Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Kepulangan Caca


__ADS_3

Caca menatap luar jendela pesawat, ia begitu bahagia sebentar lagi akan kembali ke tanah air dan bertemu dengan Puteri yang ia rindukan selama ini. Caca menoleh di saat Arvan menggengam tangannya, ia tersenyum.


"Makasih ya" Ucap Caca kepada Arvan, Arvan pun mengecup pucuk kepala Caca


Flashback


Sore hari Caca sedang menikmati teh di balkon kamarnya, tiba-tiba ia menoleh kearah ponsel nya yang berdering. Caca bangkit dan mendekati ponselnya, Caca mengerutkan satu alisnya


"Shinta?" Herannya dalam hati, Caca menekan tombol hijau dan mengangkat telepon dari Shinta


"Hallo" Jawab Caca gemetar, perasaannya tak enak.


"Hallo Ca" Sapa seseorang yang ada di seberang sana, orang itu tak lain adalah Shinta. Setelah tak lama ber basa-basi Shinta mengutarakan tujuannya dan meminta Caca untuk pulang ke tanah air dan bertemu dengan Syifa. Shinta tak mau menjadi wanita egois dan menjauhkan ibu dari anak kandungnya, Senyum bahagia terukir di wajah manis Caca. Ia menangis haru dan tak percaya bahwa akhirnya Shinta mengizinkan ia bertemu dengan Syifa. Awalnya Caca menolak karena ia tak mau hubungan rumah tangga Shinta dan Revan hancur, namun lagi lagi Shinta meyakinkan Caca dan memohon pada Caca akhirnya Caca memutuskan untuk kembali ke tanah air.

__ADS_1


Flashback and.


########


"Sayang, ayo kita siap-siap ya" Ucap Shinta dengan perutnya yang sudah semakin membesar, ia tak mau pelayan yang mengurus Syifa. Ia memilih mengurusin Syifa sendirian walau perut nya sudah sangat besar dan agak sulit bergerak


"Mama kita mau kemana" Tanya Syifa. Shinta terdiam, walau rasanya sangat tidak rela namun bagaimana pun Shinta harus membuat Syifa mengerti. Ia begitu bukan karena ingin melupakan Syifa dan fokus kepada janin yang ada di kandungannya, ia begitu sangat menyayangi Syifa. Namun Caca juga berhak atas Puterinya, mungkin sikap ke kanak-kanakan Shinta kemarin faktor hormon dari ibu hamil. Emosi yang tak bisa di kontrol oleh dirinya.


"Sayang, Syifa sayang gak sama mama?" Syifa pun mengangguk.


"Syifa percaya kan sama mama?" Tanya Shinta lagi, Syifa pun lagi lagi mengangguk.


"Iya mama, kenapa" Tanya nya dengan polos

__ADS_1


"Sayang, mama ini mama Syifa namun bukan mama yang melahir kan Syifa, ada mama lain yang melahirkan Syifa, itu adalah mama Caca"


"Mama Caca sebentar lagi akan kembali ke tanah air nak, Syifa harus sayang dan hormat sama mama Caca ya seperti Syifa sayang dan hormat sama mama" Shinta mengelus pipi putrinya, ia mencoba memberikan pengertian kepada Syifa tanpa harus membuat putrinya itu salah paham dan marah.


"Tapi Syifa gak mau sama mama Caca" Ucapnya menangis. Shinta mencoba menenangkan Syifa. Ia tak mau terlalu terburu buru memaksa putrinya untuk mengerti hal ini


"Sayang, kamu tau kan mama Caca baik banget dan sayang banget sama Syifa" Tanya Shinta lagi


"Gini deh, mama mau tanya. Apa mama Caca pernah memukul Syifa?" Syifa pun menggeleng


"Apa mama Caca pernah marahi Syifa walau Syifa nakal?" Syifa pun menggeleng kan kepalanya kembali


"Nah, itu tandanya mama Caca itu baik dan sayang banget sama kamu jadi Syifa jangan takut sama mama Caca ya sayang" Syifa pun mengangguk.

__ADS_1


"Anak mama pinter" Shinta memeluk dan mencium pipi Syifa dengan lembut.


__ADS_2