
"Mami, kenapa tadi mami teliak..?"
"Papi jaati mami ya?"
"Papi kenapa jaat sama mami?"
Caca dan Arvan pun bingung harus menjawab apa. Begitu banyak pertanyaan yang Alana lontar kan
"Sayang, sudah ya? ini sudah malam, waktu nya tidur. Ayo tidur." Caca membaring kan tubuh Alana, hanya itu cara agar Alana bisa diam dan tak menanya kan hal itu lagi.
"Mami..itu apa?"
"Mami di gigit nyamuk? tapi tidak ada nyamuk. kenapa lehel mami bebala?" Caca sontak menutupi leher nya. Ternyata Arvan meninggal kan tanda merah di leher Caca.
__ADS_1
"Bagaimana aku menjelas kan ini? mati aku." batin Caca
"Papi kenapa mami bebala?" yang di maksud Alana bebala itu adalah tanda merah yang seperti berdarah atau terluka.
"Mami hanya di gigit semut, Sayang. Bukan apa-apa, tidur lah!" jawab Caca yang berharap Alana akan segera tidur.
"Di mana semut itu mami? Alana ingin memalahi nya."
"Besok saja memarahi semut nya, Sayang. Cepat lah tidur atau kau juga akan di gigit semut." jawab Arvan asal.
"Astaga." batin Arvan.
"Sudah, Sayang. Ayo tidur." Caca pun membaring kan tubuh nya di samping Alana. Alana melihat langit-langit kamar Papi, Mami nya itu. Caca pun menyanyi kan lagu tidur untuk Alana.
__ADS_1
"Dulu, aku tak bisa menyanyi kan lagu tidur atau pun membaca kan dongeng untuk Syifa. Tetapi, hari ini aku merasa bahagia karena bisa menyanyi kan lagu tidur untuk Alana." batin Caca. Caca yang tak pernah ada sewaktu masa kecil Syifa, namun setiap malam nya ia tetap menyanyikan lagu tidur dan membayang kan Syifa ada di samping nya. Tidak butuh waktu lama untuk Alana memejam kan kedua mata nya. Caca mencium kening Alana dan mengucap kan selamat tidur.
********
Keesokan pagi nya, Alana terbangun. Ia sudah tidak menemukan Mami dan Papi di samping nya. Alana mengucek kedua mata nya dan turun dari ranjang tempat tidur. Ia mencari Mama nya yang ternyata ada di dapur bersama Mami dan Tante nya.
"Mama." panggil Alana. Shinta pun menoleh dan mendekati Puteri nya itu
"Selamat pagi ratu nya mama." Shinta mengecup kening Alana.
"Ayo kita mandi." Shinta pun menuntun tangan Alana dan membawa Alana ke kamar untuk membersih kan tubuh Alana. Alana yang masih belum sadar betul pun hanya terdiam. Kini, Alana sudah bersih. Shinta mengajak Puteri kecil nya itu ke ruang makan. Terlihat semua orang sudah duduk untuk menikmati sarapan mereka. Alana duduk di samping Shinta, melihat Caca dan Arvan. Alana pun mengingat dan membahas semut yang sudah tega mengigit leher mami nya itu.
"Mami, apakah semut nya masih di dalam Kamal? Alana ingin memalahi nya." mendengar ucapan Alana sontak membuat Caca dan Arvan tersedak makanan.
__ADS_1
"Semut apa, Sayang?" tanya Shinta, Alana yang ingin menjawab langsung di potong pembicaraannya oleh Caca.
"Ti-tidak apa-apa, tadi malam ada semut. Namun, semut nya sudah pergi." Shinta dan yang lain nya pun merasa bingung dengan jawaban Caca yang gugup. Caca memakai baju yang berleher. Jadi leher nya itu tertutupi dan tidak ada yang sadar apa yang di maksud oleh Alana