Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Menggemas kan


__ADS_3

"Jangan pernah menyalahkan diri kamu sendiri, Ca! kamu wanita kuat," ucap Shinta, ia melepaskan pelukkan itu.


"Ujian yang saat ini kamu hadapin, masa depan penuh kebahagiaan sedang menanti kamu di depan sana Ca."


"Dulu, aku juga pernah ngerasa enggak berguna. Aku kecelakaan, dokter memvonis aku enggak bakalan bisa punya anak. Aku jadi cemoohan orang-orang. Pernikahan ku gagal, aku pernah sehancur itu. Merasa enggak berguna banget jadi wanita, tapi lihat lah sekarang ca. Tuhan berikan anugerah yang paling berharga buat aku, yaitu Revan dan juga Syifa. Dan sekarang ada si kembar di sisi aku." Shinta pun tersenyum, ia memegang bahu Caca.


"Kamu boleh rapuh karena kehilangan janin kamu, tapi kamu juga harus bangkit dari rasa sakit. Ca! ingat, ada Syifa dan juga suami kamu yang sangat membutuh kan kamu. Mereka butuh kamu, Ca" Caca pun mengangguk. Ia sadar, diri nya tidak boleh terlalu terpuruk. Ia harus bangkit dari kerapuhan nya, Suami dan Putri nya Syifa sangat membutuh kan diri nya.


"Terimakasih ya, Ta! kamu udah perduli dan baik banget sama aku," Caca tersenyum dan kembali memeluk Shinta.


"Kehadiran kamu, aku jadi ngerasain kehadiran kakak aku, Lee."


"Aku merasa punya saudara lagi," Shinta pun melepaskan pelukkan mereka.

__ADS_1


"Mulai sekarang, jangan anggap aku sebagai istri atau ibu sambung dari anak kamu. Tapi, kamu harus anggep aku seperti saudara kamu ya. Jangan sungkan kalau mau cerita dan meminta bantuan sama aku. Aku harap kita bisa saling menyayangi layak nya seperti saudara kandung," ucap Shinta. Caca pun mengangguk, ia menetes kan air mata nya. Kali ini ia menangis bukan untuk kepedihan, tapi kebahagiaan. Ia sangat bersyukur, Tuhan mengirimkan wanita berhati malaikat seperti Shinta. Bukan hanya ia tulus menyayangi putri nya setulus hati, namun Shinta juga sangat baik dan perduli padanya. Shinta juga tidak pernah melarang Caca untuk dekat dengan Syifa.


**********


Enam bulan berlalu.


Kini, Shinta dan semua keluarga sedang sibuk mempersiapkan acara ulang tahun si kembar Alan dan Alana yang ke 1 tahun yang akan terjadi seminggu lagi. Caca pun ikut andil dalam mempersiapkan acara si kembar Alan dan Alana. Caca semakin dekat dengan Shinta dan kedua bayi nya. Bahkan, Caca membiasakan si kembar untuk memanggil diri nya dengan sebutan "Mami" dan memanggil Arvan dengan sebutan "Papi". Shinta dan Revan tak merasa keberatan dengan itu. Lili dan Tommy datang menghampiri mereka dengan menggendong si kembar Alan dan Alana.


"Sini, sama mami," Caca membuka kedua tangannya kedepanuntuk menggendong baby Alana. Alana sangat senang ketika Caca ingin menggendong nya, Alana tersenyum kekeh menunjukkan beberapa gigi kecil nya yang mulai tumbuh dan memainkan kedua tangannya yang mungil kedepan seakan ingin segera di gendong oleh Caca. Caca mengambil tubuh Alana dari Lili. Alana menjingkrak kan tubuh nya kesenangan.


"Gitu tuh, kalau udah sama mami nya. Manja! iyakan sayang. " ucap Shinta meledek, Alana pun terkekeh kecil seakan mengerti ucapan mama nya.


"Mama," teriak Syifa yang melihat kedatangan Caca, ia langsung memeluk Caca yang sedang menggendong Alana.

__ADS_1


"Lihat lah ma, Alana cantik kan seperti Syifa?"


"Iya, Sayang. Alana sangat cantik dan menggemaskan," Caca pun mencium pipi bulat Alana.


"Anak mami sangat menggemaskan sekali," ucap Caca kepada Alana yang sedari tadi kegirangan berada di gendongan Caca.


"Tatatata," gumam Alana yang tidak terlalu jelas.


"Mamama," Lihat lah, Ta. Dia bisa memanggil mama. Heboh Caca yang melihat Alana bisa memanggil mama walau tidak terlalu jelas.


"Ayo, Sayang! coba panggil mami,"


"Mami," Caca mengajari Alana untuk berkata mami. Baby Alan yang berada di gendongan Arvan pun mengoceh tidak jelas. Membuat semua orang merasa gemas.

__ADS_1


__ADS_2