Ibu Sambung

Ibu Sambung
Mencari Alana


__ADS_3

"Apa maksud mu berkata tidak tahu Alan?" kini Revan sedikit menaikkan nada suara nya, Alan yang di bentak pun merasa sedih dan berlari ke kamar.


"Lihat lah, anak itu semakin nakal!" ujar Tommy.


Shinta pun menangis, memikirkan di mana keberadaan sang anak. Ia mencari ke seluruh rumah, namun tidak ada.


"Van, cari anak ku! Aku mohon, kembalikan anakku!" ujar nya menangis, mama Lily dan Caca mencoba menenangkan Shinta.


"Kalian terlalu memanjakan anak itu, lihat lah. Baru tadi dia membuat ulah, ini membuat ulah lagi!"


"Cukup, Pa! Dia masih kecil, papa nggak seharusnya bicara gitu tentang anakku!" untuk pertama kali nya, Shinta membantah ucapan ayah mertua nya. Shinta menatap ayah mertua nya dengan tatapan kecewa.


"Alana, di mana kamu nak."


"Sayang, tenang lah dulu." Mama Lily memeluk menantu nya.


Revan dan Arvan segera mengambil mobil mencari keberadaaan Alana. Sepanjang jalan, Revan dan Arvan mencari Alana. Namun, Alana tidak ada juga. Revan begitu frustasi mencari anak nya.


Hari semakin malam, Alana belum juga di temukan. Revan memutuskan untuk pulang ke rumah. Shinta yang masih saja menangis menghampiri suami nya.


"Bagaimana? Di mana Alana? Di mana anakku?" Revan hanya terdiam, tak menjawab ucapan Shinta. Shinta berlari ke luar rumah untuk mencari Alana. Namun, Alana tidak ada.


Terlihat mobil Arvan yang baru datang, Shinta tersenyum. Ia mengira sang anak bersama Arvan, namun Alana juga tidak ada. Shinta semakin histeris. Revan mencoba menenangkan isteri nya namun Shinta menepis tangan Revan.


"Kenapa kau pulang? Anakku masih di luar, ini sudah gelap. Dia pasti ketakutan, kenapa kau pulang tanpa membawa anakku?" teriak Shinta kepada sang suami.


"Aku sudah mencari nya, tapi tak juga menemukan diri nya."


"Hanya begitu saja? Bila perlu cari lah di lobang semut atau buaya sekalipun. Aku tak perduli, tapi aku mohon cari lah Puteri ku Van, aku mau dia aaaaakh." teriak Shinta yang hampir saja terjatuh, dengan sikap Revan menahan tubuh isteri nya.

__ADS_1


"Tenang lah, Ta. Kita akan mencari nya." ucap Caca yang memegang bahu sahabat nya, Caca pun merasa begitu sangat sedih.


"Cari anakku Van, aku mohon." suara Shinta semakin melemah.


"Sebaik nya kau tenang lah menantu, besok kita akan mencari nya lagi." ujar Tommy, Shinta pun merasa geram. Ia bangkit dan mendekat ke arah ayah mertua nya dengan keadaan yang kacau.


"Besok papa bilang? Anakku di luar sana entah bagaimana keadaannya. Apakah dia udah makan apa belum, kedinginan atau tidak, bagaimana tidur nya. Dan papa berkata mencari nya besok?"


"Lalu apa yang harus di lakukan? Itu semua salah kalian, kalian terlalu memanjakan anak itu sehingga dia berbuat seenak nya. Syifa juga pernah kecil, tapi dia tidak senakal ini. Memang dasar Alana yang tidak tahu di sayang!"


"Cukup!" teriak Shinta sekuat nya, mata nya penuh dengan kemarahan, Shinta menunjuk ke arah sang ayah mertua.


