
Elsa kembali meminum teh nya dengan santai, Syifa pun duduk manis di sebelah nya. Sebelum nya, Elsa sudah menyuruh pelayan untuk membuat kan susu untuk sang cucu.
"Ini nyonya susu nya," Pelayan pun meletakkan segelas susu di atas meja, lalu pamit untuk kembali bekerja.
"Minum lah susu nya, itu tidak panas. Tadi grandma meminta susu yang tidak terlalu panas agar bisa langsung kamu minum," Di karena kan sedari tadi Syifa belum ada minum ia menegguk susu itu sampai habis, ia merasa sangat kehausan. Pagi tadi Shinta belum membuat kan nya susu, apalagi tadi di Caffe begitu sangat terburu-buru pulang karena Caca yang tiba-tiba tak enak badan. Elsa memperhatikan Cucu nya tersebut
"Apa kau begitu sangat haus?" Tanya nya heran.
"Iya grandma, biasanya setiap pagi Mama Shinta membuat kan Syifa susu,"
__ADS_1
"Namun karena terlalu sibuk dengan anak kembar nya, ia melupakkanmu?" Belum sempat Syifa melanjutkan ucapannya, Elsa sudah memotong nya deluan. Mata Syifa berkaca-kaca.
"Sayang, kamu harus memaklumi mama Shinta ya, bagaimana pun si kembar itu anak kandung nya pasti mama Shinta lebih menyayangi dan fokus kepada bayi kembar nya, kamu harus tau diri ya sayang," Elsa tersenyum, ia berhasil membuat fikiran cucu nya kacau berantakan
"Tapi mama shinta begitu sangat sayang padaku grandma,"
"Iya, Sayang. Grandma sangat tahu itu, tapi yang nama nya seorang ibu. Dia pasti akan lebih menyayangi anak kandung nya daripada anak sambungnya."
"Tapi kamu jangan sedih ya, nak. Tidak mungkin mama Shinta seperti itu kan?"
__ADS_1
Sebagian ucapan Elsa sudah terjadi pada diri nya Syifa, jarang di ajak bermain, tidak pernah tidur bersama lagi, lupa memberikan susu di pagi hari. Bahkan Shinta selalu menyuruh Syifa untuk lebih dekat dengan Caca mama kandung nya, Air mata Syifa terjatuh.
"Hanya Ibu kandung yang menyayangi kita dengan tulus" ucap Elsa kembali sambil tersenyum licik, Syifa pun berlari menuju kamar Caca dengan perasaan yang sangat kacau
"Mungkin grandma benar,"
*******
Caca merasakan ada orang yang memeluk nya sambil menangis. Ia membuka mata nya dan melihat putri nya menangis, hati nya begitu sangat hancur melihat keadaan putri nya yang sangat kacau. Caca pun langsung duduk dan memeluk putri nya.
__ADS_1
"Sayang, kamu kenapa nak?" Syifa tidak menjawab, ia menangis sejadi-jadi nya, Caca begitu sangat bingung.
"Apa grandma Elsa memarahi mu lagi?" Syifa pun menggeleng, ia menatap sendu mata Ibu nya dan mengalungkan tangannya di leher Caca, Syifa mengeratkan pelukkan itu dan terus menangis membuat Caca bingung tak tahu harus bagaimana.