nya, Syifa adalah anak kesayangan yang paling ia cinta.


"Maafin Syifa ya ma?"


"Janji ya, Sayang. Kamu nggak boleh pergi tanpa sepengetahuan mama lagi?" Shinta melepas kan pelukkan mereka, menatap bola mata anaknya dengan tatapan teduh.


"Lihat lah! Padahal Syifa pergi bersama papa nya. Namun, mama nya tak mengizinkan seakan aku ini penculik anak saja." protes Revan pada semua orang, mereka pun hanya tertawa begitu juga dengan Shinta dan Syifa. Shinta kembali memeluk Syifa dengan erat.

__ADS_1


"Bahkan ia lebih menyayangi anak-anak nya ketimbang suami nya sendiri, aku bagaikan musuh untuk nya." protes Revan kembali yang tak terima karena tak ada yang membela nya justru menertawakan diri nya.


"Kau suami ku, cinta ku. Tetapi anak-anak kita adalah separuh dari jiwa ku dan juga nafas ku. Jika, aku jauh dari salah satu mereka nafas ku tak akan bernafas dengan tenang." ujar Shinta kembali. Shinta memang begitu sangat menyayangi anak-anak nya. Bahkan, ia terpaksa tak melihat si kembar untuk beberapa waktu, karena rumah sakit sangat tidak baik untuk balita.


__ADS_2