"Jika papa nggak mau mencari anakku, tidak masalah. Tapi, jangan pernah mengatakan hal buruk tentang anak-anakku! Selama ini aku menerima segala hinaan dari papa, tapi jika mengangkut tentang anak-anak, aku tidak akan menerima nya! Kalian jika tidak mau mencari Alana, tidak masalah! Aku sendiri yang akan mencari nya, bagaimana pun keadaannya. Walau aku harus hidup atau mati, aku akan menemukan anakku!" Shinta berlari pergi meninggalkan seluruh keluarga. Revan, Caca, Arvan dan kedua orang tua Revan merasa terkejut dengan sikap Shinta. Untuk pertama kali nya, Shinta bersikap tidak baik kepada orang yang lebih tua.


"Sekarang, dia menunjuk kan sifat asli nya." gumam Tommy. Revan pun membela sang isteri.


******


Alana yang sendirian pun menangis.


"Mama, Papa. Alana mau pulang hiks." Alana berteriak memanggil seluruh keluarga nya. Mobil dan kendaraan lain berlaju sangat kencang. Hujan pun seketika turun dengan lebat, Alana terkejut dan semakin menangis. Ia berjalan mundur, tak mengetahui jika mobil mendekati diri nya.


"Aaaaaaaaaa." teriak Alana.


********


Shinta berlari dalam hujan, ia terus memanggil sang anak.


"Alana, Sayang. Di mana kamu nak? Mama di sini sayang, mencari Alana." Shinta terus berjalan di bawah guyuran hujan yang sangat deras.

__ADS_1


"Sayang, Alana. Kamu di mana nak?" teriak nya kembali, Shinta berjalan sempoyongan, berjalan semakin jauh mencari anak nya yang entah kemana.


"Tuhan, tolong lindungi anakku. Jangan biar kan sesuatu terjadi padanya. Aku mohon, Tuhan. Ampuni dan kasihani lah aku, jaga anakku di mana pun ia berada. Permudah kan lah aku mencari nya, Tuhan." tak henti-henti nya Shinta berdoa di setiap langkah kaki dan hembusan nafas nya.


"Alana, di mana kamu sayang."


Shinta bertanya kepada semua orang yang ada di hadapan nya satu persatu. Namun, tidak ada yang melihat Alana. Shinta semakin frustasi.


*********


"Nak, kenapa kamu pergi dari rumah? Kamu tahu nggak kalau kami semua bingung mencari mu." ucap Caca yang memeluk Alana di dalam mobil. Alana begitu basah kuyup. Ternyata, mobil yang hampir menabrak Alana tadi milik Caca.


Untung saja, Caca menemukan Alana, bukan orang lain. Caca memeluk Alana yang masih ketakutan, Caca menyuruh Arvan untuk berhenti di toko baju membelikan baju untuk Alana.


"Mami, Alana takut." ujar Alana yang kedinginan, Caca pun kembali menenangkan Alana.


"Sayang, Jangan takut. Mami ada di sini." Caca mengecup dahi Alana. Memeluknya dengan erat.


Arvan menghentikan mobil nya di depan toko pakaian anak. Ketika Caca masuk bersama Alana. Arvan segera menghubungi Revan jika Alana sudah di temukan.


Revan yang mengetahui anaknya sudah di temukan pun merasa lega, ia menghubungi sang isteri. Namun, Shinta tidak mengangkat nya.


Revan melajukan mobil perlahan mencari keberadaan sang isteri. Di depan, banyak orang berkerumun. Revan menghentikan mobil, turun dari mobil untuk melihat apa yang terjadi. Begitu terkejut nya ia melihat Shinta yang tak sadar kan diri. Dengan sigap, Revan menggendong tubuh mungil isteri nya.


"Alana." gumam Shinta. Bahkan saat tidak sadar kan diri, Shinta terus saja memanggil nama anak nya.


"Tenang lah, Sayang. Bangun. Alana kita sudah di temukan." ujar Revan kepada Shinta. Revan memasukan tubuh Shinta ke dalam mobil, ia segera masuk dan membawa Shinta kembali ke rumah.


Di rumah, Revan menggantikan baju isteri nya di kamar. Shinta masih saja memanggil nama Alana dalam tidur nya.

__ADS_1


__ADS_2