Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Rencana Elsa


__ADS_3

Makanan pun datang, Caca menyuapi Syifa terlebih dahulu. Namun tiba-tiba ia merasa sangat mual, Caca pun melepas kan sendok itu lalu menutup mulut nya


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Arvan dengan sangat khawatir. Caca pun tersenyum dan menggeleng


"Aku tidak apa-apa kok," ia tidak ingin anak dan suami nya khawatir, Caca pun kembali mengambil sendok itu untuk menyuapi Syifa namun lagi-lagi ia merasa sangat mual.


"Sebaik nya kita pulang saja, kamu istirahat di rumah," ajak Arvan.


"Ti-tidak, kita belum selesai makan, lagi pula Syifa belum puas untuk bermain" ucap nya.


"Syifa gak apa-apa kok ma, ayo kita pulang! Kesehatan mama jauh lebih penting."


"Terimakasih, Sayang," akhirnya mereka pun memutus kan untuk pulang dulu ke rumah nya, Caca ingin mengantar kan Syifa kepada Shinta namun Putri nya menolak, bukan ia tak mau bersama Ibu Sambung nya namun saat ini Syifa ingin menjaga dan merawat ibu kandung nya yang sedang sakit. Caca sangat beruntung memiliki anak yang baik dan sangat pengertian seperti Syifa.


******


Sesampai di rumah Caca, terlihat Elsa sedang santai menikmati teh yang ada di tangan nya.


"Kalian sudah pulang," mata Elsa tertuju pada cucu nya.

__ADS_1


"Hai, cucu cantik grandma datang rupanya." Elsa pun mendekat ke arah Syifa, rasa takut Syifa kepada Elsa sudah mulai hilang.


"Ma, Caca mau ganti baju dulu ya," pamit Caca.


"Ayo, Sayang," Caca mengajak Syifa untuk masuk ke kamar nya.


"Biar kan Syifa bersama mama, mama juga ingin bersama cucu mama," ucap Elsa. Caca menoleh ke arah putri nya, ia tak ingin memaksa Syifa


"Syifa di sini aja ma, bersama grandma,"


"Yaudah, Mama tinggal ke kamar sebentar ya, Sayang?"


******


Di kamar, Arvan membaring kan tubuh Caca


"Sebaik nya kamu beristirahat lah, Sayang,"


"Bagaimana aku istirahat, anak ku ada di sini. Tidak mungkin aku mengabaikan nya,"

__ADS_1


"Ada mama Elsa di bawah, Sayang. Mama Elsa pasti akan menjaga Syifa, kalau Syifa bosan ia pasti akan ke kamar. Sebaik nya kami istirahat lah sebentar, agar bisa bermain dengan Syifa," Caca pun menurutin permintaan suaminya, ia memejam kan mata nya. Sedang kan Arvan, ia masuk ke ruang kerja nya, ada beberapa perkerjaan yang harus segera ia selesaikan.


*******


Elsa memperhatikan cucu nya dari atas sampai bawah, ia mempunyai rencana untuk menghancurkan shinta melalui cucunya tersebut, ia sangat tahu bagaimana Shinta sangat menyayangi cucu nya. Anak sekecil syifa pasti akan sangat mudah di pengaruhi. Batin nya.


"Tadi mama Caca dan Daddy Arvan yang jemput kamu?"


"Iya, Grandma," jawab nya dengan polos.


"Mama Shinta dan Papa Revan mana? kok gak ada, biasa nya selalu dampingi kamu?" Wajah Syifa seketika murung, Elsa tersenyum licik.


"Seperti nya, Syifa sudah mulai terpengaruh," batin nya.


"Mama Shinta dan papa Revan tadi ada di dalam kamar,"


"Sibuk sama si kembar terus kamu di lupain?" Lagi-lagi ucapan Elsa membuat raut wajah Syifa murung, namun ia berusaha untuk tersenyum.


"Enggak kok Grandma, Mama Shinta begitu sayang sama Syifa dan mengurus Syifa dengan baik," ucap nya. Elsa berusaha tenang dan tidak terburu buru untuk memaksa Syifa yang nanti nya Syifa akan menangis dan kembali takut pada nya, saat ini hanya Syifa senjata yang ia bisa gunakan untuk menghancurkan kebahagiaan Shinta dan juga Revan.

__ADS_1


__ADS_2