
Setelah selesai mandi mereka pun makan malam berdua dengan sup yang tadi lagi Shinta masak.
"Ternyata ia pandai juga memasak" Gumam Revan dalam hati, ia makan begitu lahap bahkan sangat terburu-buru seakan takut dimakan oleh orang lain.
"Makan yang pelan pelan Van" Tegur Shinta, Revan tak memperdulikan omongan Shinta dan asyik oleh makanannya sendiri. Shinta pun menggeleng malas dan memakan makanannya. Selesai makan, Shinta membereskan piring bekas mereka makan yang dibantu oleh Revan.
"Sudah aku aja!"
"Aku hanya ingin membantu isteriku yang cantik ini sebagai hadiah sudah bersusah payah memasak makanan untukku" Pipi Shinta pun bersemu malu. Tak biasanya Revan bersikap manis seperti itu
"Apa mama dan Syifa gak pulang?" Shinta mencoba menetralkan diri dan mengalihkan pembicaraan, namun Revan yang sudah menyadari sikap Shinta semakin menggodanya.
"Van" Shinta menutupi wajahnya dengan kedua tangan, mereka seperti ABG yang baru mengenal cinta saja.
"Mama dan Syifa tidak pulang, tadi mama udah telpon aku jadi kita bisa menghabiskan waktu berduaan dirumah" Goda Revan, Shinta yang membayangkannya saja sudah ngeri.
"Van, aku kangen ibu"
"Yasudah besok kita kesana"
"Aku mau sekarang" Shinta mencoba menyelamatkan diri dari sang suami nya yang buas.
"Ini sudah malam, besok saja!" Revan meletakan piring kotor dan langsung mencucinya
"Biar aku aja" Shinta ingin mengambil ahli spons yang ada di tangan Revan namun Revan tak memberikannya
"Biar aku yang kerjain Ta, kamu bersihkan yang lain aja" Shinta pun pergi meninggalkan Revan dan membersihkan meja makan. Setelah selesai mereka pun masuk kedalam kamar, Revan duduk di tepi tempat tidur dan mengambil laptop nya. Ia memeriksa beberapa pekerjaan yang belum selesai dan Shinta naik keatas ranjang. Shinta begitu bosen ia mengambil ponsel genggamnya dan men-scroll sosial medianya namun tetap saja Shinta merasakan kebosanan. Ah iya, Shinta begitu merindukan sahabatnya jenny. Shinta pun mencoba memberikan pesan melalui WhatsApp kepada sahabatnya namun centang satu, Shinta membuang nafas dengan kasar ia membolak balikkan tubuhnya kesana dan kesini Revan sekejap melirik kearah Shinta lalu fokus ke laptopnya kembali.
Shinta menatap langit-langit kamarnya, Shinta begitu bosan dan kesepian tanpa Syifa. Biasanya ketika Shinta merasa bosan Shinta mengajak Syifa bermain seperti anak kecil. Revan yang dari tadi memperhatikan kegelisahan sang isteri langsung menutup dan meletakkan laptopnya dan membaringkan tubuh nya disamping Shinta
__ADS_1
"Kenapa?" Tanya Revan dengan lembut dan mencium pipi Shinta
"Aku sangat bosan"
"Apa kau ingin bermain seperti tadi" Kini senyum licik mengembang di wajah Revan.
"Tidak! Aku tidak mau, itu sangat melelahkan"
"Jadi kau ingin apa"
"Bagaimana jika kita main Ludo saja, yang kalah wajah nya akan di coret" Ajak Shinta dengan penuh semangat. Melihat wajah polos Shinta Revan tidak tega untuk menolak walau ia malas bermain hal yang membuang-buang waktunya.
"Ayo" Shinta segera bangkit dan mengambil spidol yang ada di laci kamarnya, ia pun mengambil Ludo di kamar Syifa. Permainan pun dimulai
"Yey aku menang"Teriak Shinta dengan heboh, ia pun dengan penuh semangat mencoret wajah Revan.
"Hahaha, wajahmu lucu sekali" Revan pun hanya menyengir dan menggaruk rambutnya yang tidak gatal
"Ayo mulai lagi" ajak Shinta dan Revan pun kalah lagi.
