Ibu Sambung

Ibu Sambung
episode 61


__ADS_3

Shinta mendongakkan kepalanya dan melihat Revan yang tersenyum sendiri.


"Kenapa kau senyum-senyum sendiri" tanyanya dengan wajah polos


"Tidak, aku tidak tersenyum"


"Cie yang gak ngaku" Shinta kembali memeluk Revan. Revan mengecup pucuk kepala Shinta berulang-ulang.


"Kau ingin berlibur kemana?"


"Kemana saja. Asal bersamamu dan juga Syifa"


"Syifa ikut?" Tanya Revan bingung. Shinta melepaskan pelukannya.


"ikut dong, jadi?" Shinta menyipitkan kedua matanya melihat Revan.


"Aku sangka hanya kita berdua saja yang berlibur" Shinta langsung memukul bahu suaminya, dia tak habis pikir mengapa Revan bisa berpikiran untuk bersenang senang tanpa Syifa Puterinya mereka.


"Apa yang salah?"


"Hidupmu yang salah!" Shinta melototkan kedua matanya mengarah ke arah Revan, Revan hanya tersenyum melihat tingkah isterinya.


"Kau lucu jika seperti itu" mencubit kedua pipi Shinta dengan kuat.


"Sakit tau!!" Shinta mengerucutkan bibirnya kedepan. Revan mengacak rambut Shinta dengan gemas.


"Aku ingin tidur sebentar ya" Shinta pun mengangguk, Revan tertidur dengan pulas di atas kasur mereka


"Mama" Tidak lama Syifa masuk kekamar mereka, Shinta menggendong tubuh mungil Puterinya naik keatas tempat tidur.


"Papa tidur?" Shinta pun mengangguk menjawab pertanyaan Puterinya. Mereka berdua menuju ke tepi tempat tidur, dan bermain berdua. Sudah Berjam jam Shinta dan juga Syifa bermain dikamar namun Revan belum juga terbangun


"Ma, kita main apa lagi ya? Shinta pun begitu bingung. ia melihat kearah Revan yang masih tertidur pulas. Ia mempunyai ide yang begitu konyol, ia menggelengkan kepala membayangkan jika mereka melakukan itu Revan akan bangun lalu mengamuk pada dirinya


"Mama kenapa" Tanya Syifa.

__ADS_1


"Tidak ada sayang" Shinta membelai pipi kanan Syifa dengan lembut, namun Syifa tidak percaya dan menoleh kearah papa nya yang sedang tertidur pulas.


"Ma" Syifa membisikkan sesuatu kepada Shinta, yang membuat wanita itu terkejut. Mengapa pikirannya dengan Syifa begitu sama, namun ia tak mau melihatkan kesetujuannya. Ia lebih takut melihat suami galaknya itu mengamuk.


"Tidak usah sayang, nanti papa marah. Kita main yang lain saja ya" Shinta mencoba membujuk Syifa namun Syifa masih saja merengek dan ingin melanjutkan rencana yang sudah ada di kepala nya, sejujurnya Shinta dengan senang hati melakukannya namun ia begitu ngeri membayangkan suaminya jika nanti mengamuk.


"Ayo mama" Syifa menarik tangan Shinta yang membuat wanita itu menyerah dan mengikuti permintaan Puterinya. Mereka pun mengambil spidol dan melukis wajah Revan sesuka yang mereka mau. Shinta dan Syifa menahan tawa mereka, yang melihat wajah Revan penuh dengan coretan spidol.


"Ayo sayang kita menjauh, nanti papa bangun" bisik Shinta kepada Syifa yang mendapatkan anggukkan, mereka pun menjauh dari Revan. 30 menit kemudian, Revan terbangun dari tidurnya.


"Hahahhahahahahahaha" Syifa tertawa begitu keras, ia begitu geli melihat wajah ayahnya yang seperti kucing. Revan pun bingung dengan Puterinya yang begitu bahagia tertawa. Revan pun ikut tersenyum bahagia melihat Puterinya yang tertawa lepas begitu bahagia. Shinta menahan tawanya yang dari tadi ingin meledak, Revan menyipitkan kedua matanya dan melihat kearah Shinta, Shinta hanya mengangkat bahu seolah tidak terjadi apa-apa. Ia memasang wajah polosnya


"Pa, Ma. Syifa mau sama nenek lili dulu ya" Syifa pun kabur meninggalkan mama dan papa nya didalam kamar.


"Astaga, Syifa meninggalkan ku. Matilah aku" Shinta memejamkan kedua matanya. ketika Revan ingin mendekat kearah isterinya, Shinta berjalan mundur kebelakang.


"Kau kenapa" Shinta menggelengkan kepalanya dan memundurkan kedua langkah kakinya. Revan melewati arah cermin, ia memundurkan langkah kakinya dan melihat wajahnya yang penuh dengan coretan spidol. Revan memasang wajah tidak ramah kearah isterinya. Shinta hanya menyengir dan memasang wajah sok imutnya, Revan narik tangan Shinta dan membawanya kedalam pelukkan.


"Kau mengerjai ku ya"


"Haha, maaf kan aku haha" Shinta merasa geli akibat tangan Revan yang menggelitiki perutnya. Shinta pun lari ke atas tempat tidur. Revan terus mengejar dan menggeliti perutnya.


"Maaf kan aku. haha ampun" Revan melepaskan gelitikannya namun tak melepaskan pelukkan itu. Shinta sudah penuh dengan keringat di dahinya.


"Kau sudah berani nakal ya ternyata" Revan mencium tengkuk leher isterinya. Shinta merasa begitu geli.


"Sudah, ampun." Ucapnya.


"Kau bau keringat" ejek Revan, membuat Shinta memonyongkan bibirnya kedepan.


"Ini karena kau yang menggelitiki perutku tiada ampun!" Cemberutnya.


"Siapa suruh kau mengerjai ku seperti ini hmmmm"


"Katanya bau, tapi kenapa masih di cium-cium sih!" kesal Shinta, Revan hanya diam dan melanjutkan aksinya.

__ADS_1


Dan terjadilah ritual yang biasa di lakukan suami isteri.


Setelah membersihkan diri, Shinta keluar dari kamar mandi. Revan sudah duduk di sofa kamar mereka. Ia menyuruh Shinta mendekat duduk disebelahnya. Shinta pun duduk disebelah Revan. Ia mengambil ahli handuk kecil yang ada di tangan Shinta, Revan mengeringkan rambut panjang isterinya yang berwarna hitam lebat.


"Mengapa rambutmu panjang sekali" Tanya Revan sambil mengeringkan rambut Shinta


"Karena tidak pendek makanya panjang" Revan memencet hidung Shinta dari belakang, Shinta memukul tangan suaminya


"Sakit tau!"


"Coba aku lihat" Bukan melihat hidung Shinta, Revan malah mencium pipi Shinta, yang membuat pipinya merah merona karena malu.


"Kau mau kemana" Revan menarik tangan Shinta yang ingin bangkit.


"Aku ingin mengeringkan rambutku sendiri"


"Tidak, biar aku saja!" Revan pun mengeringi rambut Shinta, tak jarang ia berbuat usil kepada isterinya. Mereka pun mengisi waktu dengan bercanda bersama. Entahlah, sejak kapan mereka menjadi lebih Akrab dan sering tertawa bersama. Walau sering sekali terjadi pertikaian diantara mereka, maklumlah itu hal yang begitu lumrah terjadi didalam rumah tangga bukan


"Liburan nanti, kita berdua saja yaa" Revan memeluk Shinta dari belakang.


"Bagaimana dengan Syifa?"


"Kan ada mama lili. Kita bisa menitipkan Syifa dengan mama lili" bujuk Revan, Revan menciumin rambut isterinya.


"Tapi, bagaimana jika aku rindu Syifa?" Tanya Shinta sedih.


"Kita berlibur hanya sebentar sayang, bukan selama nya" Shinta begitu kaget mendengar perkataan Revan yang memanggilnya dengan sebutan sayang


"Kau me...memanggilku apa" ingin memastikan bahwa telinganya tidak salah dengar


"Tidak ada! Emang kau berharap ku panggil apa?" Ucap Revan dingin.


"Tidak ada!" jawab Shinta dengan kesal, Revan tertawa dan mencium pipi Shinta kembali dari samping, tak jarang tangannya pun menjelajahi yang ingin ia sentuh.


*********

__ADS_1


***Hallo, maaf ya jarang nge-up. Sangrainily saat ini lagi gak enak badan dan suka gak fokus gitu. Jangan lupa baca novel sangrainily yang berjudul "Takdir"


Dan sesuai ucapan sangrainily, beberapa episode lagi novel yang berjudul "Ibu sambung" akan tamat. Dan masalah rahasia tentang rayhan dan Caca akan terungkap. Apakah Shinta dan Revan akan balikkan lagi dengan pasangan mereka atau tetap bertahan dengan hubungan mereka? kita simak saja kedepannya ya wkwk. Bakalan banyak air mata di episode-episode selanjutnya. Author juga akan menguatkan hati untuk membuat cerita selanjutnya wkwk***.


__ADS_2