Ibu Sambung

Ibu Sambung
Kebenaran 2


__ADS_3

Cia mengatakan jika ia membaca semua diary Caca sejak Caca masih kecil


"Ca, aku membaca semua diary kamu sejak kamu kecil di rumah,"


Caca tersenyum "Namun itu tidak semuanya yang kau tahu cia!"


Arvan berusaha bangkit "Kakak ipar, apa yang dikatakan oleh Caca itu benar. Caca hanyalah korban dari keegoisannya mama Elsa. Bukan hanya Caca, namun orang-orang yang tidak bersalah seperti Syifa, Shinta dan Revan. Bahkan mengimbas pada anak-anak mereka!"


"Tolong beritahu aku semuanya!"


"Kau tidak perlu mengetahui semua rasa sakit aku, tapi kau harus tahu rasa sakit orang-orang yang tidak bersalah seperti Shinta dan keluarganya!"


"Dulu, aku menikah dengan Revan. Mama enggak suka sama dia karena Revan miskin, saat kami pacaran mama juga enggak suka dan aku tahu kau sudah membacanya bukan?" Cia mengangguk


"Lalu aku hamil besar, Revan mengalami sakit yang parah. Aku butuh bantuan dari mama, mama mengatakan ingin membantu aku dengan catatan aku harus meninggalkan Revan juga anakku Syifa. Saat itu Syifa juga membutuhkan perawatan medis dan ia hampir kehilangan nyawanya. Apa yang harus aku lakukan sebagai seorang ibu? Berkorban!"


"L-lalu?"


"Aku yang sudah lama menyukai Caca pun ingin menikah dengannya. Kami akhirnya menikah, namun bisa di bilang itu pernikahan terpaksa. Jika kau ingin menyalahkan seseorang, salahkan saja aku! Aku yang jahat merenggut kebahagiaan Caca! Bahkan aku seorang memukulinya!"


Caca kembali menangis mengingat kenangan pahit itu, tangannya gemetar. Syifa langsung memeluk maminya!


"Mami kalau enggak kuat lebih baik jangan di teruskan!"


"Tidak apa-apa sayang, biar Tante kamu tahu siapa yang sebenarnya bersalah di sini!"


Cia bahkan tidak berani atau lebih tepatnya malu menatap Caca


"Caca menderita, ia harus berpisah dari anaknya Syifa. Bahkan aku sering memperlakukan dengan buruk, aku sering memukulinya. Tekanan itu membuat Caca hancur. Bahkan ia hamil Raisa namun aku dan mama tidak tahu karena Caca menyembunyikannya,"


"Aku menyembunyikannya karena aku enggak mau Raisa hidup dengan nenek dan papa yang kejam. Aku menaruhnya di panti asuhan semua itu aku lakukan demi masa depannya! Bahkan aku selalu melihat Syifa dari jauh. Aku selalu memperhatikannya!"


"Cia, bisa kau bayangkan? Anak yang sekarang sudah dewasa seperti ini tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu?"


Cia kembali terisak "Tante, saat umur aku lima tahun, mama Shinta hadir di hidup aku. Awalnya aku enggak tahu apa dan rasanya kasih sayang seorang ibu, namun karena dia aku dapat merasakan kasih sayang dari seorang ibu! Mama Shinta menyayangi dan mencintai aku seperti anaknya sendiri, lalu apa kesalahan mama Shinta?"

__ADS_1


"Dia hanya menjalankan tugasnya sebagai seorang ibu yang baik untuk ku, bahkan selalu mendahulukan kebahagiaan aku daripada dirinya. Dan tiba-tiba seorang wanita hadir mengatakan dia adalah ibu kandung ku. Padahal aku tidak pernah melihatnya sebelumnya, apakah salah jika aku lebih dekat dengan mama Shinta daripada mami Caca?"


Cia menggeleng, kini ia mulai mengerti "Namun kita begitu, mengapa mama sangat membenci Shinta?"


"Karena mama egois! Mama enggak bisa melihat orang bahagia! Dia yang udah menjauhkan aku dari suami dan anak ku. Lalu saat mama melihat Revan sudah kaya dan bangkit, dia ingin aku dengan Revan kembali. Itu semua mustahil! Itu enggak bisa! Karena Revan sudah menikah dan memiliki Shinta! Aku juga sudah menikah dan memiliki Arvan di hidup aku!"