"Yeyyy, aku menang lagi haha" Shinta dengan semangat mengambil spidol yang mencoret coret wajah Revan. Kini wajah Revan sudah penuh dengan coretan akibat ulah Shinta. Shinta pun tertawa geli melihat Revan.
"Sudah ketawanya, kau ini bahagia sekali melihatku sengsara" kesal Revan namun Shinta tak memperdulikan dan terus saja tertawa terbahak-bahak. Revan yang melihat Shinta begitu bahagia pun ikut bahagia juga setelah sekian lama pernikahan mereka Revan belum pernah membuatnya tertawa sebahagia ini. Revan pun menyadari bahwa diawal pernikahan mereka sampai sekarang Revan masih gagal membahagiakan Shinta dan terus saja membuat wanita yang sudah menjadi isterinya ini menangis. Mereka pun memulai lagi permainan dan kini giliran Shinta yang kalah
"Yes, kau kalah" Heboh Revan dengan semangat, entahlah Revan begitu senang bisa menang setelah berkali kali di kalah kan oleh Shinta. Bukan karena ingin mencoret wajah isterinya namun ia begitu kesal karena kalah oleh permainan anak kecil seperti itu. Ketika spidol itu ingin mencoret pipi mulus Shinta, Shinta memasang wajah memohon yang menggemaskan agar tidak dicoret.
"curang banget sih Ta" Revan sengaja pura-pura ngambek, padahal ia begitu gemas melihat raut wajah isterinya
"Yaudah aku gak coret kamu, sini" Ketika bibir Revan ingin mendekat kebibirnya Shinta pun menghindar.
__ADS_1
"Kamu mau apa" Tanya Shinta
"Kasih kamu hukumanlah" Revan pun langsung mengulum bibir Shinta dengan lembut. Shinta melepaskan ciuman itu dan memukul bahu Revan.
"Rusuh banget sih Van, kan hukumannya bukan gitu" Shinta memajukan mulutnya kedepan sebagai tanda protes kepada suaminya
"Wajah kamu gak pantes di coret ta, pantes nya di cium seperti ini, ini lagi" Revan mengecup seluruh inci wajah Shinta yang membuat wanita itu bersemu malu. Tak terasa mereka bermain Ludo sampai jam 1 pagi, Shinta menyusun terlebih dahulu mainannya. Shinta pun menguap matanya juga merah berkaca-kaca.
"Sudah tidurlah ayo" Revan menarik tubuh Shinta dan membawanya kedalam pelukkan Revan
"Tidurlah yang nyenyak" Revan mengusap kepala Shinta dengan lembut dan mencium pucuk kepalanya. Shinta pun memeramkan matanya dan tertidur nyenyak di pelukkan Revan. Malam semakin larut mereka berdua pun tertidur dengan pulas.
Keesokan paginya, Syifa sudah mengganggu papa dan mama nya tertidur. Ia berlari masuk kedalam kamar Shinta dan Revan yang tidak mereka kunci
"Mama, papa bangun" Teriak nya, Karena tak ada sahutan Syifa pergi ke kamarnya untuk mengambil terompet dan masuk kembali kekamar Shinta dan Revan. Syifa memainkan terompet tempat di telinga Shinta dan Revan membuat mereka berdua beranjak dari tempat tidur dengan kaget.
"Hihi" Syifa merasa lucu melihat wajah orang tua nya yang kaget
"Sayang kau mengagetkan mama dan papa" ucap Shinta. .
"Anak papa nakal sekarang ya" Revan menggendong Puterinya dan menggelikkan sang Puteri.
"Hahahhahahaha, ampun papa hahahahahaha" Teriak Syifa yang merasa begitu geli. Shinta pun ikut usil dan menggelikkan tubuh Puterinya.
"Hahahaha, sudah ma"
"Hahahaha" Syifa menggeliatkan badannya
"Ampun haha" Revan bukan hanya mengusili anaknya namun ia juga menggelitikkan tubuh Shinta. Mereka bertiga pun tertawa keras karena merasa geli dan bahagia. Siapapun yang melihat kekompakan mereka pasti akan iri, pagi ini tak ada yang lebih bahagia bagi Revan selain melihat senyuman isteri dan juga Puterinya.
__ADS_1