
Shinta masih ingin bermanja-manja dengan suami nya.
"Ayo kita tidur."
"Nanti saja." ucap Shinta dengan manja
"Baik lah."
*****
Besok hari nya, Shinta dan yang lain nya sarapan bersama. Sekalian Shinta mau berpamitan untuk kembali ke rumah suami nya. Semua makan dengan tenang, Revan pun membuka pembicaraan telebih dahulu.
"Ini, hadiah pernikahan untuk kalian." Revan memberi kan tiket berlibur ke Paris untuk Kaynara dan Rangga.
"Paris?" jawab Kay dengan senang. Shinta pun mengangguk.
"Iya, benar. Kalian akan bulan madu di Paris."
"Apakah ini tidak terlalu berlebihan?" tanya Rangga. Bagi pria sederhana ini adalah hal yang berlebihan.
"Ini pasti mahal, biaya di sana. Aku tak ingin merepot kan kalian."
"Ini tidak merepot kan! kau sudah menjadi suami dari adik kesayangan kami. Terima saja." ucap Caca.
"Bahkan jika perlu selesai pulang dari Paris, kalian akan berbulan madu ke Jepang." imbuh Arvan. Kaynara merasa sangat senang. Melihat Shinta, Caca dan para suami mereka yang begitu menyayangi diri nya.
__ADS_1
"Kalian akan berangkat Minggu depan"
"Minggu depan?"
"Apa ini tidak terlalu cepat?"
"Tidak. Seharus nya hari ini ada jadwal penerbangan nanti malam. Tetapi itu terlalu cepat untuk kalian makanya aku pesan yang Minggu depan."
Kaynara dan Rangga pun menerima hadiah pernikahan dari Shinta dan Revan. Caca dan Arvan akan memberikan tiket ke Jepang jika mereka sudah kembali dari Paris. Awal nya Caca ingin memberi kan sebuah rumah. Namun, Rangga menolak dengan lembut. Ia tak ingin keluarga Kaynara membantu dalam ke ekonomian diri nya. Itu akan membuat diri nya merasa menjadi tidak berguna. Lagi pula, Rangga masih bisa memenuhi kebutuhan Kaynara walau tidak bisa semewah yang di dapati Caca dan Shinta.
"Hari ini kami akan kembali ke rumah. Kedua orang tua ku besok akan sampai, sudah lama tidak bertemu dengan nya." ucap Revan. Caca dan Arvan juga pamit dengan Ibu Syafa, Ayah Gunawan, Kaynara dan Rangga.
****
Drt.....drt.....
Ponsel Revan berbunyi, ia mengerut kan dahi nya.
"Ada apa Kaynara menelpon?"
"Coba angkat saja. Siapa tau ada hal yang penting." ucap Shinta yang penasaran.
"Hallo, ada apa Kay?" setelah Revan mematikan telepon genggam milik nya.
"Ada apa?"
__ADS_1
"Rangga kembali ke rumah dalam keadaan yang terluka."
"Bagaimana bisa?" tanya Shinta dengan panik.
"Aku juga tidak mengerti, kita harus kembali ke sana. Kay saat ini membutuh kan mu."
"Kenapa dengan Tante ma?" tanya Syifa kepada Shinta, Shinta pun menoleh ke arah anak nya dan membelai rambut Syifa.
"Mama juga tidak tahu pasti, Sayang. Setelah kita kembali, kita akan menanya kan apa yang terjadi sama om Rangga."
"Semoga tidak ada hal yang buruk terjadi ya ma."
"Iya, Sayang. Selama keluarga kita bersatu. Tidak ada yang bisa menyakiti kita."
"Kakak, ada apa?" tanya Alan dan Alana kepada Syifa.
********
Revan pun memutar balik mobil nya menuju rumah Kedua orang tua Shinta. Sesampai di sana, Caca dan juga Arvan baru sampai.
"Kakak." Kay menangis dan memeluk Shinta. Caca juga menenang kan adik nya.
"Tenang lah, apa yang terjadi?" tanya Caca.
"Ak-aku juga tidak tahu pasti kak." ucap Kaynara menangis
__ADS_1