
Mama Lili pun mengikuti ucapan anak dan menantu nya. Ia berharap jika kebenaran segera terungkap. Ibu mana yang bisa melihat anak nya di tuduh dengan tuduhan yang seberat itu. Apalagi itu tidak di lakukan oleh anak nya. Mama Lili merasa sangat sedih. Tetapi, sekali lagi Shinta membuat mertua nya yakin.
Shinta mengajak suami nya ke kamar. Hari ini, hari yang begitu sangat sesak untuk keluarga nya. Namun, Shinta harus kuat. Saat ini, diri nya lah kekuatan bagi keluarga nya.
Syifa masuk ke dalam kamar orang tua nya membawa kan dua cangkir teh untuk ke dua orang tua nya.
"Mama, Papa. Minum lah dahulu! Syifa sudah membuat kan ini untuk Mama dan Papa."
"Terimakasih banyak, Sayang." Shinta mengelus rambut anak nya dengan penuh senyuman. Syifa yang melihat sang ayah merenung pun mendekati Papa nya. Syifa menghibur Revan, memberikan kekuatan pada sang papa.
__ADS_1
"Papa jangan sedih! Syifa percaya, kalau bukan papa pelaku nya." ujar Syifa yang langsung memeluk papa nya. Revan membalas pelukan sang anak. Syifa semakin mengerat kan pelukkan nya.
"Jika kami semua percaya sama papa, Alasan apalagi yang membuat Papa bersedih?" Shinta begitu merasa tersentuh dengan ucapan anak nya, hal itu membuat Shinta menetes kan air mata yang penuh haru.
"Benar, Sayang yang di katakan oleh anak kita. Kami semua percaya sama kamu, jadi jangan merenung lagi." Revan memangku gadis kecil nya. Membuang nafas nya dengan kasar.
"Besok, kita akan mencari tahu segala nya. Aku juga tak ingin ada keretakan di antara keluarga kita dengan Caca."
Wanita itu sungguh menyebal kan, bahkan di saat sudah mati saja bisa membuat masalah untuk keluarga ku, Huft ~ batin Shinta.
__ADS_1
"Syifa juga akan bicara dengan mama Caca. Syifa akan meyakin kan mama Caca, jika bukan Papa yang membunuh Omma. Lagipula, musuh Omma itu sangat banyak. Karena Omma juga bukan orang baik."
"Sayang, kamu nggak boleh bicara seperti itu. Bagaimana pun dia adalah nenek kamu, Sayang. Dan mama minta kamu untuk tidak ikut campur ya, Sayang? saat ini mama Caca begitu sangat sensitif. Mama nggak mau jika mama Caca juga memarahi kamu. Hal itu akan membuat mama terluka, hubungan ini bisa saja semakin membuat keretakan antara mama dan Mama Caca." Shinta membuat anak nya mengerti, Syifa pun hanya bisa menuruti ucapan Ibu Sambung nya.
***********
Ke esokan hari nya, Shinta akan mencari bukti dan pergi ke rumah Queen. Ia akan bicara dengan orang tua Queen. Kedua orang tua Queen bisa menjadi saksi dan menjelas kan pada Caca yang sebenar nya terjadi.
"Kamu mau kemana?" cegah Revan ketika melihat isteri nya yang tergesa-gesa ingin pergi. Shinta menjawab dengan jujur bahwa ia ingin pergi ke rumah orang tua Queen. Ia ingin ke dua orang tua Queen menjelas kan segala nya kepada Caca. Revan pun meminta untuk ikut. Awal nya Shinta menolak, namun Revan terus memaksa hingga membuat Shinta tak ada pilihan lain untuk setuju. Revan dan Shinta pamit terlebih dahulu kepada Mama Lili dan juga Papa Tommy. Sedang kan Syifa dan si kembar Alan, Alana di jaga oleh baby sister yang sebelum nya Revan pinta.
__ADS_1