"Mama yang keras kepala dan hanya memikirkan dirinya sendiri hanya menginginkan kebahagiaannya saja! Bukan hanya itu saja, mama sering kali menganggu ketenangan keluarga Revan! Bahkan mama tega menyuruh orang untuk memperkosa Kaynara sepupu kita! Dengan tragis dia menyiksa orang lain tanpa ampun. Bukan hanya itu, mama juga yang sudah membuat aku kehilangan anak aku dulunya! Aku keguguran, tapi aku enggak pernah bisa marah dan benci sama mama. Jika hanya aku yang menderita aku terima, tapi mama juga membuat orang lain menderita!"


Cia terduduk lemas di lantai, kenyataan itu membuatnya hancur. Bagaimana bisa mama yang ia anggap sebagai malaikat selama ini justru adalah iblis yang menghancurkan kehidupan orang lain?


"Maafkan aku!"


"Dan kau datang kak, kau membalas dendam yang aku sendiri enggak tahu buat siapa. Kau membunuh bayi yang tidak berdosa? Dengan enaknya kau bunuh Al, kau racuni dia dengan tangan mu sendiri. Kenapa kak? Apa kesalahan anak sekecil itu?"


"M-maafkan aku! Aku mengira jika dia telah merebut Syifa dari mu. Sebab itu aku merebut anaknya agar ia tahu bagaimana rasanya di jauhkan dengan anak sendiri,"


"Tante, mama Shinta tidak pernah merebut aku! Bahkan aku yang meminta mama Shinta untuk menjadi ibu sambung aku! Mama Shinta telah banyak berkorban untuk aku. Dan apa Tante tahu? Demi menjaga aku, juga Khanza. Mama Shinta mengabaikan anak kandungnya sendiri! Alana saat ini masuk rumah sakit, Karena meminum obat penenang! Ia merasa kasih sayang mama Shinta telah terbagi untuk kami!"


Syifa mengatakan itu dengan dada yang sesak.


"Mengapa mama sangat tega dengan orang yang tidak bersalah?" Gumamnya


Cia menggelengkan kepalanya "Tidak Caca! Sungguh aku tidak bermaksud seperti itu! Aku hanya marah saat melihat keluarga ku diperlakukan tidak adil. Apalagi aku melihat Syifa sangat dekat dengan mu. Syifa sangat jauh dengan mu,"


"Tidak kak! Syifa tidak jauh dari ku bahkan Shinta selalu meminta Syifa dan Khanza untuk tidak benci dan marah kepada ku! Padahal mereka bisa saja marah kepada ku, marah kepada ibu kandungnya yang tega meninggalkan mereka saat mereka masih sangat bayi. Namun mereka tidak melakukan itu!"


"Dan kau, kau mendengarkan segala kebohongan Raisa. Kau tahu kak? Raisa selama ini menjauh kan aku dari Khanza, dan Syifa! Saat mereka menghubungi ku dan ingin menyusul kami di Penang. Dengan beribu alasan dia mengatakan jika kami tidak bisa di kunjungi. Kami akan kembali secepat mungkin, sepuluh tahun kak aku dijauhkan oleh Syifa dan Khanza. Dan itu semua karena ulah Raisa, aku yang bersalah! Aku selalu mempercayai ucapannya dulu karena aku yakin anak ku tidak akan melakukan hal yang keterlaluan. Namun nyatanya? Dia bisa bertingkah lebih licik! Dia licik dari siapapun."


"Ak-aku telah bersalah. Lebih tepatnya sangat bersalah dengan keluarga Shinta, tolong antarkan aku ke sana. Aku ingin meminta maaf kepada mereka!"


"Tidak usah! Itu semua percuma, apa yang kamu lakukan sudah membuatnya terlalu sakit! Lebih baik kamu tidak mengganggu ketenangan mereka! Dan aku ingin bertanya, kenapa kamu keluar dari penjara? Kenapa?"


Cia tidak menjawab "Maaf aku tidak bisa menjawabnya. Lebih baik aku pulang sekarang, sekali lagi. Aku mohon maaf kepada kamu, kepada suami dan juga anak-anak mu!"


Caca mengangguk "Dan aku harap, ini bukan sebuah sandiwara! Kamu bisa berbaik hati! Kamu bisa berubah?"

__ADS_1


"Aku akan berubah, sungguh aku sangat menyesali segalanya!"


Kini Caca merasa senang dan terharu mendengar cia yang ingin berubah


"Sudah lah jangan menyalahkan diri kamu sendiri, kamu tahu jika itu bukan kesalahan mu, kamu hanya korban dari semua obsesi mama!""


Namun Cia tidak bisa memaafkan dirinya sendiri, ia sudah membuat kesalahan yang sangat besar.


"Syifa, Tante mohon! Pertemukan Tante dengan papa dan mama mu. Tante janji tidak akan membuat kekacauan lagi! Tante hanya ingin meminta maaf atas segala yang sudah Tante lakukan!"


"Tante, apakah saat Tante meminta maaf. Bisa mengembalikan Al kepada mama Shinta? Tidak Tante! Semuanya sudah percuma, sudah terlalu berat untuk mama dan papa, Syifa hanya minta sama Tante untuk tidak mengganggu keluarga Syifa lagi! Jangan sakiti adik-adik Syifa lagi. Dan jika perlu, jangan muncul di hadapan mama dan papa! Biarkan mereka tenang dan bernafas lega, semuanya sudah berlalu. Dan jika bisa tolong Tante juga buat Raisa sadar! Katakan kepadanya jika kami sangat menyayanginya. Jangan dia membuat keributan yang akan membuat keluarga merasa sedih lagi!"


Cia pun berjanji, ia akan membuat Raisa menjadi lebih baik "Tante janji, Tante akan membuat Raisa berubah. Tante enggak akan membiarkan dia melakukan kesalahan lagi!"


"Terimakasih kakak ipar, dan aku berharap kau bisa menepati ucapan mu!"


Setelah itu, Cia pergi meninggalkan mereka semua. Ia ingin ke makam mamanya, cia ingin meluapkan segalanya di makam sang mama!


Cia mengendarai sepeda motornya, dan langsung menuju pemakaman.


*******


"Apakah dia benar-benar berubah dan menyesali perbuatannya?" Ujar Caca kepada sang suami. Ia tidak tahu apakah yang cia katakan itu tulus atau hanya sandiwara semata saja.


Caca berharap semoga itu memang tulus, semoga cia tidak bebal lagi! Dan Cia memahami segalanya, Karena Caca sudah pernah membuat Cia mengerti sepuluh tahun yang lalu namun Cia tidak pernah mengerti dan selalu membenarkan pemikirannya sendiri


"Kita berdoa saya semoga Tante Cia benar-benar berubah dan menyesali perbuatannya! Tapi ma, Daddy..kita harus tetap waspada terutama untuk keselamatan si kembar, Syifa enggak mau kita lengah akhirnya Tante Cia melakukan sesuatu yang buruk!"


Caca juga berharap hal yang sama, bukannya mereka mau seudzon dengan Cia namun mereka hanya lebih trauma dan waspada.


Elsa juga dulu sering mengatakan ingin berubah namun nyatanya selalu saja membuat masalah!


Syifa mengambil ponselnya, ia akan menghubungi mama dan papanya. Syifa akan memberitahu semua yang terjadi


"Sayang kamu mau apa?" Tanya Caca "Syifa akan memberitahu mama dan papa semuanya mi. Agar mereka bisa lebih berhati-hati menjaga diri dan juga si kembar Alana dan Alan,"

__ADS_1


Arvan setuju dengan anaknya "Iya sayang, bertahu saja mama dan papa mu. Agar mereka bisa lebih waspada lagi! Daddy juga akan lebih tenang! Lagipula, kita harus belajar dari kesalahan bukan? Lebih baik berjaga-jaga daripada kita kecolongan lagi!"


Syifa mengangguk, namun ucapan Arvan membuat Caca sedikit tersinggung. Bagaimana pun cia adalah kakaknya, dan tidak ada yang terima jika kakaknya di ragukan seperti itu!


__ADS_2