
Sesampai di kantor polisi Arvan masih memberikan penjelasan bahwa Caca tidak bersalah, Namun bukti saat ini sangat kuat mengarah ke Caca.
"Bu-bukan ak-aku yang mencoba mem-membunuh nya, Van," ucap Caca menangis. Arvan meng-hapus air mata Caca dan mengecup kedua mata Caca.
"Iya, Sayang. Aku percaya bahwa kau tidak melukai nya." Arvan mencoba menenangkan Caca yang menangis senggugukkan.
10 Pengacara terbaik yang Arvan pilih untuk membebaskan Caca datang. Arvan meminta kepada pengacara nya untuk mencari jalan agar isteri nya tidak di tahan. Namun, pengacara itu kesulitan sebab bukti-bukti yang mengarah kepada Caca. Apalagi ada jejak sidik jari Caca di pisau itu.
"Jalan satu-satu nya adalah keterangan dari korban sendiri bahwa Isteri anda tidak bersalah," ucap salah satu pengacara tersebut.
__ADS_1
"Namun saat ini Kaynara sedang kritis tidak sadar kan diri," ucap Arvan Frustasi. Seketika ia mengingat ada CCTV di setiap kamar nya.
"Sayang, aku harus pergi sebentar dan akan segera kembali," Arvan mengecup kening Caca dan meminta kepada 10 pengacara terbaik nya untuk menemanin isteri nya. Arvan kembali kerumah dan melihat CCTV di kamar Kaynara. Namun, kamar itu gelap tidak terlihat apapun. Arvan semakin frustasi, namun tidak lama terlihat Caca yang menghidupkan lampu dan melihat Kaynara sudah penuh darah. Caca mendekati Kaynara, akibat mencabut pisau yang tertancap di perut Kaynara. Darah bercucuran ke muka Caca dengan teras. Arvan langsung mengambil video memindah kan ke flashdisk dan membawa nya ke kantor polisi untuk menunjukkan bukti kebenaran nya. Setelah melihat bukti baru, polisi pun menyatakan bahwa Caca tidak bersalah. Caca di bebas kan dari tuduhan mencoba melakukan pelenyapan nyawa seseorang. Arvan membawa Caca pulang kerumah. Arvan menyuruh Caca untuk membersihkan diri terlebih dahulu. Caca pun menurutin perintah suami nya.
Setelah selesai membersihkan diri, Caca berjalan mendekati Arvan dengan tatapan yang kosong, Arvan memegang jemari tangan Caca dan membawa nya ke dalam pelukkan. Caca menangis di dalam pelukkan Arvan.
******
Pagi hari nya, Caca dan Arvan pergi ke rumah sakit. Terlihat, Kaynara tidak sadar kan diri di ruangan nya. Caca berdoa untuk kesembuhan Kaynara.
__ADS_1
"Kaynara gadis yang baik, dia berhak untuk hidup dan bahagia, Sayang." ucap caca pada suami nya.
"Iya, Sayang. Kaynara akan bertahan dan hidup bahagia, Tenang lah!" Arvan memeluk Caca memberikan ketenangan pada Caca.
"Ca," teriak shinta pada Caca, Caca melepaskan pelukkan nya dari Arvan dan memeluk Shinta yang mendekat ke arah nya.
"Tenang lah!" ucap Caca. Revan pun menghampiri mereka dan meminta penjelasan dari Arvan. Pagi tadi, Arvan hanya menelpon Revan dan memberitahu bahwa Kaynara kritis di rumah sakit, ia tak menjelaskan apapun lagi. Revan dan Shinta pun segera untuk pergi kerumah sakit. Mereka menitip kan syifa dan si kembar kepada Syafa dan Gunawan. Shinta dan Revan pun merasa sangat terkejut mendengar Kaynara yang mencoba untuk bunuh diri, apalagi Caca di tahan walau hanya 1 jam. Untung saja, sudah terbukti bahwa bukan Caca pelaku nya. Shinta mencoba menenangkan Caca.
"Kaynara akan baik-baik saja, adik kita wanita yang sangat kuat. Sayang, Tenang lah!" ucap Shinta kepada Caca.
__ADS_1