Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Perubahan


__ADS_3

Queen pun merasa terpukau, semua orang begitu sangat menyayangi dan memuji Shinta, ia menatap wanita yang ada di hadapan nya dan tersenyum.


"Melihat wajah nya saja aku sudah tahu bahwa dia memang wanita yang pantas menjadi isteri sekaligus ibu sambung untuk Syifa."


Wanita ini sungguh polos, padahal aku sudah menuduh nya yang tidak-tidak. Tetapi, dia selalu berfikiran yang baik pada ku~batin Shinta.


"Aku berharap, kita bisa menjadi teman." Shinta pun tersenyum mendengar ucapan Queen. Selain cantik, hati nya juga seperti malaikat.


"Sudah, mari lanjut kan makan nya." ucap Mama Lili. Mereka pun melanjut kan makan, sehabis makan semua nya berkumpul di ruang keluarga.


Terlihat jelas, Alan dan Alana begitu menyukai Queen.


"Sayang, apakah baby sister nya semalam datang?" tanya Shinta pada suami nya, semalam Revan berkata bahwa baby sister mereka akan datang kemarin sore, tetapi sampai sekarang tidak ada datang.

__ADS_1


"Aku sudah menghubungi yayasan nya, baby sister yang seharus nya menjaga si kembar sedang sakit. Jadi, mereka akan mencari kan baby sister yang lain."


"Baik lah." Shinta pun mengerti, ia berharap jika baby sister itu tidak akan datang selama nya agar bisa menjaga anak-anak nya sendirian.


"Jadi, bagaimana aktivitas mu sekarang?" tanya Revan pada Queen.


"Saat ini aku tinggal bersama orang tua ku, apalagi adik ku akan segera melangsung kan pernikahan nya. Aku akan mencari pekerjaan di sini dan mencoba mandiri. Aku tak ingin selalu menyusah kan orang tua ku."


"Kau memang wanita yang sangat mandiri sedari dulu, Queen." puji Caca, sewaktu Caca masih menjadi isteri Revan. Ia juga sangat dekat dengan Queen, bahkan Queen selalu menjaga hubungan pernikahan nya tidak terganggu oleh adik Queen.


"Itu ide yang bagus, Pa. Tata juga setuju dengan saran papa." sambung Shinta. Namun, Queen menolak dengan halus.


"Terimakasih Pa atas tawaran nya, tetapi maaf. Queen ingin merintis dengan usaha Queen sendiri. Jika Queen bekerja di kantor Papa. Queen pasti akan besar kepala lalu manja, tidak akan kerja dengan profesional karena bos nya adalah papa Queen sendiri."

__ADS_1


"Sudah lah, Pa. Biar kan saja jika Queen ingin mandiri. Lagipula Queen juga berasal dari keluarga kaya. Jika ia mau, dia pasti akan mengembang kan usaha orang tua nya." ucap Revan


"Benar juga apa yang kamu bilang."


"Queen, menginap lah beberapa hari di sini." ajak mama Lili


"Iya Tante tantik, tidul lah di lumah kami."


"Iya, benal" si kembar Alan dan Alana pun begitu menginginkan Queen. Hanya Syifa yang begitu tidak perduli dengan kehadiran Queen. Bukan Syifa tak menyukai teman ayah nya ini, Hanya saja ia tak ingin jika orang asing terlalu dekat dengan keluarga nya.Syifa tak ingin kehadiran Queen bisa merusak keharmonisan dan kebahagiaan untuk mama dan papa nya.


"Sayang, Maaf ya. Tante tidak bisa, Tante begitu banyak urusan." tolak Queen dengan lembut. Tetapi si kembar Alan dan Alana begitu memaksa.


"Adik, kenapa kalian begitu berisik! jika Tante Queen tidak mau kenapa kalian memaksa?" untuk pertama kali nya Syifa berbicara dengan nada begitu keras kepada kedua Adik nya.

__ADS_1


"Syifa!" tegur Revan kepada Puteri sulung nya, ia tak suka melihat Syifa berkata kasar kepada kedua adik nya. Shinta pun begitu kaget melihat perubahan Syifa.


__ADS_2