
"Ayo masuk," ajak shinta kepada Kaynara. Kaynara hanya diam dan melihat seluruh rumah Shinta dan Revan.
"Seperti nya ini rumah suami nya," batin Kaynara. Ia berharap sekali bisa bertemu dengan Ibu dan Ayah sudah berbaik hati dulu membawa nya pulang kerumah dan memberikan cinta kasih yang tulus pada nya.
"Kenapa?" Shinta membuyar kan lamunan Kaynara.
"Ti-Tidak!"
"Apa kau merindukan Ibu dan Ayah?"
"Cukup! aku sudah lelah dengan omong kosong mu! Jika kau terus-terusan memaksa ku untuk mengakui hal yang sebenarnya aku tak tahu, sebaik nya aku pergi aja!"
__ADS_1
"Jangan, Kay. Maaf kan aku ya," ucap Shinta mengalah, Revan pun sangat geram dengan tingkah Kaynara yang tidak sopan. Bagaimana pun, Shinta lebih tua dari diri nya. Seharusnya, wanita itu menghargai isterinya bukan malah bersikap sesuka nya.
"Ayo, masuk lah!" ajak Shinta, Kaynara pun mengikuti langkah Shinta yang masuk ke dalam rumah.
"Mama," teriak Syifa yang langsung berlari mendekati Shinta dan memeluk nya penuh hangat, Shinta pun membalas pelukkan Puteri nya dan menciumi seluruh wajah syifa dengan penuh kasih. Begitulah Shinta, kasih sayang nya terhadap Syifa tak akan berkurang meski ia sudah memiliki anak. Syifa menatap ke arah Kaynara dengan penuh sidik.
"Mama, siapa tante ini?“
"Hei! jangan panggil aku Tante! aku bukan Tante mu!" bentak Kaynara pada Syifa yang membuat Syifa menangis. Darah Shinta mendidih. Shinta melepas kan pelukkannya pada Syifa dan meminta Syifa untuk masuk ke dalam kamar. Setelah Syifa berlari ke kamar, shinta berdiri dan menatap tajam Kaynara.
"Kau yang membawa ku kesini, bukan aku yang mau. Jadi, untuk apa aku harus mendengar kan ucapan mu,"
__ADS_1
"Karena ini rumah ku, dan kau tidak berhak untuk membentak anak ku seperti itu!"
"Jika kau tidak suka, kau bisa menyuruh ku pergi dari sini," tantang Kaynara. Ia percaya bahwa Shinta tak akan mengusir nya, namun dugaannya salah. Shinta mencengkram tangan Kaynara dengan kuat. Ia membawa Kaynara keluar dari rumah nya dengan perasaan yang murka. Shinta akan menjadi wanita yang sangat kejam jika itu berurusan dengan anak-anak nya. Apalagi jika ada yang sampai menyakiti anak-anak nya. Shinta menghempas kan tubuh Kaynara keluar dari rumah nya.
"Pergi lah! aku tidak butuh wanita yang tidak bisa menjaga perasaan seorang anak kecil!"
"Ada aku saja kau berani membentak Puteri ku. Bagaimana jika tidak ada aku dan suami ku, apa kau akan membalas kan dendam rasa sakit hati mu kepada keluarga ku?" teriak Shinta. Kaynara tidak percaya bahwa Shinta bisa semarah ini pada diri nya.
"Kenapa kau memarahi ku? apa yang aku katakan pada anak mu itu benar kan?"
Caca yang baru sampai kerumah Shinta pun merasa heran, mengapa Shinta semarah itu pada sepupu nya Kaynara. Ia turun dari mobil bersama Arvan. Caca mendekat ke arah mereka, Kaynara yang melihat wajah caca merasa sangat muak
__ADS_1
"Ada apa ini?" tanya Caca kepada Shinta.
"Ta, ini ada apa? mengapa kau sangat marah?" Caca tidak pernah melihat kemarahan Shinta sebesar ini