Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Mengapa kau keras kepala?


__ADS_3

"Anak ku memang sudah tiga, dan sebentar lagi menjadi empat!" Shinta seakan memberi kan penegasan di dalam ucapan nya tersebut. Jennika pun langsung tersadar dan merasa bersalah dengan ucapan nya.


"Iya, maksud ku tadi empat. Maaf kan aku!" Jennika merasa jadi tidak enak hati. Jennika melihat wajah Syifa yang bersedih.


"Duh gimana nih, dasar mulut tidak tahu diri!" batin Jennika mengutuki diri nya sendiri. Ia lupa bahwa Shinta sangat menyayangi anak sambung nya tersebut


"Wah putri mu yang paling besar imut sekali! aku sampai pangling melihat diri nya." jennika mencoba mengembalikan suasana.


"Dia memang sangat cantik, karena dia anak ku!"


"Iya, dia sangat cantik." Jennika pun kembali bermain pada Alana sebentar, lalu ia memberikan baby Alana kembali pada Shinta


"Ta, aku pamit dulu pulang dulu ya." Melihat suasana menjadi hening, Jennika pun memilih untuk berpamitan pulang kerumah. Jennika merasa sangat bersalah, ia tak bermaksud untuk menyakiti hati Syifa dan membuat gadis kecil itu bersedih.


********


Setelah kepulangan Jennika, Shinta mencoba menghibur Syifa dengan berbincang tentang liburan yang akan datang.


"Ma."


"Iya, Sayang?"

__ADS_1


"Syifa tidak ingin berlibur!"


"Kenapa, Sayang?"


"Syifa ingin bersama mama Caca aja."


"Ada apa, Sayang? tadi kamu yang paling senang dengan liburan ini."


"Tidak apa-apa ma. Syifa hanya rindu dengan mama Caca." Shinta pun merasa sedih. Ia tahu, pasti Syifa seperti ini karena ucapan Jennika. Namun, bagaimana lagi. Memang begitu sikap Jennika yang selalu berbicara tanpa berfikir terlebih dahulu.


"Ya sudah, ayo kita ke rumah mama Caca." Ajak shinta.


"Mengapa?"


"Bagaimana mama bisa berlibur sedang kan anak mama tidak ikut, lebih baik mama tidak ikut juga."


"Tapi papa sudah menyiapkan semua nya ma, besok tinggal berangkat."


"Tapi mama tidak bisa pergi tanpa kamu. Jika Syifa tidak ikut, mama juga tidak akan ikut. Mama akan ikut jika kamu ikut." Syifa pun mengalah ia tak ingin karena diri nya liburan menjadi batal.


"Baik lah ma, Syifa akan ikut berlibur."

__ADS_1


"Benar kah?" tanya Shinta dengan perasaan bahagia, Syifa pun mengangguk.


"Ayok kita kembali ke kamar untuk memberes kan barang-barang yang akan kita bawa, Sayang." Shinta mengajak Syifa kembali ke kamar nya.


*****


Di dalam kamar, Revan sedang menyusun pakaian ke dalam koper. Revan bukan lah type suami yang selalu bergantung pada isteri, bahkan ia sering membantu shinta dalam mengurus anak mereka.


"Pakaian sudah selesai. Sekarang, kamu dan Syifa beristirahat lah! besok perjalanan kita akan panjang, biar aku yang menjaga si kembar Alan dan Alana." ucap Revan


"Tidak! biar aku membantu mu."


"Mengapa kau sangat keras kepala sekali?" geram Revan.


"Baik lah! baik lah! aku akan istirahat bersama Syifa!" shinta pun memilih mengalah dan mengajak Syifa untuk beristirahat.


"Ayo, Sayang!" Shinta menggenggam tangan Syifa dan membawa Syifa ke atas ranjang. Sedang kan Revan, menggendong si kembar Alan, Alana. Dan membawa mereka ke luar kamar untuk bermain pada mereka. Shinta mengelus rambut Syifa dengan penuh sayang dan mengajak Syifa berbicara terlebih dahulu sebelum mereka bedua terlelap dalam tidur nya.


******


Jangan lupa like, komen dan berikan vote poin ya kakak-kakak. Salam sayang dari sangrainily untuk kalianā¤

__ADS_1


__ADS